‹ Semua renungan

Rabu, 9 Mei 2029

Sedekat Napas

Ikan barangkali makhluk yang paling tidak menyadari air. Ia berenang, bernapas, hidup seluruhnya di dalam air, justru karena air ada di mana-mana di sekelilingnya. Yang paling meliputi kita sering menjadi yang paling tak kita sadari.

Paulus berdiri di Areopagus, di tengah kota yang penuh patung dewa. Ia tidak mencela, melainkan mengajak berpikir. Allah yang menjadikan langit dan bumi, katanya, tidak tinggal dalam kuil buatan tangan, dan tidak dilayani seolah kekurangan apa-apa. Lalu ia mengucapkan kalimat yang menakjubkan: sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada. Allah bukan sosok jauh yang harus dijangkau dengan tangga tinggi. Ia lebih dekat daripada napas kita sendiri.

Orang Atena mencari Tuhan ke atas, ke patung dan mezbah. Paulus menunjuk ke dalam dan ke sekeliling: Ia tidak jauh dari kita masing-masing. Kita ini bahkan keturunan-Nya.

Sering kita berdoa seolah sedang memanggil ke tempat yang teramat jauh. Padahal kita hidup di dalam Dia, seperti ikan di dalam air. Mungkin doa bukan usaha menjangkau yang jauh, melainkan menyadari yang sudah meliputi kita dari segala sisi.

Tuhan, sadarkanlah aku bahwa aku hidup, bergerak, dan ada di dalam Engkau, sedekat napasku sendiri. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →