‹ Semua renungan

Selasa, 1 Agustus 2028

Menunda Cabut

Siapa pun yang pernah menyiangi pekarangan tahu godaan ini. Melihat rumput liar tumbuh di sela tanaman, tangan gatal ingin mencabutnya sampai ke akar. Padahal akarnya sering berpilin dengan akar tanaman yang kita sayang. Cabut satu, mati dua.

Kemarin kita mendengar bahwa Yesus tidak mengatakan apa pun kepada orang banyak tanpa perumpamaan. Hari ini para murid meminta kunci salah satunya: lalang di ladang. Yesus membukanya satu per satu. Ladang ialah dunia, benih baik anak-anak Kerajaan, lalang anak-anak si jahat. Tetapi yang paling mengejutkan bukan daftar itu, melainkan keputusan sang pemilik: biarkan keduanya tumbuh bersama sampai musim menuai.

Mengapa Allah tidak segera mencabut yang jahat? Mungkin karena akar kita saling berpilin. Mungkin juga karena Ia tahu sesuatu yang sering kita lupa: lalang tidak bisa berubah menjadi gandum, tetapi manusia bisa bertobat.

Santo Alfonsus Maria de Liguori, yang kita kenang hari ini, seumur hidup membela para pendosa dari cara pandang yang kejam. Baginya kerahiman bukan kelemahan. Kerahiman adalah cara Allah menunggu.

Jangan-jangan kita masih hidup sampai hari ini justru karena Allah berkenan menunda cabut.

Tuhan, terima kasih atas kesabaran-Mu kepadaku. Jadikanlah aku sabar pula terhadap sesamaku yang sedang bertumbuh. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →