‹ Semua renungan

Senin, 31 Juli 2028

Melekat seperti Ikat Pinggang

Ikat pinggang punya satu tugas sederhana: melekat rapat pada pinggang. Ia tidak berguna kalau tergantung di paku, tersimpan di lemari, apalagi terkubur di tanah sampai lapuk. Nilainya justru pada kelekatannya. Begitu ia dilepas dan dibiarkan sendiri, ia menjadi kain yang tidak berguna untuk apa pun.

Tuhan menyuruh Yeremia membeli ikat pinggang lenan, memakainya, lalu menyembunyikannya di celah batu dekat sungai sampai lapuk. Sesudah itu Ia menjelaskan maknanya: "Seperti ikat pinggang melekat pada pinggang seseorang, demikianlah tadinya segenap kaum Israel Kulekatkan kepada-Ku, supaya mereka menjadi umat yang ternama dan terpuji bagi-Ku." Umat itu diciptakan untuk melekat pada Allah. Ketika mereka melepaskan diri, mengejar berhala, mereka menjadi seperti ikat pinggang yang lapuk: tidak berguna.

Hari ini Gereja mengenang Santo Ignasius dari Loyola. Seluruh ajaran rohaninya bermuara pada satu hal: melekat pada Allah, dan melepaskan segala yang menjauhkan kita dari-Nya. Ia mengajak orang menimbang setiap pilihan dengan satu ukuran, yaitu manakah yang membuat kita makin lekat pada Tuhan. Dari sekelompok kecil sahabat yang sehati dengannya tumbuh sebuah serikat yang menyebar ke seluruh dunia, seperti biji sesawi kecil dalam Injil hari ini yang menjadi pohon tempat burung bersarang.

Apa yang diam-diam mulai melonggarkan kelekatanku pada Tuhan, sampai aku terancam menjadi seperti ikat pinggang yang tergantung sia-sia?

Tuhan, lekatkanlah aku pada-Mu dan lepaskanlah aku dari segala yang menjauhkanku. Jadikanlah hidupku berguna bagi-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →