Selasa, 15 Agustus 2028
Selasa XIX Masa Biasa
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Wahyu 11:19a;12:1-6a,10ab
Maka terbukalah Bait Suci Allah yang di sorga, dan kelihatanlah tabut perjanjian-Nya di dalam Bait Suci itu dan terjadilah kilat dan deru guruh dan gempa bumi dan hujan es lebat. Maka tampaklah suatu tanda besar di langit: Seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya. Ia sedang mengandung dan dalam keluhan dan penderitaannya hendak melahirkan ia berteriak kesakitan. Maka tampaklah suatu tanda yang lain di langit; dan lihatlah, seekor naga merah padam yang besar, berkepala tujuh dan bertanduk sepuluh, dan di atas kepalanya ada tujuh mahkota. Dan ekornya menyeret sepertiga dari bintang-bintang di langit dan melemparkannya ke atas bumi. Dan naga itu berdiri di hadapan perempuan yang hendak melahirkan itu, untuk menelan Anaknya, segera sesudah perempuan itu melahirkan-Nya. Maka ia melahirkan seorang Anak laki-laki, yang akan menggembalakan semua bangsa dengan gada besi; tiba-tiba Anaknya itu dirampas dan dibawa lari kepada Allah dan ke takhta-Nya. Perempuan itu lari ke padang gurun, di mana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya. Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita.
Mazmur Tanggapan Mazmur 45:10-12,16
Bacaan Kedua 1 Korintus 15:20-27
Tetapi yang benar ialah, bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati, sebagai yang sulung dari orang-orang yang telah meninggal. Sebab sama seperti maut datang karena satu orang manusia, demikian juga kebangkitan orang mati datang karena satu orang manusia. Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya. Musuh yang terakhir, yang dibinasakan ialah maut. Sebab segala sesuatu telah ditaklukkan-Nya di bawah kaki-Nya. Tetapi kalau dikatakan, bahwa "segala sesuatu telah ditaklukkan", maka teranglah, bahwa Ia sendiri yang telah menaklukkan segala sesuatu di bawah kaki Kristus itu tidak termasuk di dalamnya.
Bacaan Injil Lukas 1:39-56
Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda. Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet. Dan ketika Elisabet mendengar salam Maria, melonjaklah anak yang di dalam rahimnya dan Elisabetpun penuh dengan Roh Kudus, lalu berseru dengan suara nyaring: "Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku? Sebab sesungguhnya, ketika salammu sampai kepada telingaku, anak yang di dalam rahimku melonjak kegirangan. Dan berbahagialah ia, yang telah percaya, sebab apa yang dikatakan kepadanya dari Tuhan, akan terlaksana." Lalu kata Maria: "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan nama-Nya adalah kudus. Dan rahmat-Nya turun-temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya." Dan Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.
Renungan
Lagu Gadis Desa
Lagu-lagu besar sering lahir bukan di istana, melainkan di dapur dan pematang. Ibu-ibu menyanyi sambil menumbuk padi, dan dalam senandung sederhana itu kadang tersimpan keberanian satu kampung.
Dua hari lalu kita merayakan Maria diangkat ke surga. Bacaan-bacaan hari ini masih memandang perempuan yang sama. Kitab Wahyu melukiskannya secara kosmik: perempuan berselubungkan matahari, berhadapan dengan naga. Injil melukiskannya membumi: seorang gadis desa berjalan ke pegunungan, menyapa saudarinya, lalu menyanyi.
Dengarkan liriknya, ini bukan nina bobo: "Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari takhtanya dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa." Magnificat adalah salah satu lagu paling berani dalam Kitab Suci, dan dinyanyikan oleh orang yang paling lembut.
Maria bisa menyanyi seberani itu karena ia mengalaminya sendiri: Allah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Yang rendah dilihat, yang kosong diisi, yang tak diperhitungkan disebut berbahagia oleh segala keturunan.
Kalau hidup kita hari ini terasa kecil dan tak terlihat, jangan-jangan justru sedang berada tepat di sasaran perhatian Allah.
Allah Juruselamatku, jiwaku memuliakan Engkau. Ajarilah aku menyanyikan keberanian Maria dalam hidupku yang sederhana. Amin.
Invitatorium
SELASA III PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja mahamulia.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja mahamulia.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Senin dalam Pekan Biasa, Peringatan Santa Klara, Perawan
MADAH
Gembala Baik, Rajaku,
Ant. 1 Allah kita akan menyatakan diri; Ia tidak akan datang dalam keheningan.
Mazmur 50
Kasih sejati kepada Allah
Aku datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat, melainkan untuk menggenapinya (lihat Matius 5:17).
Ant. Allah kita akan menyatakan diri; Ia tidak akan datang dalam keheningan.
Ant. 2 Persembahkanlah kepada Allah kurban pujian.
Ant. Persembahkanlah kepada Allah kurban pujian.
Ant. 3 Aku menghendaki hati yang mengasihi lebih daripada kurban, pengetahuan akan jalan-jalan-Ku lebih daripada kurban bakaran.
Ant. Aku menghendaki hati yang mengasihi lebih daripada kurban, pengetahuan akan jalan-jalan-Ku lebih daripada kurban bakaran.
BACAAN
RESPONSORIUM Hosea 14:5; Yoel 3:21
RESPONSORIUM Mazmur 73:26; Filipi 3:8, 9
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Engkau telah berkenan kepada tanahMu, ya Tuhan; Engkau telah memaafkan kesalahan umatMu.
Mazmur 84 (85)
Ant.1: Engkau telah berkenan kepada tanahMu, ya Tuhan; Engkau telah memaafkan kesalahan umatMu.
Ant.2: Hatiku merindukan Dikau pada waktu malam, dan batinku mencari Engkau pada waktu pagi.
Yes 26,1-12
Ant.2: Hatiku merindukan Dikau pada waktu malam, dan batinku mencari Engkau pada waktu pagi.
Ant.3: Semoga wajah Allah berseri-seri bagi kita.
Mazmur 66 (67)
Ant.3: Semoga wajah Allah berseri-seri bagi kita.
Bacaan Singkat (1Yoh 4,14-15)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Tuhan telah mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa, seperti dijanjikanNya dengan perantaraan para nabiNya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Tuhan telah mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa, seperti dijanjikanNya dengan perantaraan para nabiNya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SELASA III SIANG
Madah
Ant.1: Cinta kasih itu kesempurnaan hukum.
Mazmur 118 (119),97-104
Ant.1: Cinta kasih itu kesempurnaan hukum.
Ant.2: Ingatlah akan umatMu yang Kauperoleh dahulu kala.
Mazmur 73 (74) I
Ant.2: Ingatlah akan umatMu yang Kauperoleh dahulu kala.
Ant.3: Bangkitlah, ya Tuhan, belalah perkaraMu.
Mazmur 73 (74) II
Ant.3: Bangkitlah, ya Tuhan, belalah perkaraMu.
Bacaan singkat (Ul 15,7-8)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
SELASA III SORE
Madah
Ant.1: Tuhan melindungi umatNya
Mazmur 124 (125)
Ant.1: Tuhan melindungi umatNya
Ant.2: Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil, kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan surga.
Mazmur 130 (131)
Ant.2: Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil, kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan surga.
Ant.3: Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kita.
Why 4,11; 5,9.10-12
Ant.3: Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kita.
Bacaan Singkat (Rom 12,9-12)
Ant.Kidung: Hatiku bersukaria karena Tuhan Allah, penyelamatku.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Hatiku bersukaria karena Tuhan Allah, penyelamatku.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SELASA
Doa Tobat
Madah
Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Perawan Maria Diangkat ke Surga
Hari Raya · Didogmakan 1950
Hari Raya ini merayakan kebenaran iman bahwa Santa Perawan Maria, pada akhir hidupnya di dunia, diangkat ke dalam kemuliaan surgawi dengan tubuh dan jiwanya. Maria, yang sejak awal dikandung tanpa noda dosa dan menjadi Bunda Allah, tidak dibiarkan mengalami kebinasaan tubuh di dalam kubur, melainkan disatukan sepenuhnya dengan Putranya yang mulia.
Meski peristiwa ini tidak diceritakan langsung dalam Kitab Suci, iman akan pengangkatan Maria berakar pada tradisi kuno Gereja dan pada keseluruhan misteri keselamatan. Sebagai buah pertama penebusan Kristus, Maria menikmati lebih dahulu apa yang dijanjikan kepada semua orang beriman. Kidung Wahyu tentang perempuan yang berselubungkan matahari (Wahyu 12:1) sering dibaca sebagai gambaran kemuliaannya.
Keyakinan ini sudah dirayakan Gereja Timur maupun Barat sejak berabad-abad lamanya sebagai pesta yang agung. Menjelang pertengahan abad kedua puluh, banyak uskup dan umat mendesak agar kebenaran ini dinyatakan secara resmi. Paus Pius XII lebih dulu meminta pendapat seluruh uskup sedunia, dan lebih dari seribu uskup menyatakan persetujuan.
Maka pada 1 November 1950, melalui konstitusi apostolik Munificentissimus Deus, Paus Pius XII memaklumkan sebagai dogma iman bahwa Maria diangkat ke surga dengan tubuh dan jiwanya. Ini adalah satu-satunya pernyataan ex cathedra sejak dogma infalibilitas dirumuskan. Bagi umat hari ini, Hari Raya ini adalah tanda pengharapan pasti bahwa mereka pun dipanggil kepada kemuliaan tubuh dan jiwa bersama Allah.
Ditetapkan: didogmakan oleh Paus Pius XII pada 1 November 1950 melalui konstitusi apostolik Munificentissimus Deus.
Santo Tarsisius
Martir
Tarsisius dihormati Gereja sebagai pelindung para akolit dan pelayan Misa. Menurut tradisi abad ketiga, yang didasarkan pada sebuah syair dari Paus Santo Damascus (366-384), Tarsisius adalah seorang martir yang mati di tangan orang-orang kafir karena ia menolak menyerahkan Tubuh Kristus kepada anjing-anjing penindas itu. Sedangkan menurut tradisi abad keenam, Tarsisius dikenal sebagai seorang akolit muda yang ditugaskan membawa Komuni Kudus kepada orang-orang Kristen yang dipenjarakan selama masa penganiayaan yang dilancarkan oleh Kaisar Valerianus (253-260). Penghormatan dan kebaktian kepada Sakramen MahaKudus didasarkan pada kesaksian iman Tarsisius. Tarsisius dikuburkan di pekuburan Santo Kallistus di Roma.