Senin, 14 Agustus 2028
Bagi-Ku dan Bagimu
Di warung kopi ada kalimat kecil yang selalu menghangatkan: "Sekalian sama punya bapak itu, ya." Membayari orang lain. Sepele, tetapi meninggalkan bekas, sebab seseorang baru saja menanggung apa yang bukan kewajibannya.
Injil hari ini ditutup mukjizat yang nyaris jenaka: mata uang empat dirham di mulut ikan. Yesus sebenarnya bebas dari bea Bait Allah; Ia Putra dari Pemilik rumah itu sendiri. Tetapi supaya tidak menjadi batu sandungan, Ia membayar juga. Perhatikan pesan-Nya kepada Petrus: bayarkanlah "bagi-Ku dan bagimu juga". Yesus menanggung yang bukan tanggungan-Nya, dan mengikutkan kita di dalamnya. Kelak di salib, pola kecil ini digenapi sehabis-habisnya.
Hari ini kita mengenang Santo Maksimilianus Maria Kolbe, imam yang di kamp maut Auschwitz maju menggantikan seorang bapak keluarga yang divonis mati kelaparan. "Saya imam Katolik. Saya menggantikan dia." Satu kalimat, satu nyawa dibayarkan bagi yang lain. Bapak itu pulang, menua, dan menceritakan Kolbe seumur hidupnya.
Kita jarang diminta senyawa itu. Tetapi setiap hari ada tagihan kecil orang lain yang bisa kita ikut tanggung: kesalahan yang kita tutup dengan maaf, beban yang kita ringankan tanpa diminta.
Tuhan, Engkau telah membayar bagiku apa yang tak sanggup kubayar. Ajarilah aku ikut menanggung sesamaku. Amin.