‹ Semua renungan

Senin, 26 Februari 2029

Takaran Munjung

Di pasar, ada penjual beras yang menakar peres, rata persis di bibir takaran. Ada juga yang menakar munjung: dipadatkan, ditambah lagi, sampai menggunung dan hampir tumpah. Menurut ilmu dagang ia rugi, tetapi langganannya justru paling banyak.

Yesus hari ini berbicara tentang takaran munjung itu: berilah dan kamu akan diberi, suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang, dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Begitulah cara Allah menakar bagi orang yang murah hati. Bukan peres, bukan pas-pasan, melainkan berlimpah sampai tumpah.

Tetapi kalimat sesudahnya membuat kita berpikir: sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu. Kita sendiri yang memilih takarannya. Menghakimi dengan keras, kita akan diukur dengan keras. Mengampuni dengan longgar, kita akan menerima kelonggaran.

Doa Daniel dalam bacaan pertama memperlihatkan sisi Allah yang sama: pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia. Allah menakar kita dengan munjung. Masakan kita menakar sesama dengan peres, bahkan dikurangi?

Hari ini, takaran macam apa yang kita pakai terhadap orang-orang di rumah kita sendiri?

Bapa yang murah hati, ajarilah aku memberi dan mengampuni dengan takaran munjung seperti takaran-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →