Rabu, 11 Oktober 2028
Rabu XXVII Masa Biasa
Bacaan Misa
Bacaan Pertama Galatia 2:1-2,7-14
Kemudian setelah lewat empat belas tahun, aku pergi pula ke Yerusalem dengan Barnabas dan Tituspun kubawa juga. Aku pergi berdasarkan suatu penyataan. Dan kepada mereka kubentangkan Injil yang kuberitakan di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi--dalam percakapan tersendiri kepada mereka yang terpandang--,supaya jangan dengan percuma aku berusaha atau telah berusaha. Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat --karena Ia yang telah memberikan kekuatan kepada Petrus untuk menjadi rasul bagi orang-orang bersunat, Ia juga yang telah memberikan kekuatan kepadaku untuk orang-orang yang tidak bersunat. Dan setelah melihat kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, maka Yakobus, Kefas dan Yohanes, yang dipandang sebagai sokoguru jemaat, berjabat tangan dengan aku dan dengan Barnabas sebagai tanda persekutuan, supaya kami pergi kepada orang-orang yang tidak bersunat dan mereka kepada orang-orang yang bersunat; hanya kami harus tetap mengingat orang-orang miskin dan memang itulah yang sungguh-sungguh kuusahakan melakukannya. Tetapi waktu Kefas datang ke Antiokhia, aku berterang-terang menentangnya, sebab ia salah. Karena sebelum beberapa orang dari kalangan Yakobus datang, ia makan sehidangan dengan saudara-saudara yang tidak bersunat, tetapi setelah mereka datang, ia mengundurkan diri dan menjauhi mereka karena takut akan saudara-saudara yang bersunat. Dan orang-orang Yahudi yang lainpun turut berlaku munafik dengan dia, sehingga Barnabas sendiri turut terseret oleh kemunafikan mereka. Tetapi waktu kulihat, bahwa kelakuan mereka itu tidak sesuai dengan kebenaran Injil, aku berkata kepada Kefas di hadapan mereka semua: "Jika engkau, seorang Yahudi, hidup secara kafir dan bukan secara Yahudi, bagaimanakah engkau dapat memaksa saudara-saudara yang tidak bersunat untuk hidup secara Yahudi?"
Mazmur Tanggapan Mazmur 117:1-2
Bacaan Injil Lukas 11:1-4
Pada suatu kali Yesus sedang berdoa di salah satu tempat. Ketika Ia berhenti berdoa, berkatalah seorang dari murid-murid-Nya kepada-Nya: "Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya." Jawab Yesus kepada mereka: "Apabila kamu berdoa, katakanlah: Bapa, dikuduskanlah nama-Mu; datanglah Kerajaan-Mu. Berikanlah kami setiap hari makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan dosa kami, sebab kamipun mengampuni setiap orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan."
Renungan
Belajar Memanggil Bapa
Salah satu kata pertama yang diajarkan orang tua kepada bayinya adalah panggilan untuk diri mereka sendiri. Sebelum bisa menyusun kalimat, si kecil sudah dilatih menyebut 'Pak' atau 'Bu'. Panggilan itu bukan sekadar bunyi; ia membuka seluruh relasi. Sekali seorang anak tahu bagaimana memanggil, ia tahu ke mana harus berlari saat takut.
Para murid meminta sesuatu yang mengharukan: Tuhan, ajarlah kami berdoa. Mereka tidak minta rumus sihir atau kata-kata yang hebat. Dan Yesus memulai pelajaran doa itu justru dari sebuah panggilan: Bapa. Dalam bahasa yang dipakai Yesus, sapaan itu terdengar akrab dan hangat, sedekat seorang anak kecil menyebut ayahnya, bukan gelar resmi yang berjarak.
Di situlah letak seluruh rahasianya. Sebelum meminta apa pun, doa lebih dahulu menegaskan siapa kita di hadapan Allah: bukan hamba yang gemetar, melainkan anak yang pulang. Baru sesudah itu datang permohonan yang sederhana dan sehari-hari: berikanlah kami makanan secukupnya, ampunilah kami, jangan biarkan kami jatuh dalam pencobaan.
Doa Bapa Kami tidak muluk-muluk. Ia meminta roti untuk hari ini, bukan gudang untuk bertahun. Ia meminta pengampunan sambil berjanji mengampuni. Itu doanya seorang anak, bukan doanya seorang pedagang yang sedang menawar.
Sering doa kita berat karena kita datang seperti orang asing yang harus meyakinkan pejabat. Yesus mengajak kita datang seperti anak yang tahu jalan pulang.
Bapa, ajarilah aku berdoa bukan dengan kata-kata yang hebat, melainkan dengan hati seorang anak yang percaya. Amin.
Invitatorium
RABU III PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Hari Selasa dalam Pekan Biasa, Peringatan Santa Perawan Maria Ratu Rosario
MADAH
Ave Maria, gratia plena
Ant. 1 Bangkitlah Allah, biarlah musuh-musuh-Nya lari dari hadapan-Nya.
Mazmur 68
Masuknya Tuhan yang jaya ke dalam tempat kudus-Nya
Ia naik ke tempat tinggi, menawan tawanan-tawanan, dan memberi karunia kepada manusia (Efesus 4:10).
Ant. Bangkitlah Allah, biarlah musuh-musuh-Nya lari dari hadapan-Nya.
Ant. 2 Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan; Dia, Tuhan, memegang kunci-kunci maut.
Ant. Allah kita adalah Allah yang menyelamatkan; Dia, Tuhan, memegang kunci-kunci maut.
Ant. 3 Kerajaan-kerajaan bumi, nyanyikanlah pujian bagi Allah, mainkanlah musik untuk menghormati Tuhan.
Ant. Kerajaan-kerajaan bumi, nyanyikanlah pujian bagi Allah, mainkanlah musik untuk menghormati Tuhan.
BACAAN
RESPONSORIUM
Lihat Kisah Para Rasul 20:28; 1 Korintus 4:2
RESPONSORIUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Gembirakanlah hati hambaMu, sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.
Mazmur 85 (86)
Ant.1: Gembirakanlah hati hambaMu, sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.
Ant.2: Berbahagialah orang yang hidup jujur dan bicara benar.
Yes 33,13-16
Ant.2: Berbahagialah orang yang hidup jujur dan bicara benar.
Ant.3: Bersoraklah di hadapan Tuhan, rajamu.
Mazmur 97 (98)
Ant.3: Bersoraklah di hadapan Tuhan, rajamu.
Bacaan Singkat (Ayb 1,21; 2,10b)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Tunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Tunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
RABU III SIANG
Madah
Ant.1: Barang siapa mengikuti Aku, tidak berjalan dalam kegelapan, tetapi mempunyai cahaya kehidupan, sabda Tuhan.
Mazmur 118 (119),105-112
Ant.1: Barang siapa mengikuti Aku, tidak berjalan dalam kegelapan, tetapi mempunyai cahaya kehidupan, sabda Tuhan.
Ant.2: Kami ini miskin dan malang, ya Allah, tolonglah kami.
Mazmur 69 (70)
Ant.2: Kami ini miskin dan malang, ya Allah, tolonglah kami.
Ant.3: Allah memutuskan perkara bukan menurut apa yang kelihatan, melainkan menurut keadilan.
Mazmur 74 (75)
Ant.3: Allah memutuskan perkara bukan menurut apa yang kelihatan, melainkan menurut keadilan.
Bacaan singkat (1Kor 13,4-7)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
RABU III SORE
Madah
Ant.1: Yang menabur dengan bercucuran air mata akan menuai dengan sorak-sorai.
Mazmur 125 (126)
Ant.1: Yang menabur dengan bercucuran air mata akan menuai dengan sorak-sorai.
Ant.2: Semoga Tuhanlah yang membangun rumah kita dan menjaga kita.
Mazmur 126 (127)
Ant.2: Semoga Tuhanlah yang membangun rumah kita dan menjaga kita.
Ant.3: Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dalam segala sesuatu.
Kol 1,12-20
Ant.3: Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dari segala sesuatu.
Bacaan Singkat (Ef 2,20-21)
Ant.Kidung: Perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa: kuduslah namaNya.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa: kuduslah namaNya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - RABU
Doa Tobat
Madah
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Mazmur 30 (31),1-6
Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Mazmur 129 (130)
Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.
Bacaan singkat (Ef 4,26-27)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.