Selasa, 1 Agustus 2028
S. Alfonsus Maria de Liguori
Peringatan WajibBacaan Misa
Bacaan Pertama Yeremia 14:17-22
Katakanlah perkataan ini kepada mereka: "Air mataku bercucuran siang dan malam dengan tidak berhenti-henti, sebab anak dara, puteri bangsaku, dilukai dengan luka parah, luka yang sama sekali tidak tersembuhkan. Apabila aku keluar ke padang, di sana ada orang-orang yang mati terbunuh oleh pedang! Apabila aku masuk ke dalam kota, di sana ada orang-orang sakit kelaparan! Bahkan, baik nabi maupun imam menjelajah negeri yang tidak dikenalnya." Telah Kautolakkah Yehuda sama sekali? Telah merasa muakkah Engkau terhadap Sion? Mengapakah kami Kaupukul sedemikian, hingga tidak ada kesembuhan lagi bagi kami? Kami mengharapkan damai sejahtera, tetapi tidak datang sesuatu yang baik; mengharapkan waktu kesembuhan, tetapi hanya ada kengerian! Ya TUHAN, kami mengetahui kefasikan kami dan kesalahan nenek moyang kami; sungguh, kami telah berdosa kepada-Mu. Janganlah Engkau menampik kami, oleh karena nama-Mu, dan janganlah Engkau menghinakan takhta kemuliaan-Mu! Ingatlah perjanjian-Mu dengan kami, janganlah membatalkannya! Adakah yang dapat menurunkan hujan di antara dewa kesia-siaan bangsa-bangsa itu? Atau dapatkah langit sendiri memberi hujan lebat? Bukankah hanya Engkau saja, ya TUHAN Allah kami, Pengharapan kami, yang membuat semuanya itu?
Mazmur Tanggapan Mazmur 79:8-9,11,13
Bacaan Injil Matius 13:36-43
Maka Yesuspun meninggalkan orang banyak itu, lalu pulang. Murid-murid-Nya datang dan berkata kepada-Nya: "Jelaskanlah kepada kami perumpamaan tentang lalang di ladang itu." Ia menjawab, kata-Nya: "Orang yang menaburkan benih baik ialah Anak Manusia; ladang ialah dunia. Benih yang baik itu anak-anak Kerajaan dan lalang anak-anak si jahat. Musuh yang menaburkan benih lalang ialah Iblis. Waktu menuai ialah akhir zaman dan para penuai itu malaikat. Maka seperti lalang itu dikumpulkan dan dibakar dalam api, demikian juga pada akhir zaman. Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat-Nya dan mereka akan mengumpulkan segala sesuatu yang menyesatkan dan semua orang yang melakukan kejahatan dari dalam Kerajaan-Nya. Semuanya akan dicampakkan ke dalam dapur api; di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi. Pada waktu itulah orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka. Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!"
Renungan
Menunda Cabut
Siapa pun yang pernah menyiangi pekarangan tahu godaan ini. Melihat rumput liar tumbuh di sela tanaman, tangan gatal ingin mencabutnya sampai ke akar. Padahal akarnya sering berpilin dengan akar tanaman yang kita sayang. Cabut satu, mati dua.
Kemarin kita mendengar bahwa Yesus tidak mengatakan apa pun kepada orang banyak tanpa perumpamaan. Hari ini para murid meminta kunci salah satunya: lalang di ladang. Yesus membukanya satu per satu. Ladang ialah dunia, benih baik anak-anak Kerajaan, lalang anak-anak si jahat. Tetapi yang paling mengejutkan bukan daftar itu, melainkan keputusan sang pemilik: biarkan keduanya tumbuh bersama sampai musim menuai.
Mengapa Allah tidak segera mencabut yang jahat? Mungkin karena akar kita saling berpilin. Mungkin juga karena Ia tahu sesuatu yang sering kita lupa: lalang tidak bisa berubah menjadi gandum, tetapi manusia bisa bertobat.
Santo Alfonsus Maria de Liguori, yang kita kenang hari ini, seumur hidup membela para pendosa dari cara pandang yang kejam. Baginya kerahiman bukan kelemahan. Kerahiman adalah cara Allah menunggu.
Jangan-jangan kita masih hidup sampai hari ini justru karena Allah berkenan menunda cabut.
Tuhan, terima kasih atas kesabaran-Mu kepadaku. Jadikanlah aku sabar pula terhadap sesamaku yang sedang bertumbuh. Amin.
Invitatorium
SELASA I PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja mahamulia.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah menyembah Tuhan, raja mahamulia.
Ibadat Bacaan
MADAH
Ya Allah, penolong kami di masa lalu,
Ant. 1 Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku.
Mazmur 102
Kerinduan dan doa seorang buangan
Allah menghibur kita dalam segala kesusahan kita (2 Korintus 1:4).
Ant. Tuhan, biarlah seruanku sampai kepada-Mu; janganlah sembunyikan wajah-Mu dariku.
Ant. 2 Perhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.
Ant. Perhatikanlah, Tuhan, doa orang yang tak berdaya.
Ant. 3 Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.
Ant. Engkau, ya Tuhan, mendirikan bumi, dan langit adalah karya tangan-Mu.
BACAAN-BACAAN
RESPONSORIUM 2 Korintus 3:4, 6, 5
RESPONSORIUM Efesus 3:16, 17, 19; Kolose 2:6-7
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
Madah
Ant.1: Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya akan mendaki gunung Tuhan.
Mazmur 23
Ant.1: Orang yang bersih tangannya dan murni hatinya akan mendaki gunung Tuhan.
Ant.2: Pujilah Tuhan yang adil, agungkanlah raja kekal.
Tb 13,1-9
Ant.2: Pujilah Tuhan yang adil, agungkanlah raja kekal.
Ant.3: Patutlah orang saleh memuji-muji Allah.
Mazmur 32
Ant.3: Patutlah orang saleh memuji-muji Allah.
Bacaan Singkat (Rom 13,11-13)
Lagu Singkat
Ant.Kidung: Tuhan telah mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa, seperti dijanjikanNya dengan perantaraan para nabiNya.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Tuhan telah mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa, seperti dijanjikanNya dengan perantaraan para nabiNya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SELASA I SIANG
Madah
Ant.1: Berbahagialah orang yang hidup menurut sabda Tuhan.
Mazmur 118 (119),1-8
Ant.1: Berbahagialah orang yang hidup menurut sabda Tuhan.
Ant.2: Hatiku bergembira, karena Engkau menyelamatkan daku, ya Tuhan.
Mazmur 12 (13)
Ant.2: Hatiku bergembira, karena Engkau menyelamatkan daku, ya Tuhan.
Ant.3: Allah telah membiarkan semua orang tidak taat, agar semua memperoleh kerahimanNya.
Mazmur 13 (14)
Ant.3: Allah telah membiarkan semua orang tidak taat, agar semua memperoleh kerahimanNya.
Bacaan singkat (Ams 3,13-15)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
SELASA I SORE
Madah
Ant.1: Tuhan memberikan kemenangan kepada raja yang diurapiNya.
Mazmur 19
Ant.1: Tuhan memberikan kemenangan kepada raja yang diurapiNya.
Ant.2: Kami akan bernyanyi dan bermadah atas keperkasaanMu.
Mazmur 20,2-8.14
Ant.2: Kami akan bernyanyi dan bermadah atas keperkasaanMu.
Ant.3: Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kita.
Why 4,11; 5,9.10-12
Ant.3: Tuhan, Engkau telah menganugerahi kami martabat raja dan imam di hadapan Allah kita.
Ant.Kidung: Hatiku bersukaria karena Tuhan Allah, penyelamatku.
KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)
Ant.Kidung: Hatiku bersukaria karena Tuhan Allah, penyelamatku.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - SELASA
Doa Tobat
Madah
Ant: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Mazmur 142 (143),1-11
Ant.: Janganlah wajahMu Kaupalingkan dari padaku, sebab kepadaMu aku percaya.
Bacaan singkat (1Ptr 5,8-9)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
S. Alfonsus Maria de Liguori
Uskup dan Pujangga Gereja · 1696-1787
Alfonsus Maria de Liguori lahir pada tahun 1696 di sebuah kota dekat Napoli, Italia, dari keluarga bangsawan yang saleh. Ayahnya, Don Yosef de Liguori, adalah perwira tinggi angkatan laut kerajaan Napoli. Alfonsus sangat cerdas dan meraih gelar doktor hukum sipil serta hukum gereja pada usia enam belas tahun, lalu berkarya sebagai pengacara muda yang cemerlang.
Titik baliknya datang ketika ia kalah dalam sebuah perkara penting akibat kekeliruan kecil yang tak ia sadari. Peristiwa itu menyadarkannya akan kesia-siaan kemuliaan duniawi. Ia meninggalkan dunia hukum dan menjadi imam, mengabdikan diri kepada kaum miskin dan terlantar di pedesaan yang jarang tersentuh pewartaan.
Pada tahun 1732 di Scala, Alfonsus mendirikan Kongregasi Sang Penebus Mahakudus (Congregatio Sanctissimi Redemptoris), yang dikenal sebagai kaum Redemptoris, untuk mewartakan Injil kepada rakyat sederhana. Ia menjadi salah satu teolog moral terbesar dalam sejarah Gereja, penulis buku Theologia Moralis dan banyak karya kebaktian, termasuk madah Tu scendi dalle stelle.
Meski enggan, ia diangkat menjadi Uskup Sant'Agata dei Goti oleh Paus Klemens XIII. Di masa tuanya ia menderita sakit dan lumpuh, namun tetap menulis dan berdoa. Ia wafat di Pagani pada tahun 1787 dalam usia sembilan puluh satu tahun. Ia dikanonisasi tahun 1839 dan dinyatakan Pujangga Gereja tahun 1871.
Pelindung: para teolog moral, bapa pengakuan, dan penderita rematik.