‹ Semua renungan

Senin, 7 Mei 2029

Kain Ungu dan Pintu Terbuka

Di pasar, penjual kain adalah orang yang tahu betul soal warna dan mutu. Tangannya terbiasa meraba tenunan, matanya jeli membedakan celupan asli dari yang luntur. Pekerjaan menuntut ketelitian dan hitungan untung rugi yang cermat. Bukan tipe orang yang gampang tersentuh.

Lidia adalah pedagang kain ungu, barang mewah pada zamannya. Ia perempuan usaha, punya rumah, punya karyawan. Ketika Paulus berbicara di tepi sungai, Lukas menuliskan bahwa Tuhan membuka hatinya sehingga ia memperhatikan. Dan begitu ia dibaptis, hal pertama yang ia lakukan bukan menyusun rencana muluk, melainkan membuka pintu rumahnya: jika kamu menganggap aku sungguh percaya, marilah menumpang di rumahku. Ia bahkan mendesak sampai para rasul menerimanya.

Iman yang sungguh biasanya cepat berubah menjadi rumah yang terbuka. Bukan sekadar perasaan hangat di dada, melainkan meja yang ditambah kursi, kamar yang disediakan, dapur yang menghidangkan. Lidia tidak menunggu jadi santa dulu baru berbuat. Hari ia percaya, hari itu juga rumahnya jadi tempat singgah Injil.

Barangkali ukuran iman kita bukan seberapa dalam kita merasa, melainkan seberapa lebar pintu kita terbuka bagi orang lain.

Tuhan, seperti Lidia, bukalah hatiku, dan biarlah rumahku ikut terbuka bagi siapa pun yang Kaukirim. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →