‹ Semua renungan

Minggu, 17 Desember 2028

Daftar Nama Panjang

Coba bacakan silsilah Yesus dengan suara keras. Empat puluh dua nama, banyak di antaranya sukar dilafalkan. Abraham, Ishak, Yakub, terus sampai Yusuf. Sepintas ia terdengar seperti daftar yang membosankan, bagian Injil yang paling sering dilompati orang. Tetapi justru di daftar panjang inilah tersembunyi kabar sukacita hari Minggu Gaudete.

Kata Gaudete berarti bersukacitalah. Di tengah Adven yang serius, Gereja menyalakan lilin merah muda dan berkata, sukacita sudah di ambang pintu. Dan Injil menaruh sukacita itu bukan di awan yang jauh, melainkan di sebuah pohon keluarga yang berakar di tanah, penuh nama yang nyata dengan kisahnya masing-masing.

Perhatikan siapa saja yang ada dalam daftar itu. Ada Abraham yang pernah berbohong soal istrinya. Ada Yehuda yang menjual saudaranya. Ada Daud yang merebut istri Uria. Ada Rahab, perempuan sundal, dan Rut, orang asing. Matius sengaja tidak menyensor. Ia mencantumkan nama-nama yang seharusnya memalukan sebuah keluarga terhormat.

Inilah sukacita Gaudete yang sesungguhnya. Allah tidak menunggu sebuah keluarga yang bersih untuk masuk ke dalamnya. Ia justru menganyam keselamatan lewat orang-orang yang penuh cela, lewat kisah-kisah yang bengkok. Silsilah ini seolah berkata: bila Allah bisa memakai orang-orang seperti ini, Ia pun bisa memakai orang seperti aku.

Kita cenderung membayangkan bahwa untuk dipakai Allah, seseorang harus lebih dulu membereskan seluruh riwayatnya. Silsilah ini mematahkan anggapan itu. Allah tidak menunggu kita menjadi bersih. Ia masuk justru ke dalam kekusutan, dan dari sanalah Ia mulai menenun. Matius bahkan menata semuanya dalam tiga kali empat belas keturunan, sebuah hitungan yang rapi untuk menutupi sejarah yang sama sekali tidak rapi.

Nubuat tua kepada Yehuda sudah menyimpan janji itu: "Tongkat kerajaan tidak akan beranjak dari Yehuda sampai dia datang yang berhak atasnya." Janji itu berjalan pelan, dari nama ke nama, selama ribuan tahun, melewati orang kudus dan orang berdosa, sampai akhirnya tiba pada "Yusuf suami Maria, yang melahirkan Yesus yang disebut Kristus". Tuhan tidak terburu-buru, dan tidak juga malu pada jalan yang panjang.

Bila kita membaca daftar hidup kita sendiri, dengan segala nama yang membuat malu, mungkinkah Allah sedang menganyam sesuatu yang indah justru dari sana?

Tuhan, Engkau tidak malu memasuki keluarga manusia dengan segala celanya. Bersukacitalah hatiku, sebab bila Engkau memakai orang-orang berdosa dalam silsilah-Mu, Engkau pun sanggup memakai aku. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →