Rabu, 28 Februari 2029
Cawan, Bukan Kursi
Setiap orang tua ingin anaknya duduk di tempat terbaik. Ibu anak-anak Zebedeus pun begitu. Ia datang menyembah Yesus dan mengajukan permohonan: berilah perintah supaya kedua anakku ini duduk di sebelah kanan dan kiri-Mu dalam Kerajaan-Mu.
Yang menyedihkan adalah waktunya. Yesus baru saja berbicara tentang Yerusalem, tentang diserahkan, diolok-olok, disalibkan. Ia bicara salib, mereka bicara kursi. Jawaban Yesus lembut tetapi menusuk: kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan yang harus Kuminum?
Lalu kepada semua murid Ia membalik piramida dunia: pembesar bangsa-bangsa memerintah dengan tangan besi, tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar, hendaklah ia menjadi pelayan. Kata pelayan dalam bahasa Latin adalah minister, dari akar kata yang berarti lebih kecil. Menteri, jabatan yang kita anggap tinggi, aslinya berarti orang yang memperkecil diri untuk melayani.
Yeremia dalam bacaan pertama merasakan pahitnya cawan itu: ia berbuat baik, dibalas persekongkolan. Dan Yesus meminumnya sampai tuntas: memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.
Di masa Prapaskah ini, kita sedang memperebutkan kursi atau belajar mengangkat cawan?
Tuhan Yesus, sembuhkanlah aku dari rebutan kursi, dan beranikanlah aku meminum cawan pelayanan bersama-Mu. Amin.