Senin, 26 Februari 2029
Senin II Prapaskah
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Daniel 9:4b-10
Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu! Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu, dan kami tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri. Ya Tuhan, Engkaulah yang benar, tetapi patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri kemana Engkau telah membuang mereka oleh karena mereka berlaku murtad terhadap Engkau. Ya TUHAN, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau. Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia, dan tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya.
Mazmur Tanggapan Mazmur 79:8-9,11,13
Bacaan Injil Lukas 6:36-38
Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati." "Janganlah kamu menghakimi, maka kamupun tidak akan dihakimi. Dan janganlah kamu menghukum, maka kamupun tidak akan dihukum; ampunilah dan kamu akan diampuni. Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur, akan diukurkan kepadamu."
Renungan
Takaran Munjung
Di pasar, ada penjual beras yang menakar peres, rata persis di bibir takaran. Ada juga yang menakar munjung: dipadatkan, ditambah lagi, sampai menggunung dan hampir tumpah. Menurut ilmu dagang ia rugi, tetapi langganannya justru paling banyak.
Yesus hari ini berbicara tentang takaran munjung itu: berilah dan kamu akan diberi, suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang, dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Begitulah cara Allah menakar bagi orang yang murah hati. Bukan peres, bukan pas-pasan, melainkan berlimpah sampai tumpah.
Tetapi kalimat sesudahnya membuat kita berpikir: sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu. Kita sendiri yang memilih takarannya. Menghakimi dengan keras, kita akan diukur dengan keras. Mengampuni dengan longgar, kita akan menerima kelonggaran.
Doa Daniel dalam bacaan pertama memperlihatkan sisi Allah yang sama: pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia. Allah menakar kita dengan munjung. Masakan kita menakar sesama dengan peres, bahkan dikurangi?
Hari ini, takaran macam apa yang kita pakai terhadap orang-orang di rumah kita sendiri?
Bapa yang murah hati, ajarilah aku memberi dan mengampuni dengan takaran munjung seperti takaran-Mu. Amin.
Invitatorium
SENIN II PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
MADAH
Ant. 1 Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolong aku.
Mazmur 31:1-17, 20-25
Seruan penuh keyakinan orang yang tertekan kepada Allah
Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan nyawa-Ku (Lukas 23:46).
Ant. Condongkanlah telinga-Mu dan dengarkanlah aku, ya Tuhan; datanglah menolong aku.
Ant. 2 Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.
Ant. Tuhan, biarlah cahaya wajah-Mu bersinar atas hamba-Mu.
Ant. 3 Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku.
Ant. Terpujilah Tuhan, sebab Ia telah mencurahkan belas kasihan-Nya kepadaku.
BACAAN
RESPONSORIUM Keluaran 15:1, 2, 3
RESPONSORIUM Ibrani 11:24-25, 26, 27
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan bersama)
Ibadat Pagi
MADAH
Ant.1: Bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?
Mazmur 41 (42)
Ant.1: Bilakah aku menghadap dan memandang wajah Allah?
Ant.2: Pandanglah, ya Tuhan, dan kasihanilah kami.
Sir 36,1-7.13-16
Ant.2: Pandanglah, ya Tuhan, dan kasihanilah kami.
Ant.3: Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di bentangan langit.
Mazmur 18 (19) A
Ant.3: Terpujilah Engkau, ya Tuhan, di bentangan langit.
Ant.Kidung: Hendaklah kamu murah hati, seperti Bapamu murah hati.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Hendaklah kamu murah hati, seperti Bapamu murah hati.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SENIN II SIANG
Madah
Ant.1: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya.
Mazmur 118 (119),41-48
Ant.1: Berbahagialah orang yang mendengarkan sabda Allah dan melakukannya.
Ant.2: MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa.
Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - I
Ant.2: MakananKu ialah melakukan kehendak Bapa.
Ant.3: Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku.
Mazmur 39 (40),2-14.17-18 - II
Ant.3: Sekalipun aku miskin dan malang, namun Tuhan memperhatikan daku.
Doa Penutup:
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
SENIN II SORE
MADAH
Ant.1: Tereloklah baginda di antara manusia, tampanlah wajah baginda.
Mazmur 44 (45) I
Ant.1: Tereloklah baginda di antara manusia, tampanlah wajah baginda.
Ant.2: Pengantin datang, songsonglah dia!
Mazmur 44 (45) II
Ant.2: Pengantin datang, songsonglah dia!
Ant.3: Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.
Ef 1,3-10
Ant.3: Allah telah merencanakan kehendakNya untuk menyatukan segala sesuatu dalam diri Kristus sebagai kepala.
Bacaan Singkat: (Rom 12,1-2)
Ant. Kidung: Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena sebagaimana kamu menghakimi orang lain, demikianpun kamu sendiri akan dihakimi.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant. Kidung: Jangan kamu menghakimi, supaya kamu tidak dihakimi. Karena sebagaimana kamu menghakimi orang lain, demikianpun kamu sendiri akan dihakimi.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SENIN
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Mazmur 85 (86)
Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.
Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santo Alexandros
Pengaku Iman
Alexandros dikenal sebagai Patrik kota Aleksandria, Mesir pada abad ke 4 yang gigih membela Gereja dan ajaran yang benar dari rongrongan Arianisme yang menyangkal ketuhanan Yesus.
Santo Didakus Carvalho
Martir
Didakus lahir di Koimbra, Portugal pada tahun 1578. Walaupun masih muda, ia senang sekali dengan kegiatan kegiatan kerohanian gereja, punya semangat merasul yang tinggi serta berhasrat menjadi misionaris di tanah misi agar bisa mengalami kejadian kejadian istimewaseperti yang dialami oleh para misionaris misionaris. Cita citanya ini tercapai pada tahun 1608, tatkala ia tiba di Jepang sebagai seorang imam misionaris. Didakus dikenal sebagai seorang misionaris Yesuit yang unggul. Ia baik dan ramah kepada umatnya, tidak segan terhadap pekerjaan dan perjalanan yang sukar, dan tidak takut menderita. Semua tantangan yang menimpanya bukan alasan untuk mengabaikan tugas pelayanannya kepada umat demi keselamatan mereka dan demi kemuliaan Allah, sebagaimana terungkap di dalam semboyan Serikatnya: Ad Majorem Dei Gloriam (Demi kemuliaan Allah yang lebih besar).
Didakus terutama mewartakan Injil di propinsi-propinsi yang belum pernah mendengar tentang nama Yesus Kristus dan Injil Nya, dan mendirikan Gereja di wilayah wilayah itu. Selain berkarya di Jepang, Didakus juga mewartakan Injil di negeri negeri lain. Penangkapan dan hukuman mati atas dirinya pada tahun 1624 terjadi tatkala ia baru saja kembali dari suatu perjalanan misinya ke luar negeri.
Hukuman mati atas dirinya berlangsung amat keji. Ketika itu musim dingin. Ia dibenamkan ke dalam air sungai yang hampir beku. Setelah seluruh tubuhnya membeku, ia dikeluarkan dari air untuk disesah hingga babak belur, lalu ditenggelamkan lagi ke dalam sungai. Namun Tuhan menyertainya. Martir suci ini, meski penderitaannya hebat menimpa dirinya, ia toh tetap gembira dan menyanyikan lagu lagu mazmur dan menghibur orang orang serani yang datang menyaksikan pelaksanaan hukuman mati atas dirinya. Setelah 12 jam lamanya mengalami penderitaan, Didakus menghembuskan napas terakhirnya sebagai seorang Martir Kristus yang gagah berani pada usia 46 tahun.