‹ Semua renungan

Selasa, 15 Agustus 2028

Lagu Gadis Desa

Lagu-lagu besar sering lahir bukan di istana, melainkan di dapur dan pematang. Ibu-ibu menyanyi sambil menumbuk padi, dan dalam senandung sederhana itu kadang tersimpan keberanian satu kampung.

Dua hari lalu kita merayakan Maria diangkat ke surga. Bacaan-bacaan hari ini masih memandang perempuan yang sama. Kitab Wahyu melukiskannya secara kosmik: perempuan berselubungkan matahari, berhadapan dengan naga. Injil melukiskannya membumi: seorang gadis desa berjalan ke pegunungan, menyapa saudarinya, lalu menyanyi.

Dengarkan liriknya, ini bukan nina bobo: "Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa." Magnificat adalah salah satu lagu paling berani dalam Kitab Suci, dan dinyanyikan oleh orang yang paling lembut.

Maria bisa menyanyi seberani itu karena ia mengalaminya sendiri: Allah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Yang rendah dilihat, yang kosong diisi, yang tak diperhitungkan disebut berbahagia oleh segala keturunan.

Kalau hidup kita hari ini terasa kecil dan tak terlihat, jangan-jangan justru sedang berada tepat di sasaran perhatian Allah.

Allah Juruselamatku, jiwaku memuliakan Engkau. Ajarilah aku menyanyikan keberanian Maria dalam hidupku yang sederhana. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →