Senin, 22 Januari 2029
Dituntun Masuk Kota
Ada pemandangan yang selalu mengharukan: orang dewasa yang gagah dituntun berjalan. Tangan yang biasa memerintah kini berpegangan pada tangan orang lain.
Saulus berangkat ke Damsyik sebagai orang yang memegang kendali penuh. Surat kuasa di tangan, rencana matang, langkah pasti. Lalu cahaya tengah hari itu merebahkannya. Ketika ia bangun, matanya tidak melihat, dan Kisah Para Rasul mencatat kalimat yang luar biasa: kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik.
Sang pemburu masuk kota sebagai orang yang dituntun. Inilah pertobatan pertama Paulus, yang kita rayakan hari ini, sebelum segala khotbah dan perjalanannya: belajar tidak memegang kendali. Tiga hari ia buta, menunggu, bergantung. Lalu Allah mengutus Ananias, manusia biasa, untuk membuka matanya. Rasul sebesar Paulus pun menerima terang lewat tangan orang lain.
Kita sering mengira iman yang kuat berarti selalu tahu jalan. Kisah Damsyik berkata sebaliknya. Kadang Allah merebahkan rencana kita justru supaya kita mau dituntun. Kehilangan kendali, ternyata, bisa menjadi pintu rahmat.
Di bagian hidup yang mana kita paling sulit melepas kemudi?
Tuhan, kalau perlu, rebahkanlah rencanaku, asal sesudah itu tangan-Mu yang menuntun aku. Amin.