‹ Semua renungan

Kamis, 31 Mei 2029

Yang Dibawa Maria

Ada tamu yang kehadirannya saja sudah mengubah suasana rumah. Belum sempat bicara, pintu baru terbuka, dan seisi rumah sudah ikut cerah. Bukan karena ia membawa oleh-oleh mahal, melainkan karena ada sesuatu yang ia bawa dalam dirinya, sukacita yang menular sebelum sepatah kata pun terucap.

Maria adalah tamu seperti itu, dalam ukuran yang jauh lebih dalam. Segera setelah mengandung, ia bergegas berjalan ke pegunungan menuju rumah Elisabet. Dan begitu salamnya terdengar, sesuatu yang menakjubkan terjadi: bayi dalam rahim Elisabet melonjak kegirangan, dan Elisabet sendiri dipenuhi Roh Kudus. Maria belum menceritakan apa-apa. Ia hanya datang. Tetapi ia membawa Kristus di dalam dirinya, dan kehadiran Kristus itulah yang membuat sukacita melonjak bahkan pada bayi yang belum lahir.

Maria menjadi yang pertama membawa Yesus kepada orang lain, dan ia melakukannya bukan dengan pengumuman besar, melainkan dengan berjalan kaki menempuh pegunungan untuk menemani saudarinya yang sedang hamil tua. Sukacita sejati dalam dirinya langsung berubah menjadi pelayanan. Ia tidak menyimpan kabar gembira, ia mengantarkannya.

Di penutup bulan Maria ini, Bunda mengajar kita hal sederhana. Orang yang sungguh membawa Kristus tidak perlu banyak berkata. Kehadirannya sendiri sudah menghangatkan, dan sukacitanya mengalir menjadi tindakan menolong. Hari ini, ketika kita datang kepada orang lain, apa yang kita bawa dalam diri kita?

Bunda Maria, ajarilah aku membawa Yesus kepada sesama seperti engkau: dengan bergegas, dengan melayani, dan dengan sukacita yang menular. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →