Selasa, 29 Mei 2029
Selasa VIII Masa Biasa
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Sirakh 35:1-12
Barangsiapa memenuhi hukum Taurat mempersembahkan banyak korban, dan orang yang memperhatikan segala perintah menyampaikan korban keselamatan. Orang yang membalas kebaikan mempersembahkan korban sajian dan yang memberikan derma menyampaikan korban syukur. Yang direlai oleh Tuhan ialah menjauhi kejahatan, dan menolak kelaliman merupakan korban penghapus dosa. Jangan tampil di hadirat Tuhan dengan tangan yang kosong, sebab semuanya wajib menurut perintah. Persembahan orang jujur melemaki mezbah, dan harumnya sampai ke hadapan Yang Mahatinggi. Tuhan berkenan kepada korban orang benar, dan ingatannya tidak akan dilupakan. Muliakanlah Tuhan dengan kemurahan, dan buah bungaran di tanganmu janganlah kausedikitkan. Sertakanlah muka yang riang dengan segala pemberianmu, dan bagian sepersepuluh hendaklah kaukuduskan dengan suka hati. Berikanlah kepada Yang Mahatinggi berpadanan dengan apa yang Ia berikan kepadamu, dengan murah hati dan sesuai dengan hasil tanganmu. Sebab Dia itu Tuhan pembalas, dan engkau akan dibalas-Nya dengan tujuh lipat. Jangan mencoba menyuap Tuhan, sebab tidak diterima-Nya, dan janganlah percaya pada korban kelaliman! Sebab Tuhan adalah Hakim, yang tidak memihak.
Mazmur Tanggapan Mazmur 50:5-8,14,23
Bacaan Injil Markus 10:28-31
Berkatalah Petrus kepada Yesus: "Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau!" Jawab Yesus: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu."
Renungan
Keluarga yang Bertambah
Seorang perantau yang meninggalkan kampung halaman biasanya berangkat dengan hati berat. Ia melepas rumah, orang tua, dan semua yang akrab, demi sesuatu yang belum pasti di tanah orang. Namun sering di perantauan ia justru menemukan keluarga baru: tetangga yang jadi saudara, teman berbagi, rumah singgah yang tak ia sangka.
Kemarin orang muda kaya pergi dengan sedih karena tak sanggup melepas hartanya. Hari ini Petrus justru berkata sebaliknya: kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikut Engkau, setengah bertanya apa yang akan mereka dapat. Jawaban Yesus melampaui hitungan untung rugi. Setiap orang yang meninggalkan rumah, saudara, ibu, anak, atau ladang karena Aku dan karena Injil, kata-Nya, akan menerima kembali seratus kali lipat sekarang pada masa ini juga: rumah, saudara, ibu, dan anak.
Perhatikan, ganjaran itu bukan tumpukan harta, melainkan keluarga yang diperluas. Siapa yang melepas satu rumah demi Injil justru menemukan seratus rumah terbuka. Siapa yang kehilangan beberapa saudara mendapati dirinya bersaudara dengan seluruh Gereja. Inilah keluarga besar yang lahir dari iman, melampaui batas darah dan kampung.
Yesus jujur, keluarga baru itu datang sekalipun disertai berbagai penganiayaan. Tidak ada janji jalan mulus. Tetapi ada janji bahwa kita tidak akan pernah sungguh sebatang kara. Setiap kali kita menyapa sesama seiman sebagai saudara, seratus kali lipat itu sedang menjadi nyata.
Tuhan, terima kasih atas keluarga besar yang Kauberikan dalam iman. Bukalah hatiku menerima dan menjadi saudara bagi mereka yang Kaupertemukan denganku. Amin.
Invitatorium
SELASA IV PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Allah, Tuhan yang mahamulia.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Senin Paskah, Peringatan Santo Filipus Neri, Imam
MADAH
Ant. 1 Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, Tuhan; datanglah menolong aku, alleluya.
Mazmur 31
Ya Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku (Lukas 23:46).
Ant. Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, Tuhan; datanglah menolong aku, alleluya.
Ant. 2 Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu, alleluya.
Ant. Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu, alleluya.
Ant. 3 Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah melimpahkan belas kasihan-Nya kepadaku, alleluya.
Ant. Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah melimpahkan belas kasihan-Nya kepadaku, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Yohanes 13:34; 1 Yohanes 2:10, 3
RESPONSORIUM 2 Korintus 13:11; Roma 15:13
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan, aku hendak hidup tanpa cela.
Mazmur 100 (101)
Ant.1: Aku hendak bermazmur bagiMu, ya Tuhan, aku hendak hidup tanpa cela.
Ant.2: Janganlah Kautarik kembali belaskasihanMu, ya Tuhan.
Dan 3,26.27.29.34-41
Ant.2: Janganlah Kautarik kembali belaskasihanMu, ya Tuhan.
Ant.3: Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu.
Mazmur 143 (144), 1-10
Ant.3: Ya Allah, aku hendak melagukan nyanyian baru bagiMu.
Bacaan Singkat (Yes 55,1)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Selamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Selamatkanlah kami dari tangan semua lawan yang membenci kami, ya Tuhan.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SELASA IV SIANG
Madah
Ant.1: Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.
Mazmur 118 (119),137-144
Ant.1: Berbahagialah kamu, jikalau kamu mengetahui dan melaksanakan ini.
Ant.2: Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88) I
Ant.2: Semoga doaku sampai ke hadiratMu, ya Tuhan.
Ant.3: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku.
Mazmur 87 (88) II
Ant.3: Aku berseru kepadaMu, ya Tuhan, janganlah Kausembunyikan wajahMu dari padaku.
Bacaan singkat (1Yoh 3,17-18)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
SELASA IV SORE
Madah
Ant.1: Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem, biarlah tangan kananku dipotong.
Mazmur 136 (137),1-6
Ant.1: Sekiranya aku sampai melupakan dikau, Yerusalem, biarlah tangan kananku dipotong.
Ant.2: Aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat, ya Allahku.
Mazmur 137 (138)
Ant.2: Aku bermazmur bagiMu di hadapan para malaikat, ya Allahku.
Ant.3: Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.
Why 4,11; 5,9.10-12
Ant.3: Layaklah Anakdomba yang disembelih itu menerima kemuliaan dan hormat.
Bacaan Singkat (Kol 3,16)
Ant.Kidung: Kerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Kerjakanlah perbuatan besar bagi kami, ya Tuhan, karena Engkau mahakuasa, dan kuduslah namaMu.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SELASA
Doa Tobat
Madah
Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Paulus VI
Paus · 1897-1978
Giovanni Battista Montini lahir pada tanggal 26 September 1897 di Concesio, dekat Brescia, Italia. Ayahnya seorang pengacara sekaligus wartawan dan anggota parlemen yang aktif dalam Aksi Katolik. Karena kesehatannya lemah, ia belajar dengan cara yang tidak biasa, namun kecerdasannya membawanya ke pusat diplomasi Takhta Suci. Selama bertahun-tahun ia bekerja di Sekretariat Negara Vatikan, lalu diangkat menjadi Uskup Agung Milan dan kemudian kardinal.
Pada tanggal 21 Juni 1963 ia terpilih sebagai paus dan mengambil nama Paulus VI. Tugas terbesarnya adalah melanjutkan Konsili Vatikan II yang dibuka oleh Paus Yohanes XXIII. Dengan tangan yang mantap ia memimpin, meresmikan, dan menutup konsili pada tahun 1965, lalu menerjemahkan hasilnya ke dalam pembaruan liturgi dan tata hidup Gereja. Ia juga paus pertama pada zaman modern yang banyak berkeliling dunia, hingga dijuluki 'Paus Peziarah'.
Pada tahun 1968 ia menerbitkan ensiklik Humanae Vitae yang meneguhkan ajaran Gereja tentang kesucian hidup dan keluarga, sebuah keputusan berani yang ditentang banyak pihak namun teguh ia pertahankan. Ia wafat pada tanggal 6 Agustus 1978. Paus Fransiskus mengkanonisasinya pada tanggal 14 Oktober 2018, dan peringatannya ditetapkan pada tanggal 29 Mei, hari ia ditahbiskan menjadi imam.
Pelindung: diteladani sebagai pembela kehidupan dan pelayan pembaruan Gereja.
Santa Teodosia dari Konstantinopel
Martir
Sebagai martir dari Konstantinopel, Teodosia adalah salah seorang martir dari gereja Katolik Timur. Ia menderita penganiayaan hebat dari para musuh Gereja pada abad kedelapan (745) pada masa pemerintahan kaisar Konstantin V.
Pada tahun 726, kaisar Byzantium Leo III mengeluarkan sebuah dekrit yang melarang pemujaan terhadap gambar-gambar kudus. Putranya Konstantin, yang menggantikan dia terus melanjutkan politiknya dalam memberantas praktek pemujaan terhadap gambar-gambar kudus. Ia memerintahkan pengrusakan atas sebuah lukisan Yesus yang termasyur di biara santo Anastasius di Konstantinopel. Teodosia sebagai seorang biarawati di biara itu mencoba menyembunyikan lukisan itu. Karena itu ia ditangkap dan dianiayan hingga mati.
Santo Max(iminus)
Uskup
Max(iminus) adalah Uskup di kota Trier, Jerman. Ia meninggal di pengasingan ketika dibuang bersama Santo Atanasios dan uskup-uskup lainnya karena melawan bidaah Arianisme. Ia meninggal pada tahun 346.