‹ Semua renungan

Selasa, 10 Oktober 2028

Marta yang Sibuk

Saat ada tamu penting datang, dapur bisa berubah jadi medan perang kecil. Tuan rumah berkeringat, wajah tegang, mondar-mandir menata hidangan. Ironisnya, di tengah semua kerepotan itu, ia justru nyaris tidak sempat duduk dan bercakap dengan tamu yang sebenarnya ingin ia muliakan.

Marta mengalami persis hal itu. Ia menerima Yesus di rumahnya, lalu sibuk sekali melayani. Niatnya mulia; ia ingin memberi yang terbaik bagi Sang Tamu. Tetapi kesibukan itu pelan-pelan berubah menjadi kekesalan, sampai ia menegur Yesus sendiri: Tuhan, tidakkah Engkau peduli, saudaraku membiarkan aku bekerja sendirian?

Sementara itu Maria hanya duduk di kaki Tuhan, mendengarkan. Bagi Marta, itu tampak seperti kemalasan. Tetapi Yesus menjawab lembut, dengan menyebut namanya dua kali: Marta, Marta, engkau kuatir dan menyusahkan diri dengan banyak perkara, padahal hanya satu yang perlu.

Yesus tidak sedang mengecam pelayanan. Ia mengecam kekhawatiran yang membuat kita kehilangan Dia yang kita layani. Marta begitu repot menyiapkan segala untuk Yesus sampai lupa menikmati kehadiran Yesus.

Betapa mudah kita mengulanginya: sibuk berbuat baik untuk Tuhan sampai tak sempat lagi bersama Tuhan. Kegiatan menumpuk, hati justru kering.

Hari ini, di tengah daftar tugas yang panjang, adakah kita masih menyisakan tempat untuk sekadar duduk diam di kaki-Nya?

Tuhan, di tengah kesibukanku melayani-Mu, jangan biarkan aku kehilangan Engkau sendiri. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →