‹ Semua renungan

Senin, 18 Desember 2028

Yusuf yang Diam

Kemarin kita menyusuri silsilah panjang sampai ke "Yusuf suami Maria". Hari ini kita berhenti pada Yusuf itu sendiri. Dan yang segera terasa: dalam seluruh Injil, Yusuf tidak pernah sekali pun berkata-kata. Tak ada satu kalimat pun dari mulutnya yang dicatat. Ia hanya bertindak. Justru dalam diamnya, kita belajar banyak tentang iman.

Yusuf menghadapi kabar yang meruntuhkan. Tunangannya mengandung, dan bukan dari dia. Sebagai orang yang tulus hati, ia tak mau mempermalukan Maria. Maka ia memilih menceraikannya diam-diam. Sebuah keputusan yang sudah sangat baik menurut ukuran manusia: melindungi, tidak membalas, tidak menyebar aib.

Tetapi Allah meminta lebih. Lewat mimpi, malaikat berkata: "Janganlah takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus." Dan Yusuf, tanpa satu kata bantahan, bangun dan melakukannya.

Kadang kita mengira iman selalu tampak seperti kata-kata besar dan perasaan yang meluap. Yusuf mengajarkan iman yang lain: iman yang berupa ketaatan sunyi. Bangun dari tidur, lalu mengerjakan apa yang diminta, walau belum sepenuhnya mengerti.

Adakah rencanaku yang sudah kuanggap benar, yang hari ini Tuhan minta untuk kuubah dalam ketaatan yang diam?

Tuhan, berilah aku iman seperti Yusuf, yang tidak banyak bicara tetapi bangun dan taat, walau belum sepenuhnya paham jalan-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →