‹ Semua renungan

Rabu, 31 Mei 2028

Allah yang Bersenandung

Ada pemandangan yang lembut di dapur: seorang ibu bersenandung kecil sambil menggendong bayinya. Lagunya tanpa judul, kadang tanpa lirik yang jelas, tetapi si bayi tenang. Ia belum mengerti kata-katanya, tetapi ia mengerti bahwa ia sedang dinyanyikan, dan itu sudah cukup.

Kita biasa membayangkan doa sebagai kita yang menyanyi bagi Allah. Maria melakukannya dengan megah dalam Magnificat: "Jiwaku memuliakan Tuhan." Tetapi Bacaan Pertama membalik arah yang tak terduga. Nabi Zefanya berkata tentang Allah, "Ia bergirang karena engkau dengan sukacita, Ia bersorak-sorak karena engkau dengan sorak-sorai." Ternyata bukan hanya kita yang bernyanyi bagi Allah. Allah lebih dulu bersenandung karena kita. Kita ini, dengan segala kekurangan, adalah lagu kesukaan-Nya.

Pesta hari ini merayakan saat Maria bergegas ke pegunungan mengunjungi Elisabet. Dan begitu salam Maria terdengar, anak dalam rahim Elisabet melonjak kegirangan. Sukacita memang menular. Maria yang penuh Kristus membawa lonjakan sukacita ke rumah saudarinya, lalu meledak menjadi nyanyian.

Di penutup bulan Maria ini, baiklah kita ingat dua hal sederhana. Bahwa kita sedang dinyanyikan oleh Allah yang bergirang karena kita. Dan bahwa, seperti Maria, tugas kita adalah membawa sukacita itu bergegas kepada orang lain.

Tuhan, sungguh ajaib, Engkau bersorak karena aku. Jadikanlah aku, seperti Maria, pembawa sukacita-Mu bagi sesama. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →