Selasa, 30 Mei 2028
Mengenal, Bukan Sekadar Tahu
Ada bedanya antara tahu tentang seseorang dan mengenal seseorang. Kita bisa tahu banyak hal tentang seorang tokoh terkenal: tanggal lahirnya, riwayatnya, kesukaannya. Tetapi itu tidak membuat kita mengenalnya, dan ia sama sekali tidak mengenal kita. Mengenal butuh perjumpaan, waktu bersama, saling percaya. Tahu bisa dari jauh; mengenal selalu dari dekat.
Dalam doa-Nya yang panjang kepada Bapa, Yesus memberi satu definisi yang mengejutkan tentang hidup kekal. Kita mungkin mengira hidup kekal berarti umur yang tidak pernah habis. Tetapi kata Yesus, "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus." Hidup kekal bukan pertama-tama soal panjangnya waktu, melainkan soal dalamnya perjumpaan. Ia bukan sekadar tidak mati, melainkan mengenal Allah secara pribadi.
Ini menantang cara kita beriman. Bisa jadi kita tahu banyak tentang Tuhan: hafal doa, paham ajaran, rajin ke gereja. Tetapi tahu tentang Tuhan belum tentu sama dengan mengenal Tuhan. Yang pertama bisa berhenti di kepala. Yang kedua menyentuh hati, lahir dari waktu yang sungguh kita luangkan bersama Dia dalam doa dan hening.
Hari ini baik kita bertanya jujur: Tuhan bagiku, sosok yang kutahu dari jauh, atau Pribadi yang kukenal dari dekat?
Tuhan, aku tidak mau sekadar tahu tentang Engkau. Ajarilah aku mengenal-Mu dari dekat, sebab di situlah hidup yang sejati. Amin.