‹ Semua renungan

Jumat, 1 Juni 2029

Rimbun Saja Tidak Cukup

Di banyak pekarangan ada pohon seperti ini. Mangga yang daunnya lebat, teduhnya lebar, tetapi bertahun-tahun tidak pernah berbuah. Enak dipandang, kosong ditunggu.

Hari ini Yesus lapar dan mendekati pohon ara yang rimbun. Dari jauh menjanjikan. Dari dekat hanya daun. Pohon itu kemudian kering sampai ke akarnya. Kisah ini bukan pelajaran botani. Ini perumpamaan yang diperagakan. Sebab sesudah itu Yesus masuk Bait Allah yang ramai luar biasa, dan menyebutnya sarang penyamun. Ramai, tetapi tidak berbuah doa.

Bacaan pertama dari Sirakh memuji orang-orang termasyhur, lalu menyebut kelompok lain: mereka yang lenyap seolah tidak pernah ada. Apa bedanya? Bukan daunnya. Bukan nama besar, jabatan, atau ramainya pujian. Yang tinggal adalah kebajikan yang diwariskan. Santo Yustinus, filsuf abad kedua yang kita kenang hari ini, tidak dikenang karena kepandaiannya berdebat, melainkan karena buahnya: ia berani mati untuk kebenaran yang ia bela.

Maka pertanyaannya sederhana dan agak menusuk. Hidup kita ini rimbun atau berbuah? Sibuk atau bermakna?

Tuhan, jangan biarkan aku puas menjadi pohon yang hanya hijau. Tumbuhkanlah buah yang bisa dimakan orang lain. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →