‹ Semua renungan

Jumat, 23 Februari 2029

Utang di Buku Warung

Warung di kampung biasanya punya buku kecil berisi catatan utang. Yang jarang disadari, hati kita pun punya buku serupa. Di sana tercatat rapi: kata-kata pedas si A tahun lalu, sikap si B waktu hajatan, janji si C yang tidak ditepati. Buku hati ini malah lebih awet daripada buku warung.

Yehezkiel hari ini membuka cara kerja Allah, dan cara-Nya berkebalikan dengan kita. Jika orang fasik bertobat, segala durhakanya tidak akan diingat-ingat lagi. Allah sanggup menutup buku catatan. Kita justru rajin membukanya kembali.

Maka masuk akal kalau Yesus memberi aturan yang mengejutkan: jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan teringat saudaramu menyimpan sesuatu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu, pergilah berdamai dahulu. Ibadah boleh menunggu, pemulihan tidak. Allah rupanya lebih senang melihat dua orang berjabat tangan daripada menerima persembahan dari hati yang masih menyimpan perkara.

Prapaskah adalah waktu tutup buku. Bukan menunggu orang itu minta maaf lebih dulu, sebab menunggu bisa seumur hidup.

Nama siapa yang masih tercatat di buku hati kita, dan kapan kita berniat mencoretnya?

Tuhan, Engkau tidak mengingat-ingat dosaku. Berilah aku kekuatan untuk berhenti mengingat-ingat kesalahan saudaraku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →