‹ Semua renungan

Kamis, 1 Maret 2029

Di Depan Pintu

Ada orang yang setiap hari kita lewati tanpa benar-benar kita lihat. Penjaga parkir yang itu-itu juga. Pengemis di lampu merah yang wajahnya sudah hafal. Kita hafal keberadaannya, tetapi tidak pernah hafal namanya.

Injil hari ini menyebut satu nama: Lazarus. Aneh, justru si miskin yang diberi nama, sedangkan si kaya dibiarkan tanpa nama sampai akhir cerita. Lazarus berbaring di depan pintu rumah orang kaya itu. Setiap hari orang kaya itu melangkahinya untuk keluar dan melangkahinya lagi untuk pulang. Ia tidak menendang Lazarus. Ia hanya tidak melihatnya.

Jurang di alam maut itu tidak tiba-tiba menganga sesudah kematian. Jurang itu sudah digali pelan-pelan setiap hari, selebar ambang pintu yang tak pernah diseberangi. Yang memisahkan bukan kejahatan besar, melainkan kebiasaan tidak menoleh.

Yeremia berkata, terberkatilah orang yang mengandalkan Tuhan, ia seperti pohon di tepi air. Akar yang sehat selalu tumbuh ke arah yang kekurangan, mencari air. Hati yang sehat pun begitu, condong ke arah yang menderita.

Hari ini, siapa nama orang yang setiap hari kita lewati?

Tuhan, bukalah mataku pada yang berbaring di depan pintuku. Jangan biarkan aku hafal wajahnya tanpa pernah menyapanya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →