Jumat, 23 Februari 2029
Jumat I Prapaskah
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Yehezkiel 18:21-28
Tetapi jikalau orang fasik bertobat dari segala dosa yang dilakukannya dan berpegang pada segala ketetapan-Ku serta melakukan keadilan dan kebenaran, ia pasti hidup, ia tidak akan mati. Segala durhaka yang dibuatnya tidak akan diingat-ingat lagi terhadap dia; ia akan hidup karena kebenaran yang dilakukannya. Apakah Aku berkenan kepada kematian orang fasik? demikianlah firman Tuhan ALLAH. Bukankah kepada pertobatannya supaya ia hidup? Jikalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan seperti segala kekejian yang dilakukan oleh orang fasik--apakah ia akan hidup? Segala kebenaran yang dilakukannya tidak akan diingat-ingat lagi. Ia harus mati karena ia berobah setia dan karena dosa yang dilakukannya. Tetapi kamu berkata: Tindakan Tuhan tidak tepat! Dengarlah dulu, hai kaum Israel, apakah tindakan-Ku yang tidak tepat ataukah tindakanmu yang tidak tepat? Kalau orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan kecurangan sehingga ia mati, ia harus mati karena kecurangan yang dilakukannya. Sebaliknya, kalau orang fasik bertobat dari kefasikan yang dilakukannya dan ia melakukan keadilan dan kebenaran, ia akan menyelamatkan nyawanya. Ia insaf dan bertobat dari segala durhaka yang dibuatnya, ia pasti hidup, ia tidak akan mati.
Mazmur Tanggapan Mazmur 130:1-8
Bacaan Injil Matius 5:20-26
Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Kamu telah mendengar yang difirmankan kepada nenek moyang kita: Jangan membunuh; siapa yang membunuh harus dihukum. Tetapi Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang marah terhadap saudaranya harus dihukum; siapa yang berkata kepada saudaranya: Kafir! harus dihadapkan ke Mahkamah Agama dan siapa yang berkata: Jahil! harus diserahkan ke dalam neraka yang menyala-nyala. Sebab itu, jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan engkau teringat akan sesuatu yang ada dalam hati saudaramu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu di depan mezbah itu dan pergilah berdamai dahulu dengan saudaramu, lalu kembali untuk mempersembahkan persembahanmu itu. Segeralah berdamai dengan lawanmu selama engkau bersama-sama dengan dia di tengah jalan, supaya lawanmu itu jangan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu menyerahkan engkau kepada pembantunya dan engkau dilemparkan ke dalam penjara. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya engkau tidak akan keluar dari sana, sebelum engkau membayar hutangmu sampai lunas.
Renungan
Utang di Buku Warung
Warung di kampung biasanya punya buku kecil berisi catatan utang. Yang jarang disadari, hati kita pun punya buku serupa. Di sana tercatat rapi: kata-kata pedas si A tahun lalu, sikap si B waktu hajatan, janji si C yang tidak ditepati. Buku hati ini malah lebih awet daripada buku warung.
Yehezkiel hari ini membuka cara kerja Allah, dan cara-Nya berkebalikan dengan kita. Jika orang fasik bertobat, segala durhakanya tidak akan diingat-ingat lagi. Allah sanggup menutup buku catatan. Kita justru rajin membukanya kembali.
Maka masuk akal kalau Yesus memberi aturan yang mengejutkan: jika engkau mempersembahkan persembahanmu di atas mezbah dan teringat saudaramu menyimpan sesuatu terhadap engkau, tinggalkanlah persembahanmu, pergilah berdamai dahulu. Ibadah boleh menunggu, pemulihan tidak. Allah rupanya lebih senang melihat dua orang berjabat tangan daripada menerima persembahan dari hati yang masih menyimpan perkara.
Prapaskah adalah waktu tutup buku. Bukan menunggu orang itu minta maaf lebih dulu, sebab menunggu bisa seumur hidup.
Nama siapa yang masih tercatat di buku hati kita, dan kapan kita berniat mencoretnya?
Tuhan, Engkau tidak mengingat-ingat dosaku. Berilah aku kekuatan untuk berhenti mengingat-ingat kesalahan saudaraku. Amin.
Invitatorium
JUMAT I PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang digoda dan disiksa untuk kita.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Jumat dalam Pekan Pertama Prapaskah
MADAH
PSALMODI
Ant. 1 Bangkitlah, Tuhan, dan datanglah menolong aku.
Ant. Bangkitlah, Tuhan, dan datanglah menolong aku.
Ant. 2 Tuhan yang mahakuasa, berdirilah di sisiku dan belalah aku.
Ant. Tuhan yang mahakuasa, berdirilah di sisiku dan belalah aku.
Ant. 3 Lidahku akan mewartakan kebaikan-Mu sepanjang hari.
Ant. Lidahku akan mewartakan kebaikan-Mu sepanjang hari.
BACAAN
RESPONSORIUM Keluaran 12:7, 13; 1 Petrus 1:18, 19
RESPONSORIUM Yesaya 53:12; Lukas 23:34
Doa Penutup
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
MADAH
Ant.1: Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mesbahMu.
Mazmur 50
Ant.1: Ya Tuhan, terimalah kurban sejati di atas mesbahMu.
Ant.2: Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.
Yes 45,15-26
Ant.2: Seluruh keturunan Israel dinyatakan benar oleh Tuhan dan dimuliakan.
Ant.3: Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.
Mazmur 99
Ant.3: Marilah menghadap Tuhan dengan sukaria.
Bacaan Singkat: (Yes 53,11b-12)
Ant.Kidung: Kalau cara hidupmu tidak lebih suci dari pada cara hidup para ahli kitab dan kaum Farisi, kamu tidak akan masuk kerajaan surga.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Kalau cara hidupmu tidak lebih suci dari pada cara hidup para ahli kitab dan kaum Farisi, kamu tidak akan masuk kerajaan surga.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
JUMAT I SIANG
Madah
Ant.1: Dengan rajin kuikuti perintahMu, sebab Engkau melapangkan hatiku.
Mazmur 118 (119),25-32
Ant.1: Dengan rajin kuikuti perintahMu, sebab Engkau melapangkan hatiku.
Ant.2: Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.
Mazmur 25 (26)
Ant.2: Kepada Tuhan aku percaya, tiada aku goyah.
Ant.3: Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.
Mazmur 27 (29),1-3.6-9
Ant.3: Kepada Tuhan hatiku percaya, dan aku tertolong.
Bacaan Singkat: (Yer 3,12.14a)
Doa Penutup:
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
JUMAT I SORE
MADAH
Ant.1: Sembuhkanlah aku, Tuhan, sebab aku berdosa terhadapMu.
Mazmur 40
Ant.1: Sembuhkan aku, Tuhan, sebab aku berdosa terhadapMu.
Ant.2: Tuhan semesta alam menyertai kita, benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.
Mazmur 45
Ant.2: Tuhan semesta alam menyertai kita, benteng kuatlah bagi kita Allah Yakub.
Ant.3: Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu, ya Tuhan.
Why 15,3-4
Ant.3: Semua bangsa akan datang dan sujud menyembah di hadapanMu, ya Tuhan.
Bacaan Singkat: (Yak 5,16.19-20)
Ant.Kidung: Jika engkau membawa persembahan ke altar dan di situ engkau teringat, bahwa saudaramu sakit hati terhadapmu, maka tinggalkan persembahanmu di depan altar itu dan pergi berdamai dulu dengan saudaramu. Baru sesudah itu datanglah kembali untuk mempersembahkan kurbanmu.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Jika engkau membawa persembahan ke altar dan di situ engkau teringat, bahwa saudaramu sakit hati terhadapmu, maka tinggalkan persembahanmu di depan altar itu dan pergi berdamai dulu dengan saudaramu. Baru sesudah itu datanglah kembali untuk mempersembahkan kurbanmu.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - JUMAT
Doa Tobat
Madah
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 87 (88)
Ant: Siang malam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Yer 14,9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Polikarpus
Uskup dan Martir · ± 69-155
Polikarpus lahir sekitar tahun 69 dari orang tua Kristen. Ia belajar iman langsung dari para rasul dan menjadi murid Santo Yohanes Penginjil. Menurut kesaksian Ireneus dan Eusebius, para rasul sendirilah yang mengutusnya menjadi Uskup Smirna di Asia Kecil. Ia juga sahabat Santo Ignatius dari Antiokhia dan termasuk salah satu Bapa Apostolik, jembatan hidup antara zaman para rasul dan Gereja perdana.
Selama masa panjang menggembalakan umatnya, Polikarpus tekun menjaga ajaran para rasul, mewartakan Injil kepada orang kafir, dan melawan ajaran sesat. Satu-satunya karyanya yang masih ada adalah Surat kepada Jemaat Filipi.
Ketika penganiayaan berkobar pada masa Kaisar Antoninus Pius, Polikarpus ditangkap dan dibawa ke hadapan gubernur. Ia dibujuk agar menyangkal Kristus, namun ia menjawab, Delapan puluh enam tahun aku mengabdi kepada-Nya, dan Ia tidak pernah berbuat jahat kepadaku. Bagaimana mungkin aku menghujat Rajaku yang menyelamatkan aku? Ia lalu dibakar di atas tumpukan kayu, tetapi ketika api tidak juga menghanguskannya, ia ditikam dengan pedang. Ia wafat sebagai martir pada tahun 155. Kisah kematiannya, Martyrium Polycarpi, dipandang sebagai salah satu catatan kemartiran tertua dan paling autentik.
Pelindung: dimohonkan perlindungan terhadap sakit telinga dan penyakit kulit.
Santo Polikarpus
Uskup Smirna dan Martir · ± 69–155
Polikarpus adalah salah satu jembatan hidup antara para Rasul dan Gereja perdana: menurut kesaksian muridnya, ia diajar langsung oleh Rasul Yohanes. Ia menjadi Uskup Smirna (kini Izmir, Turki) dan dihormati sebagai gembala yang bijaksana, penjaga ajaran para rasul di tengah penganiayaan Romawi. Suratnya kepada jemaat Filipi masih terpelihara.
Kemartirannya, dicatat dalam salah satu kisah martir tertua yang bertahan, sangat menyentuh. Saat hendak ditangkap di usia lanjut, ia justru menjamu para prajurit dan minta waktu untuk berdoa. Di hadapan gubernur yang memintanya mengutuk Kristus demi selamat, ia menjawab: Delapan puluh enam tahun aku melayani Dia, dan Ia tak pernah berbuat jahat kepadaku. Bagaimana aku bisa menghujat Rajaku yang telah menyelamatkanku? Ia dibakar di tiang; ketika api tak menyentuhnya, ia ditikam. Ia wafat sekitar tahun 155.
Pelindung: melawan sakit telinga dan disentri.
Santo Polykarpus
Uskup dan Martir
Polykarpus adalah seorang Uskup Gereja perdana di Smyrna (Turki). Murid Santo Yohanes penginjil ini memimpin Gereja di Smyrna sampai meletusnya kekacauan yang didalangi oleh para musuh gereja pada tahun 155. Ia sendiri pun ditangkap oleh orang-orang itu.
Ketika di tangkap, ia tidak memberikan perlawanan apapun, bahkan ia tersenyum dan menjamu para penangkapnya dengan makanan yang lezat. Kepada mereka, Ia berkata: Jadilah kehendak Tuhan atas diriku. Ia memohon agar kepadanya diberikan waktu sedikit untuk berdoa. Setelah itu, ia dibelenggu dan diarak ke tengah tengah orang banyak menuju kediaman prokonsul untuk diadili.
Sewaktu diadili, prokonsul dengan keras memaksanya untuk menhujat Yesus dan mempersembahkan kurban kepada dewa dewi Romawi. Ia dengan tegas berkata: Sudah delapan puluh enam tahun saya mengabdi Kristus, dan tidak pernah saya alami Kristus berbuat salah kepadaku. Bagaimana mungkin saya menghujat Raja dan Penyelamatku? Tuhanku Yesus Kristus tidak hanya berkata: Bertahanlah dan teguhlah dalam imanmu; cintailah sesamamu; berbelaskasihanlah kepada sesamamudan bersatulah di dalam kebenaran, melainkan Dirinya sendiri dijadikan contoh yang mencolok mata tentang semuanya itu.
Mendengar kata kata Polykarpus, prokonsul berang dan segera menjatuhkan hukuman bakar atas diri Polykarpus. Hukuman ini tidak sedikitpun menggetarkan hati Polykarpus, karena ia tahu bahwa kebenaran ada dipihaknya. Ia bahkan mensyukuri peristiwa tragis ini.
Berita pembunuhan terhadap diri Polykarpus ini tersebar ke seleruh umat Smyrna. Seluruh umat memang menyesalkan tindakan prokonsul itu, tetapi mereka tidak patah semangat untuk tetap mengimani Kristus. Mereka saling meneguhkan dengan mengedarkan selebaran berikut: Kristus kita sembah karena Dia Putera Allah. Para Martir kita sayangi sebagai murid Kristus karena imannya yang tak terperikan kepada Kristus, Raja dan Tuhan, hingga titik darah penghabisan. Semoga kitapun menjadi kawan dan rekan mereka dalam menanggung semua penderitaan yang ditimpakan kepada kita.
Di atas kubur Polykarpus, mereka menulis: Dirimu kami cintai melebihi berlian, kami sayangi melebihi emas permata, dan kami baringkan tubuhmu yang suci di tempat yang layak bagimu. Di tempat ini ingin kami berkumpul dengan gembira untuk merayakan ulang tahun wafatmu sebagai martir Kristus yang Jaya.
Santo Willigis
Pengaku Iman
Willigis adalah seorang anak dari orang kebanyakan; namun ia berhasil menjadi kanselir tiga orang Kaisar Jerman. Negarawan bijaksana ini berhasil menjaga keamanan seluruh negeri. Sebagai Uskup Mainz dan wakil Paus, ia mengangkat Uskup Uskup yang baik, mendirikan gereja gereja dan membangun banyak jembatan. Ia membangun sekolah sekolah untuk memajukan ilmu. Willigis menegakkan tata tertib dan memajukan kegiatan penghormatan pada Tuhan.