‹ Semua renungan

Rabu, 24 Januari 2029

Penabur yang Boros

Petani mana pun tahu, benih itu mahal. Tidak ada yang sengaja menebarnya di pinggir jalan atau di tengah semak duri. Benih disimpan untuk tanah yang sudah dicangkul baik-baik.

Karena itu penabur dalam perumpamaan Yesus terdengar aneh. Ia menabur ke mana-mana. Jalan, batu, semak, tanah baik, semua kebagian. Boros sekali. Tetapi justru di situ kabar baiknya: Allah tidak menyeleksi tanah dulu sebelum menabur. Firman-Nya dihamburkan juga ke hati yang keras, yang dangkal, yang penuh duri. Setiap jengkal tanah diberi kesempatan.

Kemarin kita mendengar bahwa kita dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Kristus. Hari ini surat Ibrani meneruskannya: oleh satu korban saja Ia menyempurnakan kita. Kemurahan yang sama tampak dalam cara-Nya menabur: tidak berhitung.

Santo Fransiskus dari Sales, yang dikenang hari ini, meniru keborosan itu. Bertahun-tahun berkarya nyaris tanpa hasil, ia terus menulis dan menyapa dengan lembut. Katanya, setetes madu menarik lebih banyak daripada setong cuka. Ia menabur terus, dan tanah yang dulu batu perlahan menjadi subur.

Tanah bisa berubah. Itu kuncinya. Maka jangan cepat memvonis hati orang, juga hati sendiri. Tugas kita menabur dan menggemburkan. Allah yang menumbuhkan.

Tuhan, jadikanlah aku penabur yang murah hati, yang tidak pelit menabur kebaikan di tanah mana pun. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →