Kamis, 22 Februari 2029
Kursi yang Melayani
Kursi adalah benda yang paling sering diperebutkan, padahal bentuknya sederhana. Kursi kepala kantor, kursi ketua panitia, kursi dewan. Orang berebut bukan demi kayunya, melainkan demi kuasa yang duduk di atasnya.
Hari ini Gereja merayakan pesta yang namanya terdengar aneh: Takhta Santo Petrus. Yang dirayakan tentu bukan mebelnya, melainkan pelayanan Petrus dan para penggantinya sebagai penjaga kesatuan Gereja. Takhta itu berdiri di atas sebuah pengakuan iman: Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Kepada Simon yang mengaku itulah Yesus berkata: engkau adalah Petrus, dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku.
Menarik sekali mendengar Petrus sendiri di masa tuanya menasihati para penatua. Ia tidak berbicara seperti orang yang mabuk kursi. Katanya: gembalakanlah kawanan domba Allah, jangan dengan paksa, jangan karena mau mencari keuntungan, janganlah berbuat seolah-olah kamu mau memerintah, jadilah teladan. Orang yang pernah jatuh dan diampuni memang biasanya memimpin dengan lembut.
Kita semua punya kursi masing-masing: di rumah, di tempat kerja, di lingkungan. Pertanyaannya sama untuk semua orang: kursi itu kita pakai untuk dilayani atau untuk melayani?
Tuhan, jagalah Bapa Suci dan semua gembala umat-Mu, dan ajarilah kami memakai setiap kursi untuk melayani. Amin.