Senin, 29 Mei 2028
Menang yang Diucapkan Lebih Dulu
Sebelum peluit pertama, seorang pelatih kadang berkata kepada anak asuhnya, "Kalian sudah menang, tinggal jalani." Ganjil kalimat itu, sebab pertandingan belum dimulai. Tetapi maksudnya: menang bukan lagi soal hasil akhir, melainkan soal keyakinan yang menyertai setiap langkah. Kepastian itu mengubah cara bertanding.
Pada malam terakhir bersama para murid, Yesus mengucapkan kalimat yang serupa, tetapi jauh lebih dalam. "Dalam dunia kamu menderita penganiayaan, tetapi kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia." Perhatikan waktunya. Kalimat ini diucapkan sebelum salib, sebelum penderitaan itu tiba. Yesus tidak berkata Aku akan mengalahkan, melainkan Aku telah mengalahkan. Kemenangan itu sudah pasti, bahkan ketika jalan salib belum ditempuh.
Ia juga tidak menjanjikan hidup tanpa masalah. Sebaliknya, dengan jujur Ia berkata bahwa para murid akan tercerai-berai, masing-masing lari ke tempatnya. "Namun Aku tidak seorang diri, sebab Bapa menyertai Aku." Dan itu pula bekal kita: bukan janji bebas dari kesulitan, melainkan janji ditemani di dalamnya.
Kita gampang mengukur diri dari keadaan hari ini: kalah kalau susah, menang kalau lancar. Yesus mengajak melihat dari ujung. Hasil akhirnya sudah dipegang-Nya. Maka di tengah kesulitan yang belum selesai, kita boleh melangkah bukan sebagai orang yang mungkin kalah, melainkan sebagai orang yang menang-Nya sudah diucapkan lebih dulu.
Tuhan, ketika hidupku terasa seperti kalah, kuatkanlah hatiku dengan kepastian bahwa Engkau telah mengalahkan dunia. Amin.