Selasa, 23 Januari 2029
Keluarga yang Melebar
Kata orang, darah lebih kental daripada air. Keluarga sedarah memang harta. Tetapi hidup juga mengajarkan hal lain: ada tetangga yang lebih sigap daripada saudara kandung, ada sahabat yang lebih setia daripada kerabat.
Yesus hari ini seakan mengesahkan pengalaman itu. Ketika ibu dan saudara-saudara-Nya mencari Dia, Ia memandang orang-orang yang duduk mengelilingi-Nya dan berkata: ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku. Barangsiapa melakukan kehendak Allah, dialah saudara-Ku, dialah ibu-Ku.
Ia tidak sedang menolak Maria. Justru Maria orang pertama yang memenuhi ukuran itu: terjadilah padaku menurut perkataanmu. Yesus sedang melebarkan meja keluarga. Ikatan yang paling dalam bukan lagi darah, melainkan kehendak Allah yang sama-sama dijalankan.
Timotius dan Titus, yang kita kenang hari ini, adalah bukti hidupnya. Keduanya bukan sanak Paulus. Yang satu anak campuran Yahudi dan Yunani, yang lain orang Yunani tulen. Tetapi Paulus menyapa mereka: anakku yang sah dalam iman. Keluarga baru itu nyata, lahir dari Injil yang sama.
Gereja kita pun dimaksudkan seperti itu: keluarga yang pintunya terus melebar. Siapa yang sedang Tuhan titipkan untuk kita sebut saudara?
Bapa, lebarkanlah meja keluargaku, sampai setiap orang yang melakukan kehendak-Mu kusebut saudara. Amin.