Selasa, 29 Mei 2029
Keluarga yang Bertambah
Seorang perantau yang meninggalkan kampung halaman biasanya berangkat dengan hati berat. Ia melepas rumah, orang tua, dan semua yang akrab, demi sesuatu yang belum pasti di tanah orang. Namun sering di perantauan ia justru menemukan keluarga baru: tetangga yang jadi saudara, teman berbagi, rumah singgah yang tak ia sangka.
Kemarin orang muda kaya pergi dengan sedih karena tak sanggup melepas hartanya. Hari ini Petrus justru berkata sebaliknya: kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau, setengah bertanya apa yang akan mereka dapat. Jawaban Yesus melampaui hitungan untung rugi. Setiap orang yang meninggalkan rumah, saudara, ibu, anak, atau ladang karena Aku dan karena Injil, kata-Nya, akan menerima kembali seratus kali lipat sekarang pada masa ini juga: rumah, saudara, ibu, dan anak.
Perhatikan, ganjaran itu bukan tumpukan harta, melainkan keluarga yang diperluas. Siapa yang melepas satu rumah demi Injil justru menemukan seratus rumah terbuka. Siapa yang kehilangan beberapa saudara mendapati dirinya bersaudara dengan seluruh Gereja. Inilah keluarga besar yang lahir dari iman, melampaui batas darah dan kampung.
Yesus jujur, keluarga baru itu datang sekalipun disertai berbagai penganiayaan. Tidak ada janji jalan mulus. Tetapi ada janji bahwa kita tidak akan pernah sungguh sebatang kara. Setiap kali kita menyapa sesama seiman sebagai saudara, seratus kali lipat itu sedang menjadi nyata.
Tuhan, terima kasih atas keluarga besar yang Kauberikan dalam iman. Bukalah hatiku menerima dan menjadi saudara bagi mereka yang Kaupertemukan denganku. Amin.