‹ Semua renungan

Rabu, 16 Agustus 2028

Empat Mata Dulu

Cara paling cepat menghancurkan orang yang bersalah adalah mengumumkan kesalahannya. Cara paling mungkin menyelamatkannya adalah mendatanginya sendiri, pelan-pelan, tanpa penonton. Sayangnya kita lebih sering memilih yang cepat.

Yesus memberi urutan yang jelas: tegorlah dia di bawah empat mata dulu. Kalau gagal, bawalah satu dua orang saksi. Kalau masih gagal, barulah sampaikan kepada jemaat. Urutan itu bukan birokrasi. Itu tangga kasih. Tujuannya disebut sejak awal: "engkau telah mendapatnya kembali." Mendapatkan kembali saudara, bukan memenangkan perkara.

Perhatikan pula arah geraknya. Justru pihak yang benar yang disuruh datang lebih dulu. Bukan menunggu yang bersalah sadar sendiri, sambil kita bercerita ke kiri dan ke kanan.

Bacaan I menampilkan gambar yang menusuk. Yang ditandai untuk diselamatkan di Yerusalem adalah orang-orang yang berkeluh kesah karena segala kekejian di kota itu. Tanda keselamatan ada pada hati yang masih sanggup berduka atas dosa, bukan yang menikmatinya sebagai bahan obrolan.

Adakah nama yang pekan ini kita gunjingkan, padahal belum sekali pun kita datangi?

Tuhan, berilah aku kasih yang berani menegur dengan lembut, dan mulut yang kuat menahan diri untuk tidak menyebar. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →