‹ Semua renungan

Rabu, 11 Oktober 2028

Belajar Memanggil Bapa

Salah satu kata pertama yang diajarkan orang tua kepada bayinya adalah panggilan untuk diri mereka sendiri. Sebelum bisa menyusun kalimat, si kecil sudah dilatih menyebut 'Pak' atau 'Bu'. Panggilan itu bukan sekadar bunyi; ia membuka seluruh relasi. Sekali seorang anak tahu bagaimana memanggil, ia tahu ke mana harus berlari saat takut.

Para murid meminta sesuatu yang mengharukan: Tuhan, ajarlah kami berdoa. Mereka tidak minta rumus sihir atau kata-kata yang hebat. Dan Yesus memulai pelajaran doa itu justru dari sebuah panggilan: Bapa. Dalam bahasa yang dipakai Yesus, sapaan itu terdengar akrab dan hangat, sedekat seorang anak kecil menyebut ayahnya, bukan gelar resmi yang berjarak.

Di situlah letak seluruh rahasianya. Sebelum meminta apa pun, doa lebih dahulu menegaskan siapa kita di hadapan Allah: bukan hamba yang gemetar, melainkan anak yang pulang. Baru sesudah itu datang permohonan yang sederhana dan sehari-hari: berikanlah kami makanan secukupnya, ampunilah kami, jangan biarkan kami jatuh dalam pencobaan.

Doa Bapa Kami tidak muluk-muluk. Ia meminta roti untuk hari ini, bukan gudang untuk bertahun. Ia meminta pengampunan sambil berjanji mengampuni. Itu doanya seorang anak, bukan doanya seorang pedagang yang sedang menawar.

Sering doa kita berat karena kita datang seperti orang asing yang harus meyakinkan pejabat. Yesus mengajak kita datang seperti anak yang tahu jalan pulang.

Bapa, ajarilah aku berdoa bukan dengan kata-kata yang hebat, melainkan dengan hati seorang anak yang percaya. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →