Senin, 7 Mei 2029
Senin VI Paskah
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 16:11-15
Lalu kami bertolak dari Troas dan langsung berlayar ke Samotrake, dan keesokan harinya tibalah kami di Neapolis; dari situ kami ke Filipi, kota pertama di bagian Makedonia ini, suatu kota perantauan orang Roma. Di kota itu kami tinggal beberapa hari. Pada hari Sabat kami ke luar pintu gerbang kota. Kami menyusur tepi sungai dan menemukan tempat sembahyang Yahudi, yang sudah kami duga ada di situ; setelah duduk, kami berbicara kepada perempuan-perempuan yang ada berkumpul di situ. Seorang dari perempuan-perempuan itu yang bernama Lidia turut mendengarkan. Ia seorang penjual kain ungu dari kota Tiatira, yang beribadah kepada Allah. Tuhan membuka hatinya, sehingga ia memperhatikan apa yang dikatakan oleh Paulus. Sesudah ia dibaptis bersama-sama dengan seisi rumahnya, ia mengajak kami, katanya: "Jika kamu berpendapat, bahwa aku sungguh-sungguh percaya kepada Tuhan, marilah menumpang di rumahku." Ia mendesak sampai kami menerimanya.
Mazmur Tanggapan Mazmur 149:1-6,9
Bacaan Injil Yohanes 15:26-16:4a
Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku." "Semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya kamu jangan kecewa dan menolak Aku. Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka akan berbuat demikian, karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku. Tetapi semuanya ini Kukatakan kepadamu, supaya apabila datang saatnya kamu ingat, bahwa Aku telah mengatakannya kepadamu."(16-4b) "Hal ini tidak Kukatakan kepadamu dari semula, karena selama ini Aku masih bersama-sama dengan kamu,
Renungan
Kain Ungu dan Pintu Terbuka
Di pasar, penjual kain adalah orang yang tahu betul soal warna dan mutu. Tangannya terbiasa meraba tenunan, matanya jeli membedakan celupan asli dari yang luntur. Pekerjaan menuntut ketelitian dan hitungan untung rugi yang cermat. Bukan tipe orang yang gampang tersentuh.
Lidia adalah pedagang kain ungu, barang mewah pada zamannya. Ia perempuan usaha, punya rumah, punya karyawan. Ketika Paulus berbicara di tepi sungai, Lukas menuliskan bahwa Tuhan membuka hatinya sehingga ia memperhatikan. Dan begitu ia dibaptis, hal pertama yang ia lakukan bukan menyusun rencana muluk, melainkan membuka pintu rumahnya: jika kamu menganggap aku sungguh percaya, marilah menumpang di rumahku. Ia bahkan mendesak sampai para rasul menerimanya.
Iman yang sungguh biasanya cepat berubah menjadi rumah yang terbuka. Bukan sekadar perasaan hangat di dada, melainkan meja yang ditambah kursi, kamar yang disediakan, dapur yang menghidangkan. Lidia tidak menunggu jadi santa dulu baru berbuat. Hari ia percaya, hari itu juga rumahnya jadi tempat singgah Injil.
Barangkali ukuran iman kita bukan seberapa dalam kita merasa, melainkan seberapa lebar pintu kita terbuka bagi orang lain.
Tuhan, seperti Lidia, bukalah hatiku, dan biarlah rumahku ikut terbuka bagi siapa pun yang Kaukirim. Amin.
Invitatorium
SENIN VI PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
MADAH
Ant. 1 Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, Tuhan; datanglah menolong aku, alleluya.
Mazmur 31
Seruan penuh keyakinan orang yang tertekan kepada Allah
Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan roh-Ku (Lukas 23:46).
Ant. Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, Tuhan; datanglah menolong aku, alleluya.
Ant. 2 Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu, alleluya.
Ant. Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu, alleluya.
Ant. 3 Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku, alleluya.
Ant. Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku, alleluya.
BACAAN
RESPONSORIUM Yohanes 13:34; 1 Yohanes 2:10, 3
RESPONSORIUM Yesaya 44:3, 4; Yohanes 4:14
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Bagaikan rusa merindukan sungai, demikianlah hatiku rindu padaMu, ya Allah, alleluya.
Mazmur 41 (42)
Ant.1: Bagaikan rusa merindukan sungai, demikianlah hatiku rindu padaMu, ya Allah, alleluya.
Ant.2: Penuhilah Sion, ya Tuhan, dengan pujian atas karyaMu yang mengagumkan, alleluya.
Sir 36,1-7.13-16
Ant.2: Penuhilah Sion, ya Tuhan, dengan pujian atas karyaMu yang mengagumkan, alleluya.
Ant.3: Kemuliaan Allah menerangi kota suci, dan Anakdomba menjadi pelitanya, alleluya.
Mazmur 18 (19) A
Ant.3: Kemuliaan Allah menerangi kota suci, dan Anakdomba menjadi pelitanya, alleluya.
Bacaan singkat: (Rom 10,8b-10)
Ant.Kidung: Allah memberi kita hidup baru dengan membangkitkan Yesus Kristus dari alam maut. Kita diberi hidup penuh harapan untuk memperoleh warisan yang tidak dapat binasa, alleluya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Allah memberi kita hidup baru dengan membangkitkan Yesus Kristus dari alam maut. Kita diberi hidup penuh harapan untuk memperoleh warisan yang tidak dapat binasa, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SENIN VI SIANG
Madah
Ant.1: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya, alleluya.
Mazmur 118 (119),41-48
Ant.1: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya, alleluya.
Ant.2: MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa, alleluya.
Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - I
Ant.2: MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa, alleluya.
Ant.3: Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku, alleluya.
Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - II
Ant.3: Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku, alleluya.
Bacaan singkat: (Kol 2,9101.12)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
SENIN VI SORE
Madah
Ant.1: Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan, alleluya.
Mazmur 44 (45) I
Ant.1: Terberkatilah yang datang demi nama Tuhan, alleluya.
Ant.2: Berbahagialah orang yang diundang kepada perjamuan Anakdomba, alleluya.
Mazmur 44 (45) II
Ant.2: Berbahagialah orang yang diundang kepada perjamuan Anakdomba, alleluya.
Ant.3: Dari kelimpahan Kristus kita semua menerima rahmat demi rahmat, alleluya.
Ef 1,3-10
Ant.3: Dari kelimpahan Kristus kita semua menerima rahmat demi rahmat, alleluya.
Bacaan singkat: (Ibr 8,1b-3a)
Ant.Kidung: Roh kebenaran yang ke luar dari Bapa akan memberi kesaksian tentang Aku. Kamu juga harus memberi kesaksian, alleluya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Roh kebenaran yang ke luar dari Bapa akan memberi kesaksian tentang Aku. Kamu juga harus memberi kesaksian, alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SENIN
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Beata Rose Venerini
Pengaku Iman
Rose Venerini lahir di Viterbo, Italia pada tahun 1656. Ayahnya, Godfrey Venerini adalah seorang dokter. Di bawah asuhan kedua orangtuanya, Rose berkembanga menjadi seorang putri yang berbudi luhur dan beriman. Ketika menanjak dewasa, ia hendak dikawinkan dengan seorang pemuda. Tetapi kematian terlalu cepat datang menjemput calon suaminya itu. Kematian calon suaminya ini menggerakkan hatinya untuk memasuki kehidupan membiara. Ia bermaksud membaktikan seluruh hidupnya hanya pada Tuhan. Untuk itu ia masuk sebuah biara di Viterbo, daerah asalnya. Tetapi rupa-rupanya cara hidup membiara bukanlah cara hidup yang dikehendaki Tuhan dari padanya. Setelah beberapa lama menjalani kehidupan membiara, Rose terpaksa meninggalkan lagi biara Viterbo, karena ayahnya meninggal dunia. Cinta dan rasa tanggungjawabnya terhadap ibunya memaksa dia untuk pulang ke rumah guna mendampingi ibunya yang mulai hidup menjanda.
Waktu-waktu luang di rumah diisinya dengan mengumpulkan para pemudi tetangganya untuk berdoa rosario dan merenungkan Kitab Suci. Kesempatan baik ini dimanfaatkan pula untuk memberikan bimbingan dan nasehat yang berguna bagi pemudi-pemudi itu. Melihat kegiatan-kegitan Rose ini dan menyadari bakatnya dalam bidang pendidikan, Ignatius Martinelli, seorang imam Yesuit di Viterbo, menyakinkan dia akan panggilan hidupnya yang sesungguhnya, yakni menjadi pendidik dan pembimbing kaum muda. Panggilan menjadi guru lebih cocok baginya daripada panggilan hidup membiara komtemplatif sebagai seorang biarawati. Nasehat dan peneguhan pastor Ignatius ini mengena di hati Rose. Maka sebagai tindak lanjut, Rose bersama dua orang rekannya mendirikan sebuah sekolah untuk para pemudi di Viterbo. Sekolah ini ternyata berjalan dengan baik sekali. Rose ternyata memiliki bakat besar di bidang pendidikan. Bakat ini ditunjang oleh sifat-sifatnya yang baik dan pantang menyerah pada berbagai kesulitan. Keberhasilan usaha ini segera membuat dia dikenal banyak orang dan cintai oleh muridnya.
Kardinal Martinus Barbarigo pun mendengar semua keberhasilan Rose di bidang pendidikan. Karena itu ia segera mengundang Rose dan meminta kesediaannya untuk menatar para guru dan membenahi administrasi sekolah-sekolah yang ada di wilayah Keuskupan Montefiascone. Permintaan Kardinal ini diterimanya dengan senang hati dan dilaksanakannya dengan sangat memuaskan. Kesempatan penataran ini dimanfaatkannya untuk membina relasi dengan para guru. Bahkan lebih jauh penataran ini mendorong dia untuk mendirikan sebuah perkumpulan untuk menghimpun guru-guru. Perkumpulan ini akhirnya didirikan pada tahun 1713.
Setelah lama berkarya di bidang pendidikan, Rose meninggal dunia pada tanggal 7 Mei 1728. Nama baik dan kesucian hidupnya diperkuat dengan banyak tanda mukjizat. Pada tahun 1952, ia dinyatakan sebagai ‘beata’ (Yang Bahagia). Perkumpulan guru-guru yang didirikannya diubah menjadi sebuah Kongregasi Suster. Kongregasi ini kemudian tersebar ke Amerika ketika para suster Venerini bermigrasi ke Amerika.
Santa Gisela
Pengaku Iman
Gisela adalah ratu Hungaria dan ibu dari Santo Emerik. Dengan rajin, ia memajukan karya evangelisasi di seluruh Hungaria. Sepeninggal suaminya, ia dipenjarakan agar tidak terus mewartakan Injil Kristus. Tetapi kemudian ia dibebaskan oleh Kaisar Jerman dan menjadi seorang pemimpin biara.