‹ Semua renungan

Kamis, 12 Oktober 2028

Mengetuk Tanpa Malu

Bacaan I Galatia 3:1-5 Mazmur Lukas 1:69-75 Injil Lukas 11:5-13

Mengetuk pintu tetangga tengah malam adalah hal yang paling ingin kita hindari. Rasanya tidak enak, mengganggu, memalukan. Kita lebih memilih menahan diri sampai pagi daripada terlihat merepotkan. Tetapi ada saat ketika keperluan lebih besar daripada rasa malu, dan kaki tetap melangkah juga ke pintu itu.

Yesus memakai gambaran sehari-hari itu untuk mengajar tentang doa. Seorang kedatangan tamu tengah malam dan tidak punya apa-apa untuk dihidangkan. Maka ia mengetuk pintu sahabatnya, meminta pinjaman tiga roti. Sahabatnya sudah tidur, pintu terkunci, anak-anak sudah rebah. Namun, kata Yesus, karena sikapnya yang tidak tahu malu itu, orang itu bangun juga dan memberi apa yang diperlukan.

Yang dipuji Yesus di sini bukan kesopanan, melainkan kegigihan. Doa yang berkenan bukan doa yang malu-malu lalu cepat menyerah, melainkan doa yang berani terus mengetuk. Mintalah, carilah, ketuklah. Tiga kata kerja yang menanjak, makin lama makin mendesak.

Lalu Yesus menutup dengan alasan yang menenangkan. Kalau kita yang jahat saja tahu memberi yang baik kepada anak kita, apalagi Bapa di surga. Bahkan Ia memberi lebih dari yang kita minta: bukan sekadar roti, melainkan Roh Kudus sendiri.

Kita sering berhenti berdoa terlalu cepat, seolah takut merepotkan Tuhan. Padahal justru ketekunan yang tak tahu malu itulah yang Ia hargai.

Adakah pintu doa yang sudah lama berhenti kita ketuk, karena kita keburu merasa percuma?

Tuhan, berilah aku keberanian untuk terus mengetuk, dan hati yang percaya bahwa Engkau memberi lebih dari yang kuminta. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →