‹ Semua renungan

Minggu, 28 Mei 2028

Agar Mereka Satu

Seutas tali tambang sebenarnya tersusun dari banyak helai yang tipis. Satu helai gampang putus dijentik jari. Tetapi ketika ratusan helai dipilin menjadi satu, tali itu sanggup menahan beban perahu. Kekuatannya bukan pada tiap helai, melainkan pada kesatuannya.

Pada malam terakhir sebelum sengsara, Yesus berdoa. Dan yang Ia doakan bukan agar murid-murid-Nya sukses atau aman, melainkan agar mereka bersatu: "supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau." Alasannya menyentuh, "supaya dunia percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." Kesatuan umat ternyata bukan urusan kerapian organisasi. Ia kesaksian. Dunia akan percaya bukan terutama karena argumen kita pandai, melainkan karena melihat orang-orang yang berbeda bisa saling mengasihi sebagai satu.

Betapa menusuknya doa ini di zaman yang gemar terpecah. Kita mudah sekali berkubu, bahkan di dalam Gereja: soal selera liturgi, soal pandangan, soal kelompok. Setiap kali kita memilih permusuhan daripada persaudaraan, kita sedang melemahkan kesaksian yang paling didoakan Yesus.

Bacaan pertama menunjukkan buah kesatuan dengan Kristus yang paling ekstrem. Stefanus, sambil dilempari batu, memandang langit terbuka dan berdoa bagi para pembunuhnya, "Tuhan, janganlah tanggungkan dosa ini kepada mereka." Ia begitu satu dengan Kristus sampai kata-kata terakhirnya pun menggema kata-kata Sang Guru di salib. Kesatuan sejati dengan Kristus tampak justru ketika kita mampu mengasihi mereka yang melukai kita.

Minggu lalu kita memandang Yerusalem baru, kota yang terang oleh Anak Domba. Hari ini kitab yang sama ditutup dengan undangan dan kerinduan: "Roh dan pengantin perempuan itu berkata: Marilah! Barangsiapa yang haus, hendaklah ia datang, dan mengambil air kehidupan dengan cuma-cuma." Seluruh Kitab Suci berakhir bukan dengan pintu tertutup, melainkan dengan seruan terbuka, dan sebuah kerinduan, "Amin, datanglah, Tuhan Yesus!"

Perhatikan, undangan itu tidak menuntut kesempurnaan lebih dulu. Yang diminta hanya satu: haus, dan mau datang. Air kehidupan diberikan cuma-cuma, sama seperti kesatuan yang didoakan Yesus bukanlah prestasi kita, melainkan pemberian yang kita terima ketika mau saling merendahkan hati.

Kita dipanggil menjadi helai-helai yang dipilin menjadi satu, supaya dunia melihat dan percaya, sambil bersama-sama merindukan kedatangan-Nya.

Tuhan, jadikanlah kami satu, seperti Engkau dan Bapa adalah satu, agar dunia percaya. Dan tanamkanlah di hati kami kerinduan: datanglah, Tuhan Yesus. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →