Selasa, 27 Februari 2029
Putih Kembali
Siapa pernah mencuci baju putih yang kena noda kunyit, tahu rasanya putus asa. Dikucek berulang kali, direndam semalaman, nodanya hanya memudar, tidak hilang. Ada noda yang memang di luar kemampuan tangan kita.
Justru di titik itulah Yesaya menyampaikan tawaran Allah yang mencengangkan: sekalipun dosamu merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju. Kirmizi adalah pewarna merah tua yang pada zaman itu terkenal paling awet, tidak luntur oleh cucian mana pun. Allah memilih gambar itu dengan sengaja. Dosa yang paling melekat sekalipun sanggup Ia putihkan kembali.
Tetapi perhatikan, tawaran itu datang dengan ajakan: marilah, baiklah kita berperkara. Allah mengajak duduk bersama, bukan lari bersembunyi. Dan pemutihan itu bergandengan dengan langkah nyata: berhentilah berbuat jahat, belajarlah berbuat baik, usahakanlah keadilan, belalah hak anak-anak yatim, perjuangkanlah perkara janda-janda.
Dalam Injil, Yesus menegur mereka yang sibuk tampak putih di luar: jubah kebesaran, tempat terhormat, gelar-gelar. Putih pulasan semacam itu tidak menarik bagi Allah. Yang Ia kerjakan adalah putih dari dalam.
Noda mana dalam hidup kita yang selama ini kita anggap mustahil hilang?
Tuhan, aku datang dengan nodaku yang paling melekat. Putihkanlah aku kembali seperti salju. Amin.