‹ Semua renungan

Rabu, 30 Mei 2029

Sanggupkah Kamu Minum Cawan Ini?

Ada semangat muda yang berani berkata sanggup sebelum tahu betul apa yang ditawarkan. Ditanya mau memikul tanggung jawab besar, ia langsung menjawab, siap, saya bisa. Keberaniannya tulus, tetapi ia belum tahu berat sebenarnya dari yang ia iyakan.

Yakobus dan Yohanes seperti itu. Mereka meminta duduk di kanan dan kiri Yesus dalam kemuliaan-Nya. Yesus tidak langsung menolak, Ia hanya bertanya, dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum? Dengan mantap mereka menjawab, kami dapat. Mereka membayangkan cawan itu berisi kehormatan, padahal cawan yang Yesus maksud berisi salib. Mereka melamar tempat tertinggi tanpa tahu bahwa jalan ke sana menurun lebih dulu, menembus penderitaan.

Kesepuluh murid lain marah mendengar permintaan itu, mungkin karena diam-diam mereka pun menginginkan hal yang sama. Maka Yesus mengumpulkan mereka dan membalik seluruh gambaran kebesaran. Para penguasa dunia memerintah dengan tangan besi, kata-Nya, tetapi tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar, hendaklah ia menjadi pelayan. Sebab Anak Manusia sendiri datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya.

Dunia mengukur kebesaran dari berapa banyak orang yang harus tunduk pada kita. Yesus mengukurnya dari berapa banyak orang yang kita layani. Sebelum meminta kursi, ada baiknya kita bertanya lebih dulu: sanggupkah aku minum cawannya?

Tuhan, sebelum aku mengejar tempat yang tinggi, ajarilah aku meminum cawan pelayanan seperti Engkau, yang datang bukan untuk dilayani, melainkan melayani. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →