Jumat, 26 Mei 2028
Kekudusan yang Riang
Kita sering membayangkan orang kudus sebagai pribadi yang serius, berwajah tegang, jauh dari tawa. Padahal Gereja punya banyak orang kudus yang justru dikenal karena keriangannya. Santo Filipus Neri, yang kita peringati hari ini, salah satunya. Ia rasul kota Roma yang gemar bercanda, menyapa anak-anak jalanan, dan berkata bahwa hati yang gembira lebih mudah menjadi kudus daripada hati yang muram.
Kemarin, pada Hari Kenaikan, Yesus berkata bahwa dukacita para murid akan berubah menjadi sukacita. Hari ini Ia melanjutkan dengan janji yang lebih tegas: "Hatimu akan bergembira, dan tidak ada seorang pun yang dapat merampas kegembiraanmu itu dari padamu." Perhatikan, kegembiraan itu bukan bergantung pada keadaan yang menyenangkan. Ia sukacita yang tidak bisa dicuri, karena sumbernya bukan dari luar, melainkan dari Tuhan yang tinggal di dalam.
Inilah yang membuat Filipus Neri bisa riang di tengah kota yang keras. Sukacitanya berakar pada Kristus, bukan pada suasana. Orang seperti itu menular. Kekudusan yang murung membuat orang menjauh, tetapi kekudusan yang riang membuat orang mendekat dan bertanya, dari mana datang damai seperti itu?
Iman kita hari ini, membuat wajah kita lebih cerah atau justru lebih tegang? Barangkali kesaksian paling sederhana adalah membiarkan sukacita yang tak dapat dirampas itu tampak di wajah kita.
Tuhan, berilah aku sukacita yang tak dapat dirampas dunia, dan jadikanlah kerianganku pintu bagi orang lain mendekat kepada-Mu. Amin.