‹ Semua renungan

Kamis, 25 Mei 2028

Sesaat yang Kita Tempati

Ada satu kata yang paling sulit dijalani dalam hidup: sebentar. Orang tua berkata "sebentar ya" kepada anak yang menunggu, dan bagi si anak sebentar itu terasa seperti selamanya. Masa menunggu selalu terasa lebih panjang daripada ukuran jam. Kita ada di antara: yang lama sudah pergi, yang baru belum datang.

Hari ini Gereja merayakan Kenaikan Tuhan. Yesus terangkat, tidak lagi tampak oleh mata. Dalam Injil, Ia sudah menyiapkan para murid untuk saat itu dengan kalimat yang membingungkan mereka: "Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi, dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku." Para murid saling bertanya, apa maksud sesaat ini? Kita pun boleh bertanya. Sebab justru di dalam sesaat itulah seluruh hidup Gereja berlangsung, termasuk hidup kita hari ini.

Kenaikan menempatkan kita di ruang antara. Yesus sudah tidak tampak seperti dulu di jalan-jalan Galilea, tetapi belum tampak penuh dalam kemuliaan-Nya kelak. Kita hidup di tengah, di masa sesaat yang bisa terasa panjang dan sunyi. Namun Minggu lalu Yesus sudah membekali kita untuk masa ini: "Tinggallah di dalam kasih-Ku, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh." Masa menunggu bukan masa kosong. Ia masa untuk tinggal dalam kasih.

Bacaan pertama menunjukkan wujud nyatanya. Selagi menunggu, Paulus tidak berdiri termangu menatap langit. Ia tiba di Korintus, menumpang di rumah Akwila dan Priskila, dan bekerja bersama mereka sebagai tukang kemah. Di sela jarum dan kain itu ia memberitakan bahwa Yesus adalah Mesias, dan banyak orang percaya. Rupanya sesaat yang benar diisi bukan dengan menerawang, melainkan dengan bekerja dan bersaksi di tempat kita berpijak.

Yesus juga berjanji bahwa masa ini akan berbalik: "Kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita." Perhatikan, dukacita itu tidak dihapus lalu diganti barang baru. Ia diubah, seperti benih yang tampak mati dalam tanah ternyata sedang bersiap tumbuh. Kenaikan bukan akhir cerita, melainkan jeda sebelum perjumpaan yang penuh. Yang tampak seperti kehilangan sebenarnya sedang mengerjakan sesuatu yang belum kelihatan.

Maka kalau hari ini terasa seperti masa sebentar yang tak kunjung selesai, ingatlah: kita bukan ditinggalkan. Kita sedang menempati sepenggal sesaat milik Tuhan, sambil menanti melihat Dia lagi.

Tuhan yang naik ke surga, ajarilah aku mengisi masa menanti ini dengan kasih dan kesetiaan, sampai tiba saatnya aku memandang-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →