Sabtu, 24 Februari 2029
Matahari untuk Semua Atap
Matahari pagi tidak pernah pilih-pilih atap. Ia menyinari rumah orang saleh dan rumah orang yang kemarin menipu kita, dengan kehangatan yang sama persis. Hujan pun begitu, turun ke sawah orang jujur dan orang curang tanpa membedakan.
Yesus menunjuk kenyataan sehari-hari itu sebagai potret hati Bapa: Ia menerbitkan matahari bagi orang yang jahat dan orang yang baik, dan menurunkan hujan bagi orang yang benar dan orang yang tidak benar. Lalu datanglah perintah yang paling sulit dalam Injil: kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu.
Kemarin kita diajak berdamai dengan saudara sebelum membawa persembahan. Hari ini Yesus melangkah lebih jauh lagi: bukan hanya saudara, musuh pun dikasihi. Sebab mengasihi orang yang mengasihi kita, kata Yesus, pemungut cukai juga bisa. Yang membedakan murid Kristus adalah kasih yang melampaui hitungan.
Kitab Ulangan menyebut kita umat kesayangan Allah. Dan anak biasanya mewarisi wajah bapanya. Anak-anak dari Bapa yang seperti matahari mestinya ikut bersinar ke semua arah.
Adakah satu nama yang paling berat kita doakan? Mulailah justru dari nama itu hari ini.
Bapa, jadikanlah hatiku seperti matahari-Mu, yang menghangatkan bahkan orang yang menyakitiku. Amin.