Selasa, 8 Mei 2029
Dua Basuhan Satu Malam
Ada malam-malam yang membalik segalanya dalam beberapa jam. Orang yang tadinya menjaga bisa berganti menjadi yang dijaga. Yang tadinya di atas angin bisa mendadak menemukan dirinya di titik terendah, siap mengakhiri hidup.
Kemarin kita berjumpa Lidia yang membuka rumahnya di Filipi. Hari ini, di kota yang sama, Paulus dan Silas justru dijebloskan ke penjara. Kepala penjara mengalami malam yang membalik itu. Gempa mengguncang, semua pintu terbuka, semua belenggu terlepas. Ia menyangka para tahanan kabur dan sudah menghunus pedang untuk bunuh diri. Tetapi Paulus berseru dari dalam gelap, jangan celakakan dirimu, kami semua masih di sini. Tak seorang pun lari, padahal pintu menganga.
Lalu terjadilah dua basuhan dalam satu malam. Kepala penjara membawa Paulus dan Silas keluar, lalu membasuh bilur-bilur di punggung mereka, luka bekas deraan siang tadi. Dan pada jam yang sama, ia dan seluruh keluarganya dibasuh dalam air baptis. Tangan yang tadi mengunci kini merawat luka. Orang yang tadi menahan kini ditahan oleh kasih.
Injil sering bekerja lewat pertukaran kecil semacam ini. Kita membasuh luka orang, dan tanpa sadar sedang dibasuh pula oleh rahmat. Adakah luka seseorang di dekat kita yang menunggu dirawat malam ini?
Tuhan, pakailah tanganku untuk membasuh luka sesama, dan basuhlah aku dari luka yang tak sanggup kusembuhkan sendiri. Amin.