Senin, 22 Januari 2029

Pesta Pertobatan S. Paulus

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 22:3-16

"Aku adalah orang Yahudi, lahir di Tarsus di tanah Kilikia, tetapi dibesarkan di kota ini; dididik dengan teliti di bawah pimpinan Gamaliel dalam hukum nenek moyang kita, sehingga aku menjadi seorang yang giat bekerja bagi Allah sama seperti kamu semua pada waktu ini. Dan aku telah menganiaya pengikut-pengikut Jalan Tuhan sampai mereka mati; laki-laki dan perempuan kutangkap dan kuserahkan ke dalam penjara. Tentang hal itu baik Imam Besar maupun Majelis Tua-Tua dapat memberi kesaksian. Dari mereka aku telah membawa surat-surat untuk saudara-saudara di Damsyik dan aku telah pergi ke sana untuk menangkap penganut-penganut Jalan Tuhan, yang terdapat juga di situ dan membawa mereka ke Yerusalem untuk dihukum. Tetapi dalam perjalananku ke sana, ketika aku sudah dekat Damsyik, yaitu waktu tengah hari, tiba-tiba memancarlah cahaya yang menyilaukan dari langit mengelilingi aku. Maka rebahlah aku ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang berkata kepadaku: Saulus, Saulus, mengapakah engkau menganiaya Aku? Jawabku: Siapakah Engkau, Tuhan? Kata-Nya: Akulah Yesus, orang Nazaret, yang kauaniaya itu. Dan mereka yang menyertai aku, memang melihat cahaya itu, tetapi suara Dia, yang berkata kepadaku, tidak mereka dengar. Maka kataku: Tuhan, apakah yang harus kuperbuat? Kata Tuhan kepadaku: Bangkitlah dan pergilah ke Damsyik. Di sana akan diberitahukan kepadamu segala sesuatu yang ditugaskan kepadamu. Dan karena aku tidak dapat melihat oleh karena cahaya yang menyilaukan mata itu, maka kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik. Di situ ada seorang bernama Ananias, seorang saleh yang menurut hukum Taurat dan terkenal baik di antara semua orang Yahudi yang ada di situ. Ia datang berdiri di dekatku dan berkata: Saulus, saudaraku, bukalah matamu dan melihatlah! Dan seketika itu juga aku melihat kembali dan menatap dia. Lalu katanya: Allah nenek moyang kita telah menetapkan engkau untuk mengetahui kehendak-Nya, untuk melihat Yang Benar dan untuk mendengar suara yang keluar dari mulut-Nya. Sebab engkau harus menjadi saksi-Nya terhadap semua orang tentang apa yang kaulihat dan yang kaudengar. Dan sekarang, mengapa engkau masih ragu-ragu? Bangunlah, berilah dirimu dibaptis dan dosa-dosamu disucikan sambil berseru kepada nama Tuhan!

Mazmur Tanggapan Mazmur 117:1-2

Pujilah TUHAN, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa!
Sebab kasih-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan TUHAN untuk selama-lamanya. Haleluya!

Bacaan Injil Markus 16:15-18

Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh."

Renungan

Dituntun Masuk Kota

Ada pemandangan yang selalu mengharukan: orang dewasa yang gagah dituntun berjalan. Tangan yang biasa memerintah kini berpegangan pada tangan orang lain.

Saulus berangkat ke Damsyik sebagai orang yang memegang kendali penuh. Surat kuasa di tangan, rencana matang, langkah pasti. Lalu cahaya tengah hari itu merebahkannya. Ketika ia bangun, matanya tidak melihat, dan Kisah Para Rasul mencatat kalimat yang luar biasa: kawan-kawan seperjalananku memegang tanganku dan menuntun aku ke Damsyik.

Sang pemburu masuk kota sebagai orang yang dituntun. Inilah pertobatan pertama Paulus, yang kita rayakan hari ini, sebelum segala khotbah dan perjalanannya: belajar tidak memegang kendali. Tiga hari ia buta, menunggu, bergantung. Lalu Allah mengutus Ananias, manusia biasa, untuk membuka matanya. Rasul sebesar Paulus pun menerima terang lewat tangan orang lain.

Kita sering mengira iman yang kuat berarti selalu tahu jalan. Kisah Damsyik berkata sebaliknya. Kadang Allah merebahkan rencana kita justru supaya kita mau dituntun. Kehilangan kendali, ternyata, bisa menjadi pintu rahmat.

Di bagian hidup yang mana kita paling sulit melepas kemudi?

Tuhan, kalau perlu, rebahkanlah rencanaku, asal sesudah itu tangan-Mu yang menuntun aku. Amin.

Invitatorium

SENIN III PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah kita menghadap wajah Tuhan dengan lagu syukur.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Senin dalam Pekan Biasa, untuk Peringatan Santo Timotius dan Titus, Uskup

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Gembalaku, Raja cinta,
Kebaikan-Nya tak pernah pudar.
Tak kurang suatu pun bagiku jika aku milik-Nya,
dan Dia milikku selamanya.

Di mana aliran air hidup mengalir,
jiwaku yang ditebus Dia pimpin;
dan di mana padang rumput hijau tumbuh,
dengan makanan surgawi Dia beri.

Sesat dan bodoh, sering aku menyimpang,
namun dalam cinta Dia mencariku;
dan di bahu-Nya dengan lembut Dia letakkan,
dan pulang, bersukacita, Dia bawaku.

Dalam lembah gelap kematian aku tak takut celaka,
dengan-Mu, Tuhan terkasih, di sisiku;
tongkat dan gada-Mu tetap penghiburku,
salib-Mu di depan untuk membimbingku.

Engkau menghidangkan meja di hadapanku;
rahmat urapan-Mu Engkau berikan;
dan oh, betapa sukacita yang meluap
dari piala-Mu yang murni!

Maka sepanjang hari-hari,
kebaikan-Mu tak pernah pudar;
Gembala Baik, semoga aku menyanyikan pujian-Mu
di dalam rumah-Mu selamanya.

PSALMODI

Ant. 1 Allah kita akan menyatakan diri; Dia tidak akan datang dalam keheningan.

Mazmur 50

Cinta sejati akan Allah

Aku datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya (lihat Matius 5:17)

I
Allah segala allah, Tuhan,
telah berfirman dan memanggil bumi,
dari terbitnya matahari sampai terbenamnya.
Dari keindahan Sion yang sempurna Dia bersinar.
Allah kita datang, Dia tidak berdiam diri lagi.
Di hadapan-Nya api melahap,
di sekeliling-Nya badai mengamuk.
Dia memanggil langit dan bumi
untuk menyaksikan penghakiman-Nya atas umat-Nya.
“Kumpulkan di hadapan-Ku umat-Ku
yang telah mengadakan perjanjian dengan-Ku melalui kurban.”
Langit memberitakan keadilan-Nya,
sebab Allah sendiri adalah Hakim.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Allah kita akan menyatakan diri; Dia tidak akan datang dalam keheningan.

Ant. 2 Persembahkanlah kepada Allah kurban pujian.

II
“Dengarkanlah, umat-Ku, Aku akan berbicara;
Israel, Aku akan bersaksi melawanmu,
sebab Akulah Allah, Allahmu.
Aku menuduhmu, mengajukan dakwaan di hadapanmu.
Aku tidak menemukan kesalahan pada kurban-kurbanmu,
persembahan-persembahanmu selalu di hadapan-Ku.
Aku tidak meminta lebih banyak lembu jantan dari peternakanmu,
pun tidak kambing dari antara kawananmu.
Sebab Aku memiliki semua binatang hutan,
ribuan binatang di bukit-bukit-Ku.
Aku mengenal semua burung di langit,
semua yang bergerak di padang adalah milik-Ku.
Jika Aku lapar, Aku tidak akan memberitahumu,
sebab Aku memiliki dunia dan segala isinya.
Apakah kamu pikir Aku makan daging lembu,
atau minum darah kambing?
Persembahkanlah kurban syukurmu kepada Allah
dan bayarlah nazar-nazar-Mu kepada-Nya.
Panggillah Aku pada hari kesesakan.
Aku akan membebaskanmu dan kamu akan menghormati Aku.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Persembahkanlah kepada Allah kurban pujian.

Ant. 3 Aku menghendaki hati yang penuh kasih lebih dari kurban, pengetahuan akan jalan-jalan-Ku lebih dari kurban bakaran.

III
Tetapi Allah berfirman kepada orang fasik:
“Tetapi bagaimana kamu dapat mengucapkan perintah-perintah-Ku
dan mengambil perjanjian-Ku di bibirmu,
kamu yang membenci hukum-Ku
dan membuang firman-Ku ke angin,
kamu yang melihat pencuri dan pergi bersamanya;
yang bersekutu dengan pezina,
yang melepaskan mulutmu untuk kejahatan
dan lidahmu merencanakan kejahatan,
kamu yang duduk dan memfitnah saudaramu
dan memfitnah anak ibumu sendiri.
Kamu melakukan ini, dan haruskah Aku berdiam diri?
Apakah kamu pikir Aku sama denganmu?
Perhatikanlah ini, kamu yang tidak pernah memikirkan Allah,
jangan sampai Aku menangkapmu dan kamu tidak dapat melarikan diri;
kurban syukur menghormati Aku
dan Aku akan menunjukkan keselamatan Allah kepada orang yang jujur.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Bapa, terimalah kami sebagai kurban pujian, agar kami dapat menjalani hidup tanpa beban dosa, berjalan di jalan keselamatan, dan selalu bersyukur kepada-Mu.

Ant. Aku menghendaki hati yang penuh kasih lebih dari kurban, pengetahuan akan jalan-jalan-Ku lebih dari kurban bakaran.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenungkan dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Engkau akan mendengar firman dari mulut-Ku.

Engkau akan memberitahukan kepada orang lain apa yang telah Aku katakan.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Ulangan

24:1-25:4

Perintah-perintah mengenai sesama
Musa berbicara kepada umat, katanya:
“Apabila seorang laki-laki mengambil seorang perempuan menjadi istrinya dan bersetubuh dengannya, kemudian ia tidak menyukai perempuan itu karena menemukan sesuatu yang tidak senonoh padanya, lalu ia menulis surat cerai dan menyerahkannya kepadanya, sehingga ia mengusir perempuan itu dari rumahnya: jika setelah meninggalkan rumahnya ia pergi dan menjadi istri laki-laki lain, dan suami kedua itu pun tidak menyukainya dan mengusirnya dari rumahnya dengan menyerahkan surat cerai tertulis kepadanya; atau jika laki-laki kedua yang telah menikahinya itu meninggal; maka suami pertamanya, yang telah mengusirnya, tidak boleh lagi mengambilnya sebagai istrinya setelah ia menjadi najis. Itu adalah kekejian di hadapan Tuhan, dan kamu tidak boleh mendatangkan kesalahan seperti itu atas tanah yang Tuhan, Allahmu, berikan kepadamu sebagai warisan.”
“Apabila seorang laki-laki baru saja menikah, ia tidak perlu pergi berperang, pun tidak boleh dibebani tugas umum apa pun. Ia harus dibebaskan selama satu tahun demi keluarganya, untuk membawa sukacita bagi istri yang telah dinikahinya.”
“Tidak seorang pun boleh mengambil batu gilingan tangan atau bahkan batu atasnya sebagai jaminan utang, sebab ia akan mengambil nafkah si berutang sebagai jaminan.”
“Jika ada orang yang tertangkap menculik sesama orang Israel untuk memperbudaknya dan menjualnya, penculik itu harus dihukum mati. Demikianlah kamu harus membersihkan kejahatan dari tengah-tengahmu.”
“Dalam serangan kusta kamu harus berhati-hati untuk mengamati dengan tepat dan melaksanakan semua petunjuk imam-imam Lewi. Berhati-hatilah untuk bertindak sesuai dengan petunjuk yang telah Kuberikan kepada mereka. Ingatlah apa yang Tuhan, Allahmu, lakukan kepada Miryam dalam perjalanan setelah kamu meninggalkan Mesir.”
“Apabila kamu memberikan pinjaman apa pun kepada sesamamu, kamu tidak boleh masuk ke rumahnya untuk menerima jaminan darinya, tetapi harus menunggu di luar sampai orang yang kamu beri pinjaman itu membawa jaminannya ke luar kepadamu. Jika ia orang miskin, kamu tidak boleh tidur dengan jubah yang ia berikan sebagai jaminan, tetapi harus mengembalikannya kepadanya saat matahari terbenam agar ia sendiri dapat tidur dengannya. Maka ia akan memberkatimu, dan itu akan menjadi perbuatan baikmu di hadapan Tuhan, Allahmu.”
“Kamu tidak boleh menipu pekerja upahan yang miskin dan membutuhkan, baik ia salah satu dari bangsamu sendiri maupun salah satu dari orang asing yang tinggal di komunitasmu. Kamu harus membayar upahnya setiap hari sebelum matahari terbenam pada hari itu juga, karena ia miskin dan menantikannya. Jika tidak, ia akan berseru kepada Tuhan melawanmu, dan kamu akan dianggap bersalah.”
“Bapa-bapa tidak boleh dihukum mati karena anak-anak mereka, pun anak-anak karena bapa-bapa mereka; hanya karena kesalahannya sendiri seorang laki-laki harus dihukum mati.”
“Kamu tidak boleh melanggar hak orang asing atau anak yatim, pun tidak mengambil pakaian seorang janda sebagai jaminan. Sebab, ingatlah, kamu pernah menjadi budak di Mesir, dan Tuhan, Allahmu, menebusmu dari sana; itulah sebabnya Aku memerintahkanmu untuk mematuhi peraturan ini.”
“Apabila kamu menuai hasil panen di ladangmu dan melupakan seikat gandum di sana, kamu tidak boleh kembali untuk mengambilnya; biarkanlah itu untuk orang asing, anak yatim, atau janda, agar Tuhan, Allahmu, memberkatimu dalam segala usahamu. Apabila kamu memetik buah zaitunmu, kamu tidak boleh melewati dahan-dahan itu untuk kedua kalinya; biarkanlah yang tersisa untuk orang asing, anak yatim, dan janda. Apabila kamu memetik anggurmu, kamu tidak boleh melewati kebun anggur itu untuk kedua kalinya; biarkanlah yang tersisa untuk orang asing, anak yatim, dan janda. Sebab ingatlah bahwa kamu pernah menjadi budak di Mesir; itulah sebabnya Aku memerintahkanmu untuk mematuhi peraturan ini.”
“Apabila ada perselisihan di antara orang-orang dan mereka membawanya ke pengadilan, dan keputusan diberikan kepada mereka yang membebaskan pihak yang tidak bersalah dan menghukum pihak yang bersalah, jika yang terakhir pantas dicambuk, hakim harus menyuruhnya berbaring dan di hadapannya menerima jumlah cambukan yang pantas untuk kesalahannya. Empat puluh cambukan boleh diberikan kepadanya, tetapi tidak lebih; jangan sampai, jika ia dicambuk lebih dari itu, kerabatmu dianggap tercela karena beratnya cambukan itu.”
“Kamu tidak boleh memasang moncong pada lembu ketika ia mengirik gandum.”

RESPONSORIUM Lihat Markus 12:32-33; Sirakh 35:4-5

Guru, Engkau telah mengatakan kebenaran kepada kami: hanya ada satu Allah, dan kami harus mengasihi-Nya dengan segenap hati kami;

mengasihi sesama seperti diri sendiri lebih dari kurban bakaran atau kurban apa pun.
Membalas kebaikan adalah seperti persembahan tepung halus. Tuhan Allah senang melihat kami berpaling dari kejahatan.

Mengasihi sesama seperti diri sendiri lebih dari kurban bakaran atau kurban apa pun.
Bacaan Kedua

Dari homili Santo Yohanes Krisostomus, uskup

Aku telah berjuang dalam perjuangan yang baik
Meskipun terkurung dalam penjara sempit, Paulus berdiam di surga. Ia menerima pukulan dan luka lebih mudah daripada orang lain meraih hadiah. Penderitaan ia cintai sebanyak hadiah; bahkan ia menganggapnya sebagai hadiahnya, dan karena itu menyebutnya rahmat atau karunia. Renungkanlah apa artinya ini. Berangkat dan bersama Kristus tentu saja adalah hadiah, sementara tetap dalam daging berarti perjuangan. Namun demikianlah kerinduannya akan Kristus sehingga ia ingin menunda hadiahnya dan tetap berada di tengah perjuangan; itulah prioritasnya. Sekarang, terpisah dari persekutuan Kristus berarti perjuangan dan rasa sakit bagi Paulus; bahkan, itu adalah penderitaan yang lebih besar daripada perjuangan atau rasa sakit apa pun. Di sisi lain, bersama Kristus adalah hadiah yang tak tertandingi. Namun, demi Kristus, Paulus memilih perpisahan.
Tetapi, Anda mungkin berkata: “Karena Kristus, Paulus menemukan semua ini menyenangkan.” Aku tidak dapat menyangkal itu, karena ia memperoleh kesenangan yang luar biasa dari apa yang menyedihkan kita. Aku tidak perlu hanya memikirkan bahaya dan kesulitan. Itu benar bahkan untuk kesedihan yang mendalam yang membuatnya berseru: Siapa yang lemah yang tidak aku bagi kelemahannya? Siapa yang tersandung yang tidak aku bakar dengan kemarahan?
Aku mendesak Anda untuk tidak hanya mengagumi tetapi juga meniru teladan kebajikan yang luar biasa ini, karena, jika kita melakukannya, kita juga dapat berbagi mahkotanya.
Apakah Anda terkejut dengan perkataanku bahwa jika Anda memiliki jasa Paulus, Anda akan berbagi hadiah yang sama? Maka dengarkanlah Paulus sendiri: Aku telah berjuang dalam perjuangan yang baik, aku telah menyelesaikan perlombaan, aku telah memelihara iman. Selanjutnya mahkota kebenaran menanti aku, dan Tuhan, yang adalah hakim yang adil, akan memberikannya kepadaku pada hari itu — dan bukan hanya kepadaku, tetapi kepada mereka yang merindukan kedatangan-Nya. Anda lihat bagaimana ia memanggil semua untuk berbagi kemuliaan yang sama?
Sekarang, karena mahkota kemuliaan yang sama ditawarkan kepada semua, marilah kita dengan sungguh-sungguh berusaha untuk menjadi layak menerima berkat-berkat yang dijanjikan ini.
Dalam memikirkan Paulus kita tidak boleh hanya mempertimbangkan kebajikan-kebajikan mulia dan luhurnya atau kehendak yang kuat dan siap yang menyiapkannya untuk rahmat-rahmat yang begitu besar. Kita juga harus menyadari bahwa ia berbagi sifat kita dalam segala hal. Jika kita melakukannya, maka bahkan apa yang sangat sulit akan tampak mudah dan ringan bagi kita; kita akan bekerja keras selama waktu singkat yang kita miliki di bumi dan suatu hari kita akan mengenakan mahkota yang tidak dapat rusak, yang tidak fana. Ini akan kita lakukan oleh rahmat dan belas kasihan Tuhan kita Yesus Kristus, kepada-Nya segala kemuliaan dan kuasa milik sekarang dan selalu sepanjang segala abad. Amin.

RESPONSORIUM 1 Timotius 6:11-12; Titus 2:1

Hai manusia Allah, engkau harus mengejar kesucian, kebaikan, kesetiaan, kasih,

kesabaran dan kelemahlembutan.

Berjuanglah dalam perjuangan iman yang baik, dan raihlah hadiah hidup yang kekal.
Beritakanlah hanya ajaran yang sehat.

Berjuanglah dalam perjuangan iman yang baik, dan raihlah hadiah hidup yang kekal.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang telah menghiasi Santo Timotius dan Titus

dengan kebajikan-kebajikan apostolik,

karuniakanlah melalui perantaraan keduanya,

agar, hidup dengan adil dan saleh di zaman sekarang ini,

kami layak mencapai tanah air surgawi kami.

Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Sumber cahaya mulia
Yang menerangi dunia
Malam Kauhentikan sudah
Kauterbitkan fajar cerah.

Engkaulah terang sejati
Melebihi matahari
Dasar lubuk hati kami
Kausinari Kauselami

Terangilah diri kami
Ya Bapa yang murah hati
Dengan rahmat dan kasihMu
Agar selamat selalu

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Dalam ikatan Roh suci
Sepanjang seluruh hari. Amin.

Ant.1: Berbahagialah orang yang diam di rumahMu, ya Tuhan.

Mazmur 83 (84)

Betapa menyenangkan kediamanMu,*
ya Tuhan semesta alam!

Hatiku rindu mendambakan pelataran rumah Tuhan,*
jiwa ragaku bersorak-sorai kepada Allah yang hidup.

Bahkan burung pipit mendapat tempat,*
dan burung layang-layang bersarang di rumahMu.

Mereka meletakkan anak-anaknya dekat mezbahMu,*
yan Tuhan semesta alam, rajaku dan Allahku.

Berbahagialah orang yang diam di rumahMu,*
yang selalu memuji Engkau.

Berbahagialah orang yang menimba kekuatan dari padaMu,*
yang suka berziarah ke rumahMu.

Lembah kering yang mereka lintasi,*
berubah menjadi sumber air berkat hujan pertama.

Mereka berjalan dari kota ke kota,*
hendak menghadap Allah di gunung Sion.

Tuhan, Allah semesta alam, dengarkanlah doaku,*
condongkanlah telingaMu, ya Allah Yakub.

Lihatlah, ya Allah, raja agung,*
pandanglah raja yang Kauurapi.

Lebih baik satu hari di pelataranMu,*
dari pada seribu hari di tempat lain.

Lebih baik berdiri di ambang pintu rumah Allah,*
dari pada diam di rumah orang berdosa.

Sebab Tuhan Allah adalah raja yang agung dan murah hati,*
Ia memberikan kasih dan kemuliaan.

Tuhan menganugerahkan kebahagiaan,*
kepada orang yang hidup tanpa cela.

Tuhan semesta alam,*
berbahagialah orang yang percaya kepadaMu.

Ant.1: Berbahagialah orang yang diam di rumahMu, ya Tuhan.

Ant.2: Marilah kita naik ke gunung Tuhan.

Yes 2,2-5

Pada akhir zaman, gunung Tuhan akan berdiri kokoh kuat,+
di antara puncak gunung-gemunung,*
dan menjulang tinggi di atas semua bukit.

Semua bangsa akan mengalir ke sana,*
dan banyak kaum akan datang seraya berkata:

"Mari kita berziarah ke gunung Tuhan,*
naik ke rumah Allah Yakub.

Semoga Ia menunjukkan jalanNya kepada kita,*
dan kita akan mengikuti bimbinganNya".

Sebab dari gunung Sion lahirlah hukum,*
dan dari Yerusalem sabda Tuhan.

Tuhan akan menguasai semua bangsa,*
dan menghakimi sekalian rakyat.

Mereka akan menempa pedangnya menjadi cangkul,*
dan tombaknya menjadi sabit.

Bangsa yang satu takkan menghunus pedang lawan bangsa yang lain,*
dan mereka takkan lagi mengadakan latihan perang.

Hai keluarga Yakub, datanglah ke mari,*
marilah kita hidup dalam cahaya Tuhan.

Ant.2: Marilah kita naik ke gunung Tuhan.

Ant.3: Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah namaNya.

Mazmur 95 (96)

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan!+
Bernyanyilah bagi Tuhan, hai seluruh bumi!*
Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah namaNya.

Kabarkanlah setiap hari keselamatan Tuhan,+
ceritakanlah kemuliaanNya di antara bangsa-bangsa,*
dan karyaNya yang agung di antara segala suku.

Sebab Tuhan mahaagung dan sangat terpuji,+
Ia dahsyat melebihi segala dewata!*
Sebab dewa-dewa para bangsa sesunggguhnya tidak ada.

Tuhan yang menciptakan langit,+
agung dan semaraklah Ia,*
kekuatan dan kemuliaan memenuhi rumahNya yang kudus.

Sampaikanlah kepada Tuhan, hai segala suku bangsa,+
sampaikanlah kepada Tuhan kemuliaan dan kuasa,*
serukanlah namaNya yang mulia.

Bawalah persembahan, masuklah di pelataran rumahNya,+
bersembahsujudlah kepada hadiratNya,*
gemetarlah di hadapan Tuhan, hai seluruh bumi.

Katakanlah di antara para bangsa: "Tuhanlah raja!+
Ia meneguhkan jagat, tak tergoyangkan,*
Ia menghakimi para bangsa dengan adil".

Bersukalah langit, bergembiralah bumi!*
Bergemuruhlah lautan beserta isinya!

Bersoraklah ladang dan segala tumbuhannya,*
bergembiralah segala pohon di hutan.

Bersukarialah di hadapan Tuhan, sebab Ia datang,*
Ia datang menghakimi dunia.

Ia akan menghakimi dunia dengan adil,*
dan para bangsa dengan tepat.

Ant.3: Bernyanyilah bagi Tuhan, pujilah namaNya.

Bacaan Singkat (Yak 2,12-13)

Berbicaralah dan bertindaklah sebagai orang yang akan dihakimi oleh hukum yang membebaskan. Sebab keputusan yang tak berbelaskasihan akan berlaku atas orang yang tidak berbelaskasihan. Tetapi belaskasihan akan menang atas keputusan itu.

Lagu Singkat

P: Terpujilah Tuhan,* Dari awal mula sampai selama-lamanya. U: Terpujilah. P: Sebab agunglah karya tanganNya. U: Dari awal mula sampai selama-lamanya. P: Kemuliaan. U: Terpujilah.

Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, Allah kita.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Terpujilah Tuhan, Allah kita.

Doa Permohonan

Allah menempatkan manusia di dunia ini supaya bekerja sehati sejiwa demi kemuliaan Tuhan. Marilah kita berdoa dengan sungguh-sungguh dan berkata:
U: Semoga kami memuliakan Dikau, ya Tuhan.
P: Allah, pencipta alam semesta, kami memuji Engkau, sebab Engkau telah mengaruniakan keperluan hidup setiap hari kepada kami,* dan Engkau memelihara jiwa kami sampai saat ini.
P: Pandanglah kami, yang hendak memulai pekerjaan harian kami,* supaya kami bekerja sesuai dengan kehendakMu.
P: Semoga usaha kami pada hari ini berguna bagi saudara-saudara kami,* sehingga kami bersama-sama membangun dunia yang berkenan padaMu.
P: Dampingilah kami dan semua orang yang akan kami jumpai hari ini,* dan anugerahilah kami sukacita dan damai.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan Allah, raja surga dan dunia, bimbinglah dan kuduskanlah, pimpinlah dan tuntunlah jiwa dan raga kami, hati dan tangan kami, perkataan dan perbuatan kami. Semoga kami selalu mentaati perintahMu dan bekerja menurut sabdaMu. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

SENIN III SIANG

Madah

Engkau Tuhan raja mulya
Yang mengatur segalanya
Fajar pagi Kauterbitkan
Panas siang Kaukobarkan.

Padamkan api sengketa
Yang memisahkan sesama
Teguhkan s'mangat berpadu
Yang menyatukan sekutu.

Kabulkanlah doa kami
Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Aku selalu mengindahkan perintahMu, ya Tuhan, sebab dengan sabdaMu Engkau menghidupkan daku.

Mazmur 118 (119),89-96

Ya Tuhan, firmanMu bertahan selama-lamanya,*
tetap teguh melebihi surga.

KesetiaanMu berlaku turun-temurun,*
kokoh kuat melebihi bumi.

Firman dan kesetiaanMu tetap bertahan,*
segala-galanya mengabdi kepadaMu.

Sekiranya hukumMu bukan kesayanganku,*
niscaya aku binasa dalam sengsaraku.

Untuk selamanya aku takkan melupakan sabdaMu,*
sebab dengan sabdaMu Engkau menghidupkan daku.

MilikMulah aku, maka selamatkan daku,*
sebab aku selalu mengindahkan perintahMu.

Orang berdosa mengikhtiarkan kebinasaanku,*
tetapi aku memperhatikan ketetapanMu.

Kulihat segala kesempurnaan ada batasnya,*
tetapi perintahMu sempurna tanpa batas.

Ant.1: Aku selalu mengindahkan perintahMu, ya Tuhan, sebab dengan sabdaMu Engkau menghidupkan daku.

Ant.2: Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku.

Mazmur 70 (71) I

Padamu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sekali-kali aku dikecewakan.

Bebaskan dan belalah aku, karena Engkau adil,*
dengarkan dan selamatkanlah aku!

Jadilah bagiku tempat berteduh,+
gua perlindungan yang aman,*
sebab Engkaulah kekuatan dan pertahananku.

Ya Allah, luputkanlah aku dari tangan orang berdosa,*
dari cengkeraman orang lalim dan bengis

Sebab Engkaulah harapanku, ya Tuhan,*
kepercayaanku sejak masa mudaku.

KepadaMulah aku bertopang sejak dikandung ibuku,+
sejak aku lahir Engkaulah kekuatanku,*
Engkau selalu kupuji.

Bagi banyak orang aku menjadi sasaran serangan,*
tetapi Engkaulah tempat perlindunganku yang aman.

Aku selalu menyanyikan pujian kepadamu,*
memuliakan Dikau sepanjang hari.

Janganlah menolak aku pada masa tuaku,*
jangan tinggalkan daku, bila kekuatanku surut.

Sebab musuhku sudah bersekongkol melawan daku,*
orang yang mengincar nyawaku berunding bersama:

"Allah telah meninggalkan dia,*
kejar dan tangkaplah dia, sebab tak ada pembelanya".

Ya Allah, janganlah jauh dari padaku,*
Allahku, segeralah menolong aku!

Ant.2: Tuhan, Engkaulah kepercayaanku, sejak masa mudaku.

Ant.3: Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku.

Mazmur 70 (71) II

Tuhan, aku selalu berharap padaMu,*
dan meningkatkan pujianMu.

Aku menceritakan keadilanMu sepanjang hari,*
mewartakan karya keselamatanMu yang tak terduga.

Aku datang ke rumah Allah yang megah,*
untuk mewartakan karya Tuhan yang luhur.

Ya Tuhan, sejak kecil aku Kaubimbing,*
dan sampai sekarang aku mewartakan kebijaksanaanMu.

Semoga juga pada masa tuaku,*
aku tidak Kautinggalkan, ya Allah,

agar aku masih dapat mewartakan kekuasaanMu,*
kepada semua yang datang ke rumahMu yang megah.

KeadilanMu, ya Allah, menjangkau awan,+
karena Engkau melakukan perbuatan yang agung,*
ya Allah, siapakah menyamai Engkau?

Engkau membiarkan daku mengalami banyak kesusahan dan malapetaka,*
namun Engkau akan menghidupkan daku kembali.

Engkau akan mengangkat aku dari alam maut,*
menguatkan dan menghibur aku di masa tuaku.

Maka aku akan bersyukur kepadaMu dengan iringan celempung,*
atas kesetiaanMu, ya Allahku.

Aku akan memetik kecapi bagiMu,*
Allah Israel yang kudus.

Bibirku akan bersorak gembira sambil bermazmur bagiMu,*
dan hatiku yang Kauselamatkan akan bersorak-sorai.

Dan juga lidahku akan menuturkan keadilanMu sepanjang hari,*
sebab Engkau mempermalukan orang yang merencanakan celakaku.

Ant.3: Semoga juga pada masa tuaku, tidak Kautinggalkan daku.

Bacaan singkat (2Kor 13,11)

Saudara-saudaraku, bersukacitalah, berlakulah dengan sempurna, terbukalah bagi nasihat. Hendaklah kamu sehati sejiwa, dan hiduplah dalam damai. Maka Allah, sumber kasih dan damai, akan menyertai kamu.

P: Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar.
U: TelingaNya kepada seruan mereka.

Doa Penutup

Allah, Engkaulah Tuhan panenan dan pemelihara kebun anggur, Engkau membagikan tugas dan memberi balas jasa. Semoga kami bekerja keras sepanjang hari dan tidak bersungut-sungut melawan keputusanMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sore

SENIN III SORE

Madah

Allah pencipta semesta
Yang mengatur segalanya
Siang Kauhiasi terang
Malam Kaujadikan tenang.

S'moga istirahat kami
Membuat kuat kembali
Jiwa raga yang tertekan
Oleh beban pekerjaan.

Hari mengayunkan langkah
Malam mendekatlah sudah
Kami menyanyikan lagu
Untuk bersyukur padaMu.

Kabulkanlah doa kami
Ya Bapa yang baik hati
Bersama Putra dan RohMu
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant.1: Kita memandang Tuhan sampai Ia mengasihani.

Mazmur 122 (123)

KepadaMu kutengadahkan mataku,*
ya Tuhan, yang bersemayam di surga.

Seperti hamba memandang tuannya,*
dan sahaya memandang majikannya,

demikian kita memandang Tuhan Allah,*
sampai Ia mengasihani.

Kasihanilah kami, ya Tuhan, kasihanilah kami,*
sebab sudah banyak kami dihina.

Sudah banyak kami diolok-olok orang yang angkuh,*
dan dihina orang yang sombong.

Ant.1: Kita memandang Tuhan sampai Ia mengasihani.

Ant.2: Penolong kita ialah Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

Mazmur 123 (124)

Sekiranya Tuhan tidak memihak kita,*
ketika musuh bangkit melawan kita,

mereka pasti sudah menelan kita hidup-hidup,*
ketika amarahnya menyala-nyala terhadap kita.

Air pasang pasti sudah menghanyutkan kita,*
dan sungai sudah melanda kita.

Kita pasti sudah tenggelam,*
ditelan banjir yang meluap-luap.

Terpujilah Tuhan, yang tidak menyerahkan kita,*
menjadi mangsa mereka!

Kita terlepas dari mereka,*
seperti burung dari jerat penangkap.

Jerat telah putus,*
dan kitapun terlepas.

Penolong kita ialah Tuhan,*
yang menjadikan langit dan bumi.

Ant.2: Penolong kita ialah Tuhan, yang menjadikan langit dan bumi.

Ant.3: Allah telah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.

Ef 1,3-10

Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus,+
yang telah memberkati kita dalam Kristus,*
dengan segala berkat rohani di surga.

Sebab dalam Kristus, Allah telah memilih kita,+
sebelum menciptakan jagat raya,*
supaya kita kudus dan tak bercela di hadapanNya.

Dengan cinta, Allah telah menentukan kita menjadi puteraNya,+
dengan perantaraan Yesus Kristus,*
karena kerelaan kehendakNya.

Supaya terpujilah rahmatNya yang mulia,+
yang dianugerahkanNya kepada kita,*
dalam Putera yang dikasihiNya.

Dalam Kristus, kita telah memperoleh penebusan berkat darahNya,+
yaitu pengampunan atas segala pelanggaran kita,*
menurut kekayaan rahmatNya yang dilimpahkanNya kepada kita.

Dengan segala hikmat dan kebijaksanaan,+
Allah telah menyatakan rencana kehendakNya kepada kita,*
Sekadar kerelaan yang diikhtiarkanNya dalam Kristus sejak dahulu.

Untuk menggenapkan segala jaman,+
yaitu menyatukan segala sesuatu di surga dan di bumi,*
dalam diri Kristus sebagai kepala.

Ant.3: Allah telah memilih kita menjadi anakNya dengan perantaraan PuteraNya.

Bacaan Singkat (Yak 4,11-12)

Saudara-saudara, janganlah kamu saling memfitnah! Barang siapa memfitnah saudaranya atau menghakiminya, ia mencela hukum dan main hakim atas hukum. Dan jika engkau main hakim atas hukum, maka engkau bukanlah pelaksana hukum, tetapi hakimnya. Padahal hanya ada satu pembuat hukum dan hakim, yaitu Allah yang berkuasa menyelamatkan dan membinasakan. Tetapi siapakah engkau, sehingga engkau mau menghakimi sesamamu manusia?

Lagu Singkat

P: Sembuhkanlah jiwaku,* Sebab aku telah berdosa. U: Sembuhkanlah. P: Aku berkata: Tuhan, kasihanilah aku. U: Sebab aku telah berdosa. P: Kemuliaan. U: Sembuhkanlah.

Ant. Kidung: Aku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hambaNya yang hina ini.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant. Kidung: Aku mengagungkan Tuhan, sebab Allah memperhatikan daku, hambaNya yang hina ini.

Doa Permohonan

Kristus hendak menyelamatkan semua manusia. Maka hendaklah kita berdoa kepadaNya dengan tulus ikhlas:
U: Tariklah semua makhluk kepadaMu, ya Tuhan.
P: Terpujilah Engkau, Tuhan, sebab Engkau telah menebus kami dari perhambaan dosa dengan darahMu yang berharga,* kurniailah kami kebebasan dan kemuliaan putera Allah.
P: Curahkanlah rahmatMu kepada uskup kami... dan kepada semua uskup GerejaMu,* supaya mereka dengan semangat dan gembira hati melakukan tugas pengabdian mereka.
P: Bimbinglah semua orang yang mencari kebenaran, supaya mereka menemukannya juga,* dan tetap berpegang teguh padanya.
P: Tuhan, bantulah para yatim piatu, para janda dan semua orang yang kesepian,* supaya mereka mengalami kehadiranMu dan semakin berpaut padaMu.
P: Terimalah kiranya arwah saudara-saudara kami ke dalam Yerusalem surgawi,* di mana Engkau bersama Bapa dan Roh kudus menjadi segala-galanya untuk semua orang.

Bapa Kami

Doa Penutup

Ya Allah, Engkau sudah selayaknya disebut cahaya yang tak kunjung pudar. Maka kami mohon kepadaMu sore ini: terangilah kiranya kegelapan hati kami, dan dalam kemurahanMu lupakanlah kejahatan kami. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - SENIN

Doa Tobat

P: Tuhan Yesus Kristus, Engkau diutus menyembuhkan orang yang remuk-redam.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Engkau datang memanggil orang yang berdosa.
Kristus, kasihanilah kami.
U: Kristus, kasihanilah kami.
P: Engkau duduk di sisi Bapa sebagai pengantara kami.
Tuhan, kasihanilah kami.
U: Tuhan, kasihanilah kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Mazmur 85 (86)

Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, jawablah aku,*
sebab aku miskin dan bersengsara.

Perliharalah aku, karena aku mengasihi Engkau,*
selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.

Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhanku,*
kepadaMulah aku berseru sepanjang hari.

Gembirakanlah hati hambaMu,*
sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Sebab Engkau baik hati dan suka mengampuni, ya Tuhanku,*
Engkau penuh kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah suara permohonanku.

Pada hari kesesakan aku berseru kepadaMu,*
sebab Engkau pasti menjawab aku.

Tidak ada dewata yang menyamai Engkau, ya Tuhanku,*
tak ada karya yang setara dengan karyaMu.

Segala bangsa akan datang menyembah Engkau,*
dan akan memuliakan namaMu, ya Tuhanku.

Sungguh agung Engkau dan megah karyaMu,*
Engkaulah Allah, dan tiada lain.

Ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan,*
agar aku hidup setia dan takwa dengan sebulat hati.

Aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku, ya Allah, Tukanku,*
dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.

Sebab kasih setiaMu berlimpah terhadapku,*
Engkau melepaskan daku dari alam maut.

Ya Allah, orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku,+
segerombolan orang sombong ingin mencabut nyawaku,*
mereka tidak mengindahkan Dikau.

Tetapi Engkaulah Allah, penyayang dan pengasih,+
Tuhan yang sabar, penuh kasih dan setia,*
perhatikan dan kasihanilah aku!

Curahkanlah kekuatanMu kepada hambaMu,*
dan selamatkanlah putera sahayaMu.

Nyatakanlah suatu tanda kebaikan bagiku,+
supaya musuhku melihatnya dan menjadi malu,*
semoga Engkau menolong dan menghibur aku, ya Tuhan.

Ant: Tuhan, Engkau sabar dan penuh kasih setia.

Bacaan singkat (1Tes 5,9-10)

Kita ditetapkan Allah untuk memperoleh keselamatan demi Tuhan kita Yesus Kristus. Kristus telah wafat untuk kita, supaya kita tetap hidup bersatu dengan Dia, baik waktu berjaga maupun waktu tidur.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Ya Tuhan, berilah kami istirahat yang menyegarkan badan. Semoga benih sabdaMu yang kami taburkan dalam kegiatan kami pada hari ini, Kautumbuhkan sampai berbuah masak bagi panenanMu yang abadi. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam, Maria, penuh rahmat,
Tuhan sertamu.
Terpujilah engkau di antara wanita,
dan terpujilah buah tubuhmu, Yesus.
Santa Maria, bunda Allah,
doakanlah kami yang berdosa ini,
sekarang dan waktu kami mati.

Santo-Santa

Santo Anastasius

Martir

Anastasius berasal dari negeri Parsi. Semenjak mudanya ia menjalani hidup sebagai prajurit dalam dinas militer raja Parsi. Raja Parsi inilah yang merebut Yerusalem pada tahun 614, dan merampas Salib Suci dan membawanya ke negeri Parsi.

Dengan niat yang Suci, Anastasius menyelidiki Salib Suci Yesus itu. Ia bertanya kepada siapa saja tentang siapa yang pernah bergantung di salib itu. Dalam hatinya ia bertanya, Mengapa raja membawa salib itu ke negerinya? Salib ini tentunya punya nilai yang luhur dan mulia, sehingga raja berjuang untuk memperolehnya Dari orang yang ditanyainya, Anastasius memperoleh berita bahwa Salib itu adalah Salib Yesus Kristus, seorang pemuda dari Nazareth yang disiksa dan dibunuh oleh orang-orang Yahudi karena Dia menyebut diri-Nya sebagai Anak Allah yang Mahatinggi. Pemuda itulah yang disembah orang-orang Kristen sebagai Tuhannya.

Mendengar berita itu, Anastasius segera menarik diri dari ketentaraannya Raja Parsi, lalu meninggalkan tanah airnya dan pergi ke Syria. Baginya, Salib itu memiliki suatu kebenaran. Di kota Hierapolis, Anastasius tertegun kagum akan gambar-gambar kudus para martir yang terbunuh karena imannya akan Yesus Kristus itu. Gambar-gambar itu membangkitkan dalam dirinya suatu keyakinan dan iman yang kokoh akan kebenaran agama Kristen. Ia lalu menyerahkan dirinya untuk dibaptis menjadi Kristen dan menjadi seorang pertapa. Ia menyesalkan kehidupan masa lampaunya dan berusaha menjadi seperti Kristus, Tuhannya.

Ketika ia berziarah ke tempat-tempat suci yang pernah dikunjungi Yesus semasa hidupnya, ia ditangkap oleh orang-orang Parsi. Ia dituduh menjadi penyebar Injil Yesus Kristus, dan mencela kebohongan agama orang Parsi. Ia dibawa ke Persia. Di kota Betsalun, ia disiksa dan kemudian di bunuh bersama-sama dengan 68 orang Kristen lainnya. Peristiwa ini terjadi pada tahun 628.

Santo Vinsensius Palloti

Pengaku Iman

Vinsensius lahir pada tanggal 21 April 1795. Meskipun kesehatannya sering terganggu dan banyak kesempatan tersedia baginya untuk menjadi orang penting dalam masyarakat, namun imamat menjadi satu-satunya cita-cita dan pilihan hidupnya.

Pada zamannya, ada kebiasaan umum, orang (umat) mengikuti sekelompok imam untuk berkarya di Roma secara sukarela. Vinsensius menjalani hidupnya dengan cara ini untuk beberapa lama. Setelah beberapa tahun ia bekerja dengan cara ini, Vinsensius menerima perjanjian kerja di Gereja Neapolitan di Roma. Pada tahun 1835, ia mendirikan Serikat Kerasulan Katolik, sebuah organisasi untuk kaum awam dan imam-imam, yang diabdikan pada tugas penyebaran iman dan peningkatan penghayatan nilai keadilan sosial. Serikat ini merupakan perintis gerekan Aksi Katolik.

Sebagai pemimpin Serikat Kerasulan Gereja Katolik, Vinsensius mengabdikan dirinya pada karya di rumah-rumah sakit, melayani para serdadu, dan mengelola pusat-pusat kesehatan dan rumah-rumah para jompo. Ia juga berusaha menciptakan kondisi-kondisi kerja yang baik bagi para buruh, dengan mendirikan perkumpulan- perkumpulan kaum buruh.

Vinsensius juga banyak membantu dalam aksi pengumpulan bantuan bagi para misionaris, seperti pakaian misa, buku-buku dan uang. Ia mengorganisir kelompok-kelompok penerbit Katolik untuk mengirimkan buku-buku kepada para misionaris.

Disamping menjadi Bapa Pengakuan Pribadi bagi Sri Paus, Vinsensius juga dikenal baik oleh para kardinal, imam dan kaum awam sebagai seorang pembimbing rohani yang masyur. Tugas pokoknya adalah memberikan bimbingan mingguan kepada para pelajar di dua seminari di Roma.

Seratus tahun setelah kematiannya pada tanggal 22 Januari 1850, Vinsensius digelari Beato oleh Sri Paus Pius XII. Kemudian oleh Sri Paus Yohanes XXIII, ia ditetapkan sebagai santo pada tahun 1963.