Kamis, 25 Mei 2028

Hari Raya Kenaikan Tuhan

Hari Raya

Bacaan Misa

Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.

Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 18:1-8

Kemudian Paulus meninggalkan Atena, lalu pergi ke Korintus. Di Korintus ia berjumpa dengan seorang Yahudi bernama Akwila, yang berasal dari Pontus. Ia baru datang dari Italia dengan Priskila, isterinya, karena kaisar Klaudius telah memerintahkan, supaya semua orang Yahudi meninggalkan Roma. Paulus singgah ke rumah mereka. Dan karena mereka melakukan pekerjaan yang sama, ia tinggal bersama-sama dengan mereka. Mereka bekerja bersama-sama, karena mereka sama-sama tukang kemah. Dan setiap hari Sabat Paulus berbicara dalam rumah ibadat dan berusaha meyakinkan orang-orang Yahudi dan orang-orang Yunani. Ketika Silas dan Timotius datang dari Makedonia, Paulus dengan sepenuhnya dapat memberitakan firman, di mana ia memberi kesaksian kepada orang-orang Yahudi, bahwa Yesus adalah Mesias. Tetapi ketika orang-orang itu memusuhi dia dan menghujat, ia mengebaskan debu dari pakaiannya dan berkata kepada mereka: "Biarlah darahmu tertumpah ke atas kepalamu sendiri; aku bersih, tidak bersalah. Mulai dari sekarang aku akan pergi kepada bangsa-bangsa lain." Maka keluarlah ia dari situ, lalu datang ke rumah seorang bernama Titius Yustus, yang beribadah kepada Allah, dan yang rumahnya berdampingan dengan rumah ibadat. Tetapi Krispus, kepala rumah ibadat itu, menjadi percaya kepada Tuhan bersama-sama dengan seisi rumahnya, dan banyak dari orang-orang Korintus, yang mendengarkan pemberitaan Paulus, menjadi percaya dan memberi diri mereka dibaptis.

Mazmur Tanggapan Mazmur 98:1-4

Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, sebab Ia telah melakukan perbuatan-perbuatan yang ajaib; keselamatan telah dikerjakan kepada-Nya oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.
TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di depan mata bangsa-bangsa.
Ia mengingat kasih setia dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel, segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang dari pada Allah kita.
Bersorak-soraklah bagi TUHAN, hai seluruh bumi, bergembiralah, bersorak-sorailah dan bermazmurlah!

Bacaan Injil Yohanes 16:16-20

"Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku." Mendengar itu beberapa dari murid-Nya berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya Ia berkata kepada kita: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku? Dan: Aku pergi kepada Bapa?" Maka kata mereka: "Apakah artinya Ia berkata: Tinggal sesaat saja? Kita tidak tahu apa maksud-Nya." Yesus tahu, bahwa mereka hendak menanyakan sesuatu kepada-Nya, lalu Ia berkata kepada mereka: "Adakah kamu membicarakan seorang dengan yang lain apa yang Kukatakan tadi, yaitu: Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku? Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita.

Renungan

Sesaat yang Kita Tempati

Ada satu kata yang paling sulit dijalani dalam hidup: sebentar. Orang tua berkata "sebentar ya" kepada anak yang menunggu, dan bagi si anak sebentar itu terasa seperti selamanya. Masa menunggu selalu terasa lebih panjang daripada ukuran jam. Kita ada di antara: yang lama sudah pergi, yang baru belum datang.

Hari ini Gereja merayakan Kenaikan Tuhan. Yesus terangkat, tidak lagi tampak oleh mata. Dalam Injil, Ia sudah menyiapkan para murid untuk saat itu dengan kalimat yang membingungkan mereka: "Tinggal sesaat saja dan kamu tidak melihat Aku lagi, dan tinggal sesaat saja pula dan kamu akan melihat Aku." Para murid saling bertanya, apa maksud sesaat ini? Kita pun boleh bertanya. Sebab justru di dalam sesaat itulah seluruh hidup Gereja berlangsung, termasuk hidup kita hari ini.

Kenaikan menempatkan kita di ruang antara. Yesus sudah tidak tampak seperti dulu di jalan-jalan Galilea, tetapi belum tampak penuh dalam kemuliaan-Nya kelak. Kita hidup di tengah, di masa sesaat yang bisa terasa panjang dan sunyi. Namun Minggu lalu Yesus sudah membekali kita untuk masa ini: "Tinggallah di dalam kasih-Ku, supaya sukacita-Ku ada di dalam kamu dan sukacitamu menjadi penuh." Masa menunggu bukan masa kosong. Ia masa untuk tinggal dalam kasih.

Bacaan pertama menunjukkan wujud nyatanya. Selagi menunggu, Paulus tidak berdiri termangu menatap langit. Ia tiba di Korintus, menumpang di rumah Akwila dan Priskila, dan bekerja bersama mereka sebagai tukang kemah. Di sela jarum dan kain itu ia memberitakan bahwa Yesus adalah Mesias, dan banyak orang percaya. Rupanya sesaat yang benar diisi bukan dengan menerawang, melainkan dengan bekerja dan bersaksi di tempat kita berpijak.

Yesus juga berjanji bahwa masa ini akan berbalik: "Kamu akan berdukacita, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita." Perhatikan, dukacita itu tidak dihapus lalu diganti barang baru. Ia diubah, seperti benih yang tampak mati dalam tanah ternyata sedang bersiap tumbuh. Kenaikan bukan akhir cerita, melainkan jeda sebelum perjumpaan yang penuh. Yang tampak seperti kehilangan sebenarnya sedang mengerjakan sesuatu yang belum kelihatan.

Maka kalau hari ini terasa seperti masa sebentar yang tak kunjung selesai, ingatlah: kita bukan ditinggalkan. Kita sedang menempati sepenggal sesaat milik Tuhan, sambil menanti melihat Dia lagi.

Tuhan yang naik ke surga, ajarilah aku mengisi masa menanti ini dengan kasih dan kesetiaan, sampai tiba saatnya aku memandang-Mu. Amin.

Invitatorium

KAMIS VI PAGI

HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

Pembukaan

Ant. Alleluya. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang naik ke surga, alleluya.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku."

Ant. Alleluya. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang naik ke surga, alleluya.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Pesta Santo Matias, Rasul

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Iman para Bapa! iman dan doa

Akan memenangkan semua bangsa bagi-Mu;

Dan melalui kebenaran yang datang dari Allah,

Umat manusia akan sungguh-sungguh merdeka.
Iman para Bapa, iman yang kudus!

Kami akan setia kepada-Mu sampai mati.
Iman para Bapa! kami akan mengasihi

Baik sahabat maupun musuh dalam segala perjuangan kami:

Dan mewartakan-Mu sebagaimana kasih tahu caranya,

Dengan perbuatan baik dan hidup yang saleh.
Iman para Bapa, iman yang kudus!

Kami akan setia kepada-Mu sampai mati.
Iman para Bapa! iman dan doa

Akan memenangkan semua bangsa bagi-Mu;

Dan melalui kebenaran yang datang dari Allah,

Umat manusia akan sungguh-sungguh merdeka.
Iman para Bapa, iman yang kudus!

Kami akan setia kepada-Mu sampai mati.

PEMAZMURAN

Ant. 1 Suara mereka telah sampai ke ujung bumi, perkataan mereka ke ujung dunia, alleluya.

Mazmur 19A

Pujian kepada Tuhan, Pencipta segalanya

Fajar dari tempat tinggi akan menyinari kita… untuk menuntun kaki kita ke jalan damai (Lukas 1:78, 79).
Langit mewartakan kemuliaan Allah,

dan cakrawala menunjukkan karya tangan-Nya.

Hari demi hari menyampaikan kisah,

dan malam demi malam memberitakan pesan.
Tiada ucapan, tiada kata, tiada suara terdengar,

namun jangkauan mereka meluas ke seluruh bumi,

perkataan mereka sampai ke batas-batas dunia.
Di sana Ia menempatkan kemah bagi matahari;

ia keluar seperti mempelai pria dari kemahnya,

bersukacita seperti pahlawan untuk menempuh jalannya.
Di ujung langit adalah terbitnya matahari;

sampai ke ujung terjauh langit adalah lintasannya.

Tiada yang tersembunyi dari panasnya yang membakar.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Suara mereka telah sampai ke ujung bumi, perkataan mereka ke ujung dunia, alleluya.

Ant. 2 Mereka mewartakan apa yang telah Allah lakukan bagi kita; mereka memahami makna perbuatan-Nya, alleluya.

Mazmur 64

Doa mohon pertolongan melawan musuh

Mazmur ini secara khusus mengenang sengsara Tuhan kita (Santo Agustinus).
Dengarkanlah suaraku, ya Allah, saat aku mengeluh,

jagalah hidupku dari ketakutan akan musuh.

Sembunyikanlah aku dari gerombolan orang fasik,

dari kerumunan orang yang berbuat jahat.
Mereka menajamkan lidah mereka seperti pedang;

mereka mengarahkan kata-kata pahit seperti panah

untuk menembak orang tak bersalah dari tempat persembunyian,

menembak tiba-tiba dan sembarangan.
Mereka merencanakan jalan kejahatan mereka;

mereka bersekongkol untuk memasang jerat rahasia.

Mereka berkata: “Siapa yang akan melihat kita?

Siapa yang dapat menyelidiki kejahatan kita?”
Ia akan menyelidiki, Ia yang menyelidiki pikiran

dan mengetahui kedalaman hati.

Allah telah menembak mereka dengan panah-Nya

dan melukai mereka secara tiba-tiba.

Lidah mereka sendiri telah membawa mereka pada kehancuran

dan semua yang melihat mereka mengejek.
Maka semua orang akan takut;

mereka akan menceritakan apa yang telah Allah lakukan.

Mereka akan memahami perbuatan Allah.

Orang benar akan bersukacita dalam Tuhan

dan berlindung kepada-Nya.

Semua hati yang lurus akan bermegah.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Mereka mewartakan apa yang telah Allah lakukan bagi kita; mereka memahami makna perbuatan-Nya, alleluya.

Ant. 3 Kekudusan Allah dinyatakan oleh mereka; semua bangsa melihat kemuliaan Allah, alleluya.

Mazmur 97

Kemuliaan Tuhan dalam ketetapan-Nya bagi dunia

Mazmur ini menubuatkan keselamatan di seluruh dunia dan bahwa bangsa-bangsa dari segala penjuru akan percaya kepada Kristus (St. Athanasius).
Tuhan adalah Raja, biarlah bumi bersukacita,

biarlah semua pesisir bergembira.

Awan dan kegelapan adalah pakaian-Nya;

takhta-Nya, keadilan dan kebenaran.
Api menyiapkan jalan-Nya;

ia membakar musuh-musuh-Nya di setiap sisi.

Kilat-Nya menerangi dunia,

bumi gemetar melihatnya.
Gunung-gunung meleleh seperti lilin

di hadapan Tuhan seluruh bumi.

Langit mewartakan keadilan-Nya;

semua bangsa melihat kemuliaan-Nya.
Biarlah mereka yang menyembah berhala merasa malu,

mereka yang membanggakan dewa-dewa mereka yang tidak berguna.

Hai semua roh, sembahlah Dia.
Sion mendengar dan bersukacita;

umat Yehuda bersukacita

karena penghakiman-Mu, ya Tuhan.
Sebab Engkau sungguh adalah Tuhan,

Mahatinggi di atas seluruh bumi,

diagungkan jauh di atas semua roh.
Tuhan mengasihi mereka yang membenci kejahatan:

Ia menjaga jiwa orang-orang kudus-Nya;

Ia membebaskan mereka dari orang fasik.
Terang bersinar bagi orang benar

dan sukacita bagi orang yang lurus hati.

Bersukacitalah, hai orang benar, dalam Tuhan;

berikanlah kemuliaan kepada nama-Nya yang kudus.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Kekudusan Allah dinyatakan oleh mereka; semua bangsa melihat kemuliaan Allah, alleluya.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng) Sebuah momen untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Mereka mewartakan pujian Tuhan, menceritakan kuasa-Nya untuk menyelamatkan, alleluya.

Dan tentang keajaiban yang telah Ia lakukan, alleluya.

BACAAN

BACAAN PERTAMA

Dari Kisah Para Rasul

5:12-32

Para rasul dalam Gereja perdana
Melalui tangan para rasul, banyak tanda dan mukjizat terjadi di antara umat. Dengan persetujuan bersama mereka biasa berkumpul di Serambi Salomo. Tidak ada orang lain yang berani bergabung dengan mereka, meskipun umat sangat menghormati mereka. Namun demikian, semakin banyak orang percaya, pria dan wanita dalam jumlah besar, terus-menerus ditambahkan kepada Tuhan. Umat membawa orang sakit ke jalan-jalan dan membaringkan mereka di ranjang dan kasur, sehingga ketika Petrus lewat setidaknya bayangannya mungkin jatuh pada salah satu dari mereka. Kerumunan dari kota-kota di sekitar Yerusalem juga akan berkumpul, membawa orang sakit mereka dan mereka yang diganggu oleh roh-roh jahat, yang semuanya disembuhkan.
Imam besar dan semua pendukungnya (yaitu, golongan Saduki), dipenuhi dengan kecemburuan, menangkap para rasul dan melemparkan mereka ke penjara umum. Namun, pada malam hari, seorang malaikat Tuhan membuka gerbang penjara, membawa mereka keluar, dan berkata, “Pergilah sekarang dan ambillah tempatmu di pelataran Bait Allah dan beritakanlah kepada umat segala sesuatu tentang hidup baru ini.” Sesuai dengan itu mereka pergi ke Bait Allah pada waktu fajar dan melanjutkan pengajaran mereka.
Ketika imam besar dan para pendukungnya tiba, mereka mengumpulkan Sanhedrin, dewan penuh para tua-tua Israel. Mereka mengirim pesan ke penjara agar para tahanan dibawa masuk. Tetapi ketika penjaga Bait Allah sampai di penjara mereka tidak dapat menemukan mereka, dan bergegas kembali dengan laporan, “Kami menemukan penjara terkunci rapat dan para penjaga di pos mereka di luar gerbang, tetapi ketika kami membukanya kami tidak menemukan siapa pun di dalamnya.”
Mendengar laporan ini, kepala penjaga Bait Allah dan para imam besar tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan masalah ini. Seseorang kemudian datang kepada mereka, menunjukkan, “Lihat, itu! Orang-orang yang kalian masukkan ke penjara itu berdiri di sana di Bait Allah, mengajar umat.” Mendengar itu, kepala penjaga pergi dengan penjaga dan membawa mereka masuk, tetapi tanpa menunjukkan kekuatan apa pun, karena takut dilempari batu oleh kerumunan. Ketika mereka telah membawa mereka masuk dan membuat mereka berdiri di hadapan Sanhedrin, imam besar memulai interogasi dengan cara ini: “Kami telah memberi kalian perintah keras untuk tidak mengajar tentang nama itu, namun kalian telah memenuhi Yerusalem dengan pengajaran kalian dan bertekad untuk membuat kami bertanggung jawab atas darah orang itu.” Untuk ini, Petrus dan para rasul menjawab: “Lebih baik bagi kami untuk menaati Allah daripada manusia! Allah nenek moyang kami telah membangkitkan Yesus yang kalian bunuh, menggantung-Nya di kayu. Ia yang telah Allah tinggikan di tangan kanan-Nya sebagai penguasa dan penyelamat adalah untuk membawa pertobatan bagi Israel dan pengampunan dosa. Kami bersaksi tentang ini. Demikian pula Roh Kudus, yang telah Allah berikan kepada mereka yang menaati-Nya.”

RESPONSORIUM Kisah Para Rasul 4:33, 31

Dengan kuasa besar para rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Yesus;

mereka semua sangat disukai.
Mereka dipenuhi Roh Kudus, dan berbicara firman Allah dengan berani.

Mereka semua sangat disukai.

BACAAN KEDUA

Dari homili Santo Yohanes Krisostomus, uskup

Beritahukanlah kepada kami, Tuhan, siapa yang Engkau pilih
Pada hari-hari itu, Petrus, berdiri di tengah-tengah para murid dan berkata… Sebagai roh yang berapi-api yang kepadanya kawanan domba dipercayakan oleh Kristus dan sebagai pemimpin dalam kelompok para rasul, Petrus selalu mengambil inisiatif dalam berbicara: Saudara-saudaraku, kita harus memilih dari antara kita. Ia menyerahkan keputusan kepada seluruh tubuh, sekaligus menambah kehormatan mereka yang terpilih dan menghindari kecurigaan akan keberpihakan. Sebab peristiwa-peristiwa besar semacam itu dapat dengan mudah menimbulkan masalah.
Bukankah Petrus kemudian berhak untuk membuat pilihan sendiri? Tentu saja ia berhak, tetapi ia tidak ingin memberikan kesan menunjukkan perlakuan khusus kepada siapa pun. Selain itu, ia belum dianugerahi Roh. Dan mereka menominasikan dua orang, kita membaca, Yusuf, yang disebut Barsabas dan berjuluk Yustus, dan Matias. Ia sendiri tidak menominasikan mereka; semua yang hadir melakukannya. Tetapi dialah yang mengajukan masalah itu, menunjukkan bahwa itu bukan idenya sendiri tetapi telah disarankan kepadanya oleh nubuat Kitab Suci. Jadi ia berbicara bukan sebagai guru tetapi sebagai penafsir.
Jadi, lanjutnya, kita harus memilih dari antara orang-orang yang hidup bersama kita. Perhatikan betapa ia bersikeras bahwa mereka harus menjadi saksi mata. Meskipun Roh akan datang untuk meratifikasi pilihan itu, Petrus menganggap kualifikasi sebelumnya ini sangat penting.
Mereka yang hidup bersama kita, untuk melanjutkan bagian itu, sepanjang waktu ketika Tuhan Yesus datang dan pergi di antara kita. Ia merujuk kepada mereka yang telah tinggal bersama Yesus, bukan hanya mereka yang telah menjadi murid-murid-Nya. Sebab tentu saja sejak awal banyak yang telah mengikuti-Nya. Perhatikan bagaimana tertulis bahwa Petrus sendiri adalah salah satu dari dua orang yang telah mendengarkan Yohanes, dan mengikuti Yesus.
Sepanjang waktu ketika Tuhan Yesus datang dan pergi di antara kita, untuk melanjutkan lebih jauh, dimulai dengan baptisan Yohanes – memang demikian, karena tidak ada yang tahu apa yang terjadi sebelum waktu itu, meskipun mereka akan mengetahuinya nanti melalui Roh.
Sampai hari, Petrus menambahkan, di mana Ia diangkat dari kita – salah satu dari mereka harus dijadikan saksi bersama kita tentang kebangkitan-Nya. Ia tidak mengatakan “saksi dari sisa tindakan-Nya” tetapi hanya saksi kebangkitan. Saksi itu akan lebih dapat dipercaya yang dapat menyatakan bahwa Ia yang makan dan minum dan disalibkan juga bangkit dari antara orang mati. Ia perlu menjadi saksi bukan dari waktu sebelum atau sesudah peristiwa itu, dan bukan dari tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat, tetapi hanya dari kebangkitan itu sendiri. Sebab yang lain terjadi dengan pengakuan umum, secara terbuka; tetapi kebangkitan terjadi secara rahasia, dan hanya diketahui oleh orang-orang ini.
Dan mereka semua berdoa bersama, berkata: Engkau, Tuhan, mengetahui hati manusia; beritahukanlah kepada kami pilihan-Mu. Engkau, bukan kami. Tepat sekali mereka mengatakan bahwa Ia mengetahui hati manusia, karena pilihan itu harus dibuat oleh-Nya, bukan oleh orang lain.
Mereka berbicara dengan keyakinan seperti itu, karena seseorang harus ditunjuk. Mereka tidak mengatakan “pilih” tetapi beritahukanlah kepada kami yang terpilih; yang Engkau pilih, kata mereka, sepenuhnya menyadari bahwa segala sesuatu telah ditentukan oleh Allah. Kemudian mereka membuang undi. Sebab mereka tidak menganggap diri mereka layak untuk membuat pilihan sendiri, dan karena itu mereka menginginkan beberapa tanda untuk petunjuk mereka.

RESPONSORIUM Kisah Para Rasul 1:24-25

Tuhan, Engkau mengetahui hati semua orang.

Tunjukkanlah kepada kami siapa yang telah Engkau pilih untuk mengemban pelayanan dan kerasulan ini, alleluya.
Mereka membuang undi dan pilihan jatuh pada Matias, dan ia ditambahkan kepada kesebelas rasul.

Tunjukkanlah kepada kami siapa yang telah Engkau pilih untuk mengemban pelayanan dan kerasulan ini, alleluya.

TE DEUM

Engkau Allah: kami memuji-Mu;

Engkau Tuhan: kami memuliakan-Mu;

Engkau Bapa yang kekal:

Seluruh ciptaan menyembah-Mu.
Kepada-Mu semua malaikat, semua kuasa surga,

Kerubim dan Serafim, bernyanyi dalam pujian tak berkesudahan:

Kudus, kudus, kudus, Tuhan, Allah Mahakuasa,

langit dan bumi penuh kemuliaan-Mu.
Persekutuan mulia para rasul memuji-Mu.

Persekutuan luhur para nabi memuji-Mu.

Pasukan martir berjubah putih memuji-Mu.
Di seluruh dunia Gereja kudus memuliakan-Mu:

Bapa, kemuliaan-Mu tak terbatas,

Putra-Mu yang sejati dan tunggal, layak disembah,

dan Roh Kudus, pembela dan pembimbing.
Engkau, Kristus, adalah Raja kemuliaan,

Putra Bapa yang kekal.
Ketika Engkau menjadi manusia untuk membebaskan kami

Engkau tidak menolak rahim Perawan.
Engkau mengalahkan sengat maut,

dan membuka kerajaan surga bagi semua orang percaya.
Engkau duduk di tangan kanan Allah dalam kemuliaan.

Kami percaya bahwa Engkau akan datang, dan menjadi hakim kami.
Datanglah, Tuhan, dan tolonglah umat-Mu,

yang telah Engkau tebus dengan harga darah-Mu sendiri,

dan bawalah kami bersama para kudus-Mu

ke kemuliaan abadi.
Selamatkanlah umat-Mu, Tuhan, dan berkatilah warisan-Mu.

Pimpinlah dan teguhkanlah mereka sekarang dan selalu.
Hari demi hari kami memuji-Mu.

Kami memuji nama-Mu selama-lamanya.
Jagalah kami hari ini, Tuhan, dari segala dosa.

Kasihanilah kami, Tuhan, kasihanilah kami.
Tuhan, tunjukkanlah kepada kami kasih dan belas kasihan-Mu,

karena kami telah menaruh kepercayaan kami pada-Mu.
Pada-Mu, Tuhan, adalah harapan kami:

Dan kami tidak akan pernah berharap dengan sia-sia.

DOA PENUTUP

Ya Allah,

yang menempatkan Santo Matias

dalam kelompok para Rasul,

berilah kami, melalui perantaraannya, agar,

bersukacita atas bagaimana kasih-Mu telah dilimpahkan kepada kami,

kami layak untuk dihitung di antara orang-orang pilihan.

Dengan pengantaraan Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama-Mu dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.

AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)

Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

KAMIS VI PAGI

HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

Pembukaan

Ant. Alleluya. Marilah kami menyembah Kristus Tuhan, yang naik ke surga, Alleluya.

Mazmur 94 (95)

Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,

bersorak-sorai bagi penyelamat kami.

Menghadap wajah-Nya dengan lagu syukur,

menghormati-Nya dengan pujian.

Tuhanlah Allah Yang Agung,

merajai segala dewa.

Dasar bumi terletak di tangan-Nya,

puncak gunungpun milik-Nya.

Milik-Nyalah laut, Dia membuatnya,

daratanpun buatan tangan-Nya.

Mari bersujud dan menyembah,

berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kami.

Dialah Allah kami, kami umat-Nya,

Dialah gembala kami, kami kawanan-Nya.

Hari ini dengarkanlah suara-Nya:

“Jangan bertegar hati seperti di Meriba,

seperti di Masa, di padang gurun;

ketika leluhurmu mencobai Aku,

walau menyaksikan karya-Ku Yang Agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;

maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,

mereka tidak mengerti maksud bimbingan-Ku.

Sebab Aku bersumpah dalam murka-Ku:

Mereka takkan beristirahat bersama Aku.”

Ant. Alleluya. Marilah kami menyembah Kristus Tuhan, yang naik ke surga, Alleluya.

Madah

O, sungguh menggembirakan

Bahwa Yesus Kristus Tuhan

Yang tersalib di Golgota

Bertakhta di sisi Bapa.

Marilah kami bersyukur

Memuji Allah yang luhur

Sambil mohon kepada-Nya

Kerinduan akan surga.

Kita turut bahagia

Bersama seisi surga

Atas kemuliaan Tuhan

Yang jaya tak terkalahkan.

Mulialah Engkau ya Tuhan

Yang naik ke atas awan

Serta Bapa dan Roh Suci

Mulialah kekal abadi.

Amin.

Ant.1: Hai orang-orang Galilea, mengapa memandang ke langit? Yesus yang diangkat ke surga dari tengah-tengah saudara, akan datang kembali, Alleluya

Mazmur 62

Ya Allah, Engkaulah Allahku,*

aku mencari Engkau.

Hatiku haus dan rindu akan Dikau,*

seperti tanah kering dan tandus merindukan air.

Demikian aku ingin memandang Engkau di tempat kediaman-Mu,*

untuk merasakan kekuatan dan kemuliaan-Mu.

Sebab kasih setia-Mu lebih baik dari pada hidup,*

bibirku memegahkan Dikau

Aku akan memuji Engkau seumur hidupku,*

menadahkan tangan kepada-Mu.

Hatiku Kaukenyangkan dengan santapan lezat,*

mulutku memuji Engkau sambil bersyukur.

Di tempat tidurku aku memuji Engkau,*

aku merenungkan Dikau sepanjang malam.

Sebab Engkau yang menolong aku,*

di bawah naungan sayap-Mu aku bersorak.

Jiwaku melekat pada-Mu,*

tangan kanan-Mu menopang aku.

Ant.1: Hai orang-orang Galilea, mengapa memandang ke langit? Yesus yang diangkat ke surga dari tengah-tengah saudara, akan datang kembali, Alleluya

Ant.2: Bersorak-sorailah bagi raja para raja, bernyanyilah bagi Allah, Alleluya

Dan 3:57-88, 56

Pujilah Tuhan, segala karya Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, semua malaikat Tuhan,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan seluruh isi surga,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, segala air di atas langit,*

angkasa raya Tuhan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, matahari dan bulan,*

segala bintang di langit, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, hujan dan embun,*

angin dan taufan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, api dan panas-terik,*

hawa sejuk dan dingin, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, kabut dan gerimis,*

halilintar dan awan, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, siang dan malam,*

terang dan gelap, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, seluruh bumi,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, gunung dan bukit,*

segala yang tumbuh di bumi, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala mata air,*

lautan dan sungai, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, segala yang hidup di dalam air,*

unggas di udara, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, binatang buas dan jinak,*

semua manusia, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, umat Israel,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Pujilah Tuhan, para Imam,*

semua pelayan-Nya, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, orang yang takwa,*

semua yang suci dan rendah hati, luhurkanlah Dia.

Pujilah Tuhan, Ananya, Azarya dan Misael,*

pujilah dan luhurkanlah Dia selama-lamanya.

Marilah kami memuji Bapa, Putera dan Roh Kudus,*

memuji dan meluhurkan Dia selama-lamanya.

(Kidung ini tidak ditutup dengan ‘Kemuliaan’)

Ant.2: Bersorak-sorailah bagi raja para raja, bernyanyilah bagi Allah, Alleluya

Ant.3: Dengan disaksikan para rasul, terangkatlah Yesus, dan awan menyambut-Nya di langit, Alleluya

Mazmur 149

Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*

pujilah Dia dalam himpunan umat-Nya.

Hendaknya Israel bergembira atas Penciptanya,*

dan warga Sion bersuka-cita atas Rajanya.

Hendaknya mereka memuji nama-Nya dengan tari-tarian,*

bermazmur bagi-Nya dengan rebana dan kecapi.

Sebab Tuhan berkenan kepada umat-Nya,*

memahkotai yang hina-dina dengan keselamatan.

Hendaknya orang takwa bersukaria atas kejayaannya,*

bersorak-sorai dengan gembira.

Hendaknya mereka memuji Tuhan dengan suara lantang,*

sambil memegang pedang yang tajam.

Begitu hendaklah mereka membalas kejahatan para bangsa,*

dan menjatuhkan hukuman kepada mereka;

Membelenggu para rajanya,*

dan mengikat pemukanya dengan rantai besi.

Dengan demikian terlaksana keputusan Allah;*

tugas terhormat bagi umat-Nya.

Ant.3: Dengan disaksikan para rasul, terangkatlah Yesus, dan awan menyambut-Nya di langit, Alleluya

Bacaan singkat (Ibr 10:12-14)

Kristus mempersembahkan hanya satu kurban demi dosa-dosa. Lalu Ia duduk di sisi kanan Allah sampai selama-lamanya, sambil menantikan saat musuh-musuh-Nya dijadikan tumpuan kaki-Nya. Karena dengan satu kurban, Ia menyempurnakan orang yang dikuduskan-Nya untuk selama-lamanya.

Lagu singkat

P: Kristus naik ke surga,* Alleluya, Alleluya.

U: Kristus…

P: Sambil membawa tawanan.

U: Alleluya, Alleluya.

P: Kemuliaan…

U: Kristus…

Ant.Kidung: Aku naik kepada bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu, Alleluya.

Kidung Zakaria (Luk 1 : 68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*

sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.

Ia mengangkat bagi kami seorang penyelamat yang gagah perkasa,*

putera Daud, hamba-Nya.

Seperti dijanjikan-Nya dari sediakala,*

dengan perantaraan para nabi-Nya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kami dari musuh-musuh kami,*

dan dari tangan semua lawan yang membenci kami.

Untuk menunjukkan rahmat-Nya kepada leluhur kami,*

dan mengindahkan perjanjian-Nya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kami,*

akan membebaskan kami dari tangan musuh.

Agar kami dapat mengabdi kepada-Nya tanpa takut,*

dan berlaku kudus dan jujur di hadapan-Nya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah Yang Mahatinggi,*

sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalan-Nya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umat-Nya,*

berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kami penuh rahmat dan belas kasihan;*

Ia mengunjungi kami laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*

dan membimbing kami ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Aku naik kepada bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu, Alleluya.

Doa Permohonan

Tuhan Yesus telah ditinggikan dari bumi untuk menarik segalanya kepada diri-Nya. Marilah kami memuji Dia dengan gembira hati dan berkata:

U: Engkaulah raja kemuliaan, ya Kristus.

P: Tuhan Yesus, raja kemuliaan, Engkau mempersembahkan diri satu kali sebagai kurban pelunas dosa dan berjaya naik ke sebelah kanan Bapa,*

sempurnakanlah semua orang yang Kaukuduskan untuk selama-lamanya.

P: Imam abadi dan pelayan perjanjian baru, Engkaulah satu-satunya pengantara kami,*

selamatkanlah umat yang berdoa kepada-Mu.

P: Sesudah menderita dan wafat Engkau menyatakan diri-Mu hidup dan menampakkan diri selama empat puluh hari kepada para rasul,*

kuatkanlah iman kami hari ini.

P: Hari ini Engkau menjanjikan Roh Kudus kepada para rasul, supaya mereka sanggup memberi kesaksian tentang kebangkamin-Mu sampai ke ujung bumi,*

teguhkanlah penyaksian kami dengan kekuatan Roh Kudus.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, dengan ikhlas kami bersukacita, karena kenaikan Kristus telah meninggikan martabat kami.

Semoga kemuliaan yang dicapai oleh Kristus, kepala kami, menjadi pokok harapan kami, tubuh-Nya.

Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Sebelum Tengah Hari

KAMIS — Masa Paskah — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Mazmur 120 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab aku:
2 "Ya TUHAN, lepaskanlah aku dari pada bibir dusta, dari pada lidah penipu."
3 Apakah yang diberikan kepadamu dan apakah yang ditambahkan kepadamu, hai lidah penipu?
4 Panah-panah yang tajam dari pahlawan dan bara kayu arar.
5 Celakalah aku, karena harus tinggal sebagai orang asing di Mesekh, karena harus diam di antara kemah-kemah Kedar!
6 Cukup lama aku tinggal bersama-sama dengan orang-orang yang membenci perdamaian.
7 Aku ini suka perdamaian, tetapi apabila aku berbicara, maka mereka menghendaki perang.

Mazmur 121 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?
2 Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
3 Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.
4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.
5 Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.
6 Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.
7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.
8 TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Mazmur 122 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN."
2 Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
3 Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,
4 ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.
5 Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.
6 Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa.
7 Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!"
8 Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: "Semoga kesejahteraan ada di dalammu!"
9 Oleh karena rumah TUHAN, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.

Bacaan Singkat (1 Cor 12, 13)
13 Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh.

Ayat Singkat
P. Inilah hari yang dijadikan Tuhan, alleluya.
U. Marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya, alleluya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

KAMIS VI SORE

HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

Madah

Yesus yang menebus kami
Engkau kerinduan hati
Pencipta alam semesta
Yang menjadi manusia.
Terdorong kasih sejati
Kaupikul dosa insani
Maut ngeri Kaualami
Untuk menghidupkan kami.
Engkau masuk ke pratala
Membebaskan para hamba
Kemudian bangkit mulia
Meraja bersama Bapa.
Semoga Engkau menjadi
Pahala abadi kami
Semoga dalam diri-Mu
Kami berjaya selalu.
Amin.

Ant.1: Aku ke luar dari Bapa dan datang ke dunia. Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi ke Bapa, Alleluya.

Mazmur 109:1-5,7

Tuhan berfirman kepada baginda: “Duduklah di sisi kanan-Ku,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu.”
Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediaman-Nya di Sion:*
“Berkuasalah atas para musuh.
Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu”.
Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal:*
“Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya”.
Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaan-Nya raja-raja dihancurkan-Nya.
Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Ant.1: Aku ke luar dari Bapa dan datang ke dunia. Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi ke Bapa, Alleluya.

Ant.2: Tuhan Yesus bersabda kepada para murid-Nya. Kemudian Ia naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah, Alleluya.

Mazmur 46 (47)

Segala bangsa bertepuktanganlah,*
elukanlah Allah dengan sorak-sorai.
Sebab Tuhan Allah Yang Agung dan Dahsyat,*
raja besar atas seluruh bumi.
Semua bangsa ditaklukkan bagi kami,*
sekalian suku ditundukkan-Nya.
Bagi kami dipilih-Nya tanah pusaka,*
kebanggaan Yakub, kekasih-Nya.
Allah Tuhan kami telah naik, diiringi sorak-sorai,*
diiringi bunyi sangkakala.
Bernyanyilah bagi Allah dengan melagukan mazmur,*
bermazmurlah bagi raja kami.
Sebab Allah merajai semesta alam,*
nyanyikanlah mazmur penuh seni.
Allah merajai segala bangsa,*
bersemayam atas takhta-Nya yang kudus.
Para pemimpin bangsa menggabungkan diri,*
dengan umat Allah Abraham.
Sebab Allah menguasai para raja,*
sangat agunglah Dia.

Ant.2: Tuhan Yesus bersabda kepada para murid-Nya. Kemudian Ia naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah, Alleluya.

Ant.3: Tiada seorangpun naik ke surga, selain Putera manusia yang telah turun dari surga, Alleluya.

Mengapa 11:17-18, 12:10-12
Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan,*
Allah Yang Mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.
Sebab Engkau telah memangku kekuasaan-Mu yang besar,*
dan mulai memerintah sebagai raja.
Semua bangsa marah,+
maka tibalah kemurkaan-Mu,*
tibalah saat orang mati dihakimi.
Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hamba-Mu,+
yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*
baik kecil maupun besar.
Sekarang telah tiba keselamatan,+
kekuatan dan pemerintahan Allah kami,*
telah tiba kekuasaan raja yang diurapi-Nya.
Karena si pendakwa, saudara-saudara kami telah dijatuhkan,*
yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kami.
Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anak domba,*
dan berkat kesaksian mereka.
Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*
oleh karena bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Ant.3: Tiada seorangpun naik ke surga, selain Putera manusia yang telah turun dari surga, Alleluya.

Bacaan singkat (1Ptr 3:18,22)

Kristus telah mati satu kali karena dosa kami. Dia yang benar, mati untuk orang-orang jahat, agar kami dibawa-Nya kepada Allah. Dia mati sebagai manusia, tetapi dihidupkan sebagai Roh. Kristus kini bertakhta di sisi kanan Allah. Kristus telah naik ke surga, agar kami dapat mewarisi hidup abadi. Segala malaikat, kekuasaan dan kekuatan surga ditaklukkan kepada-Nya.
Lagu singkat
P: Tuhan naik ke surga diiringi sorak-sorai,* Alleluya, Alleluya.
U: Tuhan…
P: Diiringi bunyi sangkakala.
U: Alleluya, Alleluya.
P: Kemuliaan…
U: Tuhan…

Ant.Kidung: O raja mulia, Tuhan segala kuasa, hari ini Engkau berjaya dan naik ke surga. Jangan tinggalkan kami sebagai yatim piatu, tetapi utuslah Roh kebenaran yang dijanjikan Bapa, Alleluya.

Kidung Maria (Luk 1 : 46-55)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Sebab Ia memperhatikan daku,*
hamba-Nya yang hina ini.
Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.
Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa;*
kuduslah nama-Nya.
Kasih sayang-Nya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.
Perkasalah perbuatan tangan-Nya:*
dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya
Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta;*
yang hina dina diangkatnya.
Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan;*
orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong
Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*
Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.
Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: O raja mulia, Tuhan segala kuasa, hari ini Engkau berjaya dan naik ke surga. Jangan tinggalkan kami sebagai yatim piatu, tetapi utuslah Roh kebenaran yang dijanjikan Bapa, Alleluya.

Doa Permohonan

Marilah kami dengan hati gembira memuji Kristus yang bertakhta di sebelah kanan Bapa, dan berkata:
U: Engkau raja kemuliaan, ya Kristus.
P: Raja kemuliaan, Engkau telah mengangkat dan memuliakan keleMahan manusiawi kami,*
jauhkanlah noda kesalahan kami yang lama, dan berikanlah kepada kami kemuliaan hidup baru.
P: Engkau telah turun kepada kami terdorong oleh cinta kasih,*
semoga kami naik kepada-Mu atas dorongan yang sama.
P: Engkau berjanji menarik semua orang kepada-Mu,*
jangan biarkan seorangpun melepaskan diri dari pada-Mu.
P: Engkau telah naik ke surga dengan mulia,*
semoga kami mengarahkan hati dan budi kepada-Mu.
P: Kami menantikan Dikau sebagai hakim, ya Allah benar,*
semoga kami bersama semua orang mati kelak memandang Engkau dalam kemuliaan-Mu, ya Tuhan Mahamurah.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, dengan ikhlas kami bersukacita, karena kenaikan Kristus telah meninggikan martabat kami.
Semoga kemuliaan yang dicapai oleh Kristus, kepala kami, menjadi pokok harapan kami, tubuh-Nya.
Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Sesudah Tengah Hari

KAMIS — Masa Paskah — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Mazmur 126 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.
2 Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"
3 TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
4 Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!
5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Mazmur 127 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.
3 Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.
4 Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.
5 Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

Mazmur 128 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
2 Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
3 Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!
4 Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.
5 Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu,
6 dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!

Bacaan Singkat (Cf. Col 1, 12-14)
12 dan mengucap syukur dengan sukacita kepada Bapa, yang melayakkan kamu untuk mendapat bagian dalam apa yang ditentukan untuk orang-orang kudus di dalam kerajaan terang. 13 Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; 14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.

Ayat Singkat
P. Inilah hari yang dijadikan Tuhan, alleluya.
U. Marilah kita bersorak-sorai dan bersukacita karenanya, alleluya.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

KAMIS VI SORE

HARI RAYA KENAIKAN TUHAN

Madah

Yesus yang menebus kami
Engkau kerinduan hati
Pencipta alam semesta
Yang menjadi manusia.

Terdorong kasih sejati
Kaupikul dosa insani
Maut ngeri Kaualami
Untuk menghidupkan kami.

Engkau masuk ke pratala
Membebaskan para hamba
Kemudian bangkit mulia
Meraja bersama Bapa.

Semoga Engkau menjadi
Pahala abadi kami
Semoga dalam diri-Mu
Kami berjaya selalu.
Amin.

Ant.1: Aku ke luar dari Bapa dan datang ke dunia. Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi ke Bapa, Alleluya.

Mazmur 109:1-5,7

Tuhan berfirman kepada baginda: “Duduklah di sisi kanan-Ku,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu.”

Tuhan meluaskan kekuasaan baginda dari kediaman-Nya di Sion:*
“Berkuasalah atas para musuh.

Engkau berkuasa sejak kelahiranmu, di atas gunung yang suci,*
sejak engkau terkandung, sejak fajar masa mudamu”.

Tuhan telah bersumpah dan tidak menyesal:*
“Engkaulah imam seperti Melkisedek, untuk selama-lamanya”.

Tuhan mendampingi baginda,*
pada hari kemurkaan-Nya raja-raja dihancurkan-Nya.

Tuhan menyertai baginda dalam segala usaha,*
agar baginda berlangkah maju dengan gagah perkasa.

Ant.1: Aku ke luar dari Bapa dan datang ke dunia. Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi ke Bapa, Alleluya.

Ant.2: Tuhan Yesus bersabda kepada para murid-Nya. Kemudian Ia naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah, Alleluya.

Mazmur 46 (47)

Segala bangsa bertepuktanganlah,*
elukanlah Allah dengan sorak-sorai.

Sebab Tuhan Allah Yang Agung dan Dahsyat,*
raja besar atas seluruh bumi.

Semua bangsa ditaklukkan bagi kami,*
sekalian suku ditundukkan-Nya.

Bagi kami dipilih-Nya tanah pusaka,*
kebanggaan Yakub, kekasih-Nya.

Allah Tuhan kami telah naik, diiringi sorak-sorai,*
diiringi bunyi sangkakala.

Bernyanyilah bagi Allah dengan melagukan mazmur,*
bermazmurlah bagi raja kami.

Sebab Allah merajai semesta alam,*
nyanyikanlah mazmur penuh seni.

Allah merajai segala bangsa,*
bersemayam atas takhta-Nya yang kudus.

Para pemimpin bangsa menggabungkan diri,*
dengan umat Allah Abraham.

Sebab Allah menguasai para raja,*
sangat agunglah Dia.

Ant.2: Tuhan Yesus bersabda kepada para murid-Nya. Kemudian Ia naik ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah, Alleluya.

Ant.3: Tiada seorangpun naik ke surga, selain Putera manusia yang telah turun dari surga, Alleluya.

Mengapa 11:17-18, 12:10-12

Kami mengucap syukur kepada-Mu, ya Tuhan,*
Allah Yang Mahakuasa, yang ada dahulu dan sekarang.

Sebab Engkau telah memangku kekuasaan-Mu yang besar,*
dan mulai memerintah sebagai raja.

Semua bangsa marah,+
maka tibalah kemurkaan-Mu,*
tibalah saat orang mati dihakimi.

Dan tibalah saat memberi ganjaran kepada para hamba-Mu,+
yaitu para nabi, para kudus dan semua orang takwa,*
baik kecil maupun besar.

Sekarang telah tiba keselamatan,+
kekuatan dan pemerintahan Allah kami,*
telah tiba kekuasaan raja yang diurapi-Nya.

Karena si pendakwa, saudara-saudara kami telah dijatuhkan,*
yang mendakwa mereka siang malam di hadapan Allah kami.

Tetapi mereka mengalahkan dia berkat darah Anak domba,*
dan berkat kesaksian mereka.

Mereka tidak segan-segan mempertaruhkan nyawanya,*
oleh karena bersukacitalah, hai surga dan para penghuninya.

Ant.3: Tiada seorangpun naik ke surga, selain Putera manusia yang telah turun dari surga, Alleluya.

Bacaan singkat (1Ptr 3:18,22)

Kristus telah mati satu kali karena dosa kami. Dia yang benar, mati untuk orang-orang jahat, agar kami dibawa-Nya kepada Allah. Dia mati sebagai manusia, tetapi dihidupkan sebagai Roh. Kristus kini bertakhta di sisi kanan Allah. Kristus telah naik ke surga, agar kami dapat mewarisi hidup abadi. Segala malaikat, kekuasaan dan kekuatan surga ditaklukkan kepada-Nya.

Lagu singkat

P: Tuhan naik ke surga diiringi sorak-sorai,* Alleluya, Alleluya.
U: Tuhan…
P: Diiringi bunyi sangkakala.
U: Alleluya, Alleluya.
P: Kemuliaan…
U: Tuhan…

Ant.Kidung: O raja mulia, Tuhan segala kuasa, hari ini Engkau berjaya dan naik ke surga. Jangan tinggalkan kami sebagai yatim piatu, tetapi utuslah Roh kebenaran yang dijanjikan Bapa, Alleluya.

Kidung Maria (Luk 1 : 46-55)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hamba-Nya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang Mahakuasa;*
kuduslah nama-Nya.

Kasih sayang-Nya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tangan-Nya:*
dicerai-beraikan-Nya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkan-Nya dari takhta;*
yang hina dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan;*
orang kaya diusir-Nya pergi dengan tangan kosong

Menurut janji-Nya kepada leluhur kami,*
Allah telah menolong Israel, hamba-Nya.

Demi kasih sayang-Nya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: O raja mulia, Tuhan segala kuasa, hari ini Engkau berjaya dan naik ke surga. Jangan tinggalkan kami sebagai yatim piatu, tetapi utuslah Roh kebenaran yang dijanjikan Bapa, Alleluya.

Doa Permohonan

Marilah kami dengan hati gembira memuji Kristus yang bertakhta di sebelah kanan Bapa, dan berkata:
U: Engkau raja kemuliaan, ya Kristus.
P: Raja kemuliaan, Engkau telah mengangkat dan memuliakan keleMahan manusiawi kami,*
jauhkanlah noda kesalahan kami yang lama, dan berikanlah kepada kami kemuliaan hidup baru.
P: Engkau telah turun kepada kami terdorong oleh cinta kasih,*
semoga kami naik kepada-Mu atas dorongan yang sama.
P: Engkau berjanji menarik semua orang kepada-Mu,*
jangan biarkan seorangpun melepaskan diri dari pada-Mu.
P: Engkau telah naik ke surga dengan mulia,*
semoga kami mengarahkan hati dan budi kepada-Mu.
P: Kami menantikan Dikau sebagai hakim, ya Allah benar,*
semoga kami bersama semua orang mati kelak memandang Engkau dalam kemuliaan-Mu, ya Tuhan Mahamurah.

Bapa Kami

Doa Penutup

Allah Yang Mahakuasa, dengan ikhlas kami bersukacita, karena kenaikan Kristus telah meninggikan martabat kami.
Semoga kemuliaan yang dicapai oleh Kristus, kepala kami, menjadi pokok harapan kami, tubuh-Nya.
Sebab Dialah pengantara kami, yang hidup …

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - KAMIS

Doa Tobat

P: Kasihanilah kami, ya Tuhan.
U: Sebab kami orang yang berdosa.
P: Tunjukkanlah belaskasihanMu kepada kami, ya Tuhan.
U: Dan anugerahkan keselamatan kepada kami.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Menjelang datangnya malam
Kami menghadap wajahMu
Untuk menghaturkan salam
Sambil mohon doa restu.

Sambutlah dalam tanganMu
Hidup serta segalanya
Simpanlah dalam hatiMu
Harapan kami semua.

Ya Allah Bapa surgawi
Bersama Putra dan RohMu
Kabulkanlah doa kami
Sekarang serta selalu. Amin.

Ant: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Mazmur 15 (16)

Jagalah aku, ya Allah, sebab aku berlindung kepadamu,+
Aku mengakui: Engkaulah Tuhanku,*
tiada kebahagiaan bagiku selain Dikau.

Orang-orang saleh di negeri ini,*
kumuliakan dan kujunjung tinggi.

Tetapi orang yang mengikuti dewa-dewa,*
menjatuhkan dirinya dalam jurang malapetaka.

Aku tidak ikut mempersembahkan kurban kepada dewa-dewa,*
bahkan bibirku takkan menyebut namanya.

Tuhan, Engkaulah milik pusaka dan warisanku,*
dalam tanganMulah nasibku.

Tanah permai akan menjadi bagianku,*
milik pusakaku menyenangkan hatiku.

Aku memuji Tuhan yang selalu menasihati aku,*
bahkan waktu malampun Ia berbicara dalam hatiku.

Aku selalu ingat akan Tuhan,*
aku tidak goyah, karena Ia ada di sampingku.

Sebab itu hatiku bergembira, dan jiwaku bersorak,*
dan tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Aku tak akan Kauserahkan kepada alam maut,*
dan kekasihMu takkan Kaubiarkan turun ke liang kubur.

Engkau akan menunjukkan kepadaku jalan kehidupan.+
Di hadapanMu terdapat sukacita berlimpah,*
padaMulah kebahagiaan selama-lamanya.

Ant.: Tubuhku beristirahat dengan tenteram.

Bacaan singkat (1Tes 5,23)

Semoga Allah, pembawa damai, menguduskan kamu sepenuh-penuhnya. Moga-moga roh, jiwa dan ragamu seluruhnya terpelihara tanpa cela pada kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan, Allah kami, semoga berkat perlindunganMu kami dapat tidur nyenyak dan melepaskan lelah sesudah pekerjaan hari ini. Kuatkanlah kami dengan bantuanMu, supaya kami mampu membaktikan diri kepadaMu dengan segenap jiwa raga kami. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Salam ya ratu surgawi,
salam, bunda Putra ilahi.
Darimulah hidup kami
memperoleh terang suci.
Bersukalah, ya Maria,
bunda yang paling jelita.
Hiduplah, bunda mulia,
doakanlah kami semua.

Santo-Santa

Santa Magdalena Sofia Barat

Pengaku Iman

Magdalena Sofia Barat (Madeleine Sophiebarat) lahir di Joigny, Burgundy, Perancis pada tanggal 12 Desember 1779. Di bawah bimbingan seorang kakaknya yang sudah menjadi imam, Magdalena dididik secara ketat dengan disiplin dan latihan-latihan matiraga. Pendidikan ini terasa sangat berat untuk seorang wanita yang masih muda belia. Namun itulah yang kiranya menjadi persiapan baik bagi Magdalena menuju keberhasilannya di masa depan.

Pada waktu itu, Varin, Pastor Paroki setempat memulai pembangunan sebuah perkumpulan yang mengabdikan diri secara khusus kepada karya pendidikan bagi para putri-putri. Perkumpulan ini menjadi bagian dari Serikat Yesus, dan dipersembahkan kepada perlindungan Hati Yesus yang MahaKudus. Ketika perkumpulan ini mulai berjalan, Magdalena bersama tiga orang kawannya mendaftarkan diri sebagai anggota pertama. Pada tahun berikutnya,keempat putri ini memulai kehidupannya di dalam perkumpulan itu sebagai postulan.

Setelah mendapat pendidikan intensif, Magdalena di utus ke kota Amiens untuk mengajar di sebuah sekolah yang ada disana. Tugasnya sebagai guru dijalankannya dengan sangat baik. Dalam waktu singkat, ia mendirikan sebuah biara di kota itu. Ia sendiri menjadi pemimpin biara itu, meskipun usianya tergolong masih sangat muda sekali, yaitu 23 tahun. Kepribadiannya yang menarik, kesalehan dan kebijaksanaannya membuat dia mampu membina biara ini dengan sukses. Magdalena memang seorang pemimpin yang penuh semangat dalam karya pengabdiannya. Pada usia 26 tahun, ia mengumpulkan dan membina sekelompok guru yang bercita-cita membangun kembali Pendidikan Katolik bagi putri-putri, yang sudah tidak berjalan karena revolusi Prancis.

Dalam waktu singkat kelompok guru baru yang tergabung di dalam Kongregasi Suster Hati Kudus (Sacre Coeur) ini menyebar ke seluruh Prancis untuk menjalankan misinya di bidang pendidikan bagi putri-putri. Magdalena sebagai pemimpin mendampingi suster-susternya dengan bijaksana dan penuh keberanian. Ia membimbing mereka sebagai pemimpin selama 63 tahun dengan hasil yang sangat memuaskan. Banyak sekolah dibukanya di banyak tempat. Di antara sekolah-sekolah itu, ada satu sekolah yang dikhususkan untuk menampung anak-anak dari biara Visitasi yang ada di Grenonle. Dari antaranya terdapat orang-orang seperti: Bl. Philippine Duchesne yang kemudian menyebarkan biara itu ke Amerika pada tahun 1818.

Kongregasi Hati Kudus ini kemudian mendapat pengakuan dan pengesahan dari Sri Paus Leo XII (1878-1903) pada tahun 1826. Pada tahun 1830, novisiatnya di Piters ditutup karena revolusi yang terjadi di negeri itu. Sebagai gantinya Magdalena mendirikan sebuah novisiat di Swiss.

Dalam kepemimpinannya, Magdalena senantiasa menyemangati para susternya untuk mencari kemuliaan Tuhan Yesus dengan bekerja keras menyucikan jiwa-jiwa. Semboyannya ialah: “Memikul penderitaan untuk diri sendiri dan tidak membuat orang lain menderita”. Kebaktiannya yang mendalam kepada Hati Yesus yang MahaKudus membuat hatinya sendiri tetap tenang sampai hari kematiannya di Paris pada tanggal 21 Mei 1865. Sampai wafatnya, ia telah mendirikan lebih dari 100 biara dan sekolah di 12 negara.

Santa Maria Magdalena de Pazzi

Perawan

Maria Magdalena lahir di Florence pada tanggal 2 April 1566. Maria adalah anak tunggal dari sebuah keluarga terkemuka di kota yang makmur dan indah itu. Semasa mudanya, tingkahlakunya menampakkan suatu keistimewaan. Ia berbudi halus dan memiliki pikiran yang tajam.

Pada umur 10 tahun, pada pesta Khabar Malaikat ia menerima komuni pertama dan oleh bapa pengakuannya ia diperbolehkan menerima Komuni Suci setiap hari. Hal ini merupakan sesuatu yang luar biasa. Ia selalu memberitahukan orangtuanya apabila ingin mengikuti perayaan Misa Kudus. Kebiasaannya ini lama kelamaan melahirkan dalam dirinya keinginan untuk mempersembahkan diri seutuhnya hanya kepada Yesus. Ia ingin hidup demi Yesus saja.

Keputusan ini sungguh mengecewakan orangtuanya. Karena dengan demikian keluarga bangsawan itu tidak akan mempunyai keturunan. Meskipun demikian kedua orangtuanya patuh pada kehendak Allah. Mereka yakin bahwa Tuhan mempunyai rencana yang baik pada mereka. Pada tahun 1582 Magdalena masuk biara Karmel “Maria Ratu para Malaikat”.

Mangdalena sengaja memilih biara ini karena ia tahu bahwa di sana ia dapat menerima Komuni Suci setiap hari. Di dalam biara itu, Magdalena dengan sepenuh hati menaati semua peraturan biara dan menaati pemimpin biara. Ia memiliki keyakinan bahwa tak satupun peraturan dari tarekatnya tidak dikehendaki oleh Roh Kudus. Ia tidak suka mengecualikan dirinya dalam menjalankan tapa dan pantang, kecuali hal itu diperintahkan oleh Tuhan. Ia sering mengalami penglihatan ajaib dimana Yesus mengajarinya tentang kediaman Ilahi dalam hatinya demi menguatkan dia apabila dia ditimpa percobaan.

Suatu waktu datanglah berbagai cobaan dan sengsara menimpa dirinya. Selama lima tahun ia menanggung banyak penderitaan karena ditimpa berbagai macam jenis penyakit, siksaan batin yang berat dan lain-lainnya. Saat-saat itu, Magdalena benar-benar merasakan apa yang pernah dialami Yesus di atas Salib ketika Allah Bapa seolah-olah meninggalkan Dia. Tetapi Magdalena tetap dengan tabah menjalani dan menanggung semuanya itu. Semboyannya ialah: “Bukan kematian, melainkan penderitaan”. Memulihkan dosa-dosa, baik dosa pribadi maupun dosa-dosa seluruh umat manusia adalah cita-citanya yang utama. Sambil turut menanggung derita bersama Kristus, Magdalena ingin mengenakan pemulihan Penebus kepada manusia.

Ia tetap seorang suster yang rendah hati meskipun ia dianugerahi banyak karunia luar biasa. Pada pesta Pentakosta tahun 1590, malam gelap yang penuh penderitaan itu habis dan ia dipilih menjadi pemimpin novisiat hingga dua kali sampai dia diangkat menjadi pemimpin biara. Pada tahun 1607, Magdalena meninggal dunia setelah menderita penyakit yang berbahaya.

Santa Perawan Maria Bunda Gereja

Peringatan Wajib Maria · Ditetapkan Paus Fransiskus 2018

Peringatan ini merayakan Maria sebagai Bunda Gereja, yaitu ibu rohani seluruh umat beriman. Dalam kalender universal, perayaan ini jatuh pada hari Senin sesudah Hari Raya Pentakosta, hari kelahiran Gereja, untuk menegaskan hubungan erat antara turunnya Roh Kudus dan kehadiran Maria di tengah para murid.

Dasar peringatan ini terletak pada wasiat Tuhan di salib. Ketika Yesus berkata kepada murid yang dikasihi-Nya, Inilah ibumu (Yohanes 19:27), Ia mempercayakan keibuan Maria kepada seluruh umat yang diwakili murid itu. Kisah Para Rasul juga mencatat Maria berdoa bersama para rasul menantikan Roh Kudus (Kisah Para Rasul 1:14), sehingga Ia hadir pada saat Gereja lahir.

Gelar Bunda Gereja memiliki akar yang dalam. Pada 21 November 1964, di akhir sidang ketiga Konsili Vatikan II, Santo Paulus VI dengan resmi memaklumkan Maria sebagai Bunda Gereja. Devosi ini kemudian dianjurkan pula oleh Santo Yohanes Paulus II.

Akhirnya, Paus Fransiskus menghendaki agar seluruh Gereja merayakannya setiap tahun. Ia berharap peringatan ini memupuk semangat keibuan dalam Gereja serta kesalehan Maria yang sejati. Bagi umat hari ini, peringatan ini mengingatkan bahwa mereka tidak berjalan sebagai yatim piatu, melainkan dibimbing oleh seorang Bunda yang menyertai perjalanan iman Gereja.

Ditetapkan: oleh Paus Fransiskus melalui dekret 11 Februari 2018, menjadikannya peringatan wajib dalam kalender universal.

Santo Beda

Pengaku Iman dan Pujangga Gereja

Beda, yang bergelar “Venerabilis” lahir di Inggris kira-kira pada tahun 672. Pada usia 7 tahun, ia masuk biara Benediktin di Wearmouth, Inggris Utara di bawah pemimpin Abbas Benediktus Biscop. Kemudian, dari sana ia dipindahkan ke biara Santo Paulus di Jarrow sambil mengadakan kunjungan-kunjungan singkat ke Lindisfarne dan York.

Kesucian, kepandaian dan kehalusan budinya membuat banyak orang tertarik kepadanya, dan rela menjadi muridnya. Hidupnya dipusatkan pada Ofisi Suci, studi, mengajar dan menulis. Dalam bidang studi, mengajar dan menulis, ia jauh lebih unggul daripada rekan-rekannya yang lain. Berbagai pokok iman ditulisnya dan dipelajari di biara-biara. Pengaruhnya terasa sekali dalam sekolah-sekolah biara pada abad pertengahan. Buku-bukunya di pakai sebagai buku standart bagi pendidikan di biara-biara. Ia menulis berbagai buku ilmu pengetahuan antara lain: Fisika, sebuah buku tentang Waktu/Tarikh. Ia mempopulerkan ide penanggalan peristiwa-peristiwa sebelum dan sesudah Masehi, meskipun beliau bukanlah pencetusnya.

Karyanya yang terbesar ialah komentar-komentar tentang Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Beliau sendiri menganggapnya sebagai sumbangan yang terbesar bagi Gereja. Pendekatannya terhadap Kitab Suci umumnya bersifat allegoris, walaupun ketika itu ia menempatkan tafsiran allegoris dan liteter secara sejajar. Karyanya di warnai oleh ortodoksinya dalam teologi dan dalam penggunaan bahasa latinnya yang klasik. Dalam penggunaan sumber-sumber untuk buku-bukunya, ia menambahkan komentar-komentarnya dan penelitiannya sendiri, sehingga karya-karya teologisnya tidak semata-mata merupakan kompilasi tetapi merupakan ungkapan pikiran dan kepribadiannya.

Santo Beda dikenal sebagai pintu masuk dalam sejarah Gereja Inggris. Ia adalah kebanggaan orang Katolik Angosakson dan satu-satunya Sarjana Gereja yang berkebangsaan Inggris. Karya-karyanya yang cermelang tentang Ilmu Pengetahuan dan tentang Kitab Suci membuat dia digelar sebagai Pujangga Gereja. Ia meninggal dunia pada tahun 735.

Santo Gregorius VII

Paus dan Pengaku Iman

Saat terakhir kehidupan Gregorius di jalani di tempat pengasingan. Ia meninggal dunia di Salerno, Sisilia pada tanggal 25 Mei 1085. Ia seorang pencinta keadilan dan perdamaian. Hal ini dapat disimak dari kata-katanya yang terakhir sebelum ajalnya: “Aku telah mencintai keadilan dan perdamaian dan membenci kelaliman. Karena itu aku meninggal di pengasingan.”

“Mencintai keadilan dan perdamaian dan berjuang untuk menegakkannya demi kebaikan Gereja” adalah warna dasar seluruh kehidupan Gregorius. Hildebrand nama kecil Gregorius VII, lahir di Toskania, Italia Tengah pada tahun 1020 dari sebuah keluarga sederhana. Setelah menjadi rahib di sebuah biara Ordo Benediktin di luar negeri, ia dikirim belajar di biara Santa Maria di Roma. Karena kemampuan dan prestasinya sungguh luar biasa, ia dipindahkan ke Schola Cantorum, sebuah sekolah ternama di Roma. Di sini ia dibimbing oleh Yohanes Gratian, seorang imam yang menjadi Paus pada tahun 1045, dengan nama ‘Gregorius VI’. Oleh Gregorius VI, Heldebrand diangkat menjadi Sekretaris Pribadi. Tetapi kemudian dalam Konsili Sutri pada tahun 1046 yang diprakarsai oleh kaisar Jerman Henry III, Gregorius VI (1045-1046)-pengganti Paus Benediktus IX-dipaksa meletakkan jabatannya sebagai Paus karena dituduh melakukan praktek Simonia (= membeli jabatan Paus dengan uang). Sebagai gantinya, Konsili memilih Klemens II (1046-1047).

Setelah pemecatannya, Gregorius VI meninggalkan kota Roma dan mengungsi ke pegunungan Alpen ditemani oleh Hildebrand. Dari tempat pengungsian itu, Hildebrand pergi ke Jerman. Disana ia menjalin hubungan erat dengan Uskup Bruno dari Toul. Bersama Uskup Bruno, ia ikut membaharui kehidupan Gereja. Tatkala Uskup Bruno terpilih menjadi Paus (Paus Leo IX, 1049-1054), Hildebrand menemaninya ke Roma. Disana ia ditabhiskan menjadi Diakon Agung, suatu jabatan penting yang bertugas mengurus hubungan Tahkta Suci dengan negara-negara lain. Selain itu, ia dipercayakan jabatan sebagai pengawas keuangan kePausan. Sebagai rekan kerja terdekat Paus Leo IX, Hildebrand turut aktif melaksanakan berbagai program pembaharuan hidup menggereja.

Situasi Gereja pada masa itu sangat memprihatinkan. Berbagai kebiasaan buruk merajalela di kalangan raja-raja dan kaisar. Mereka tanpa segan-segan turut campur tangan dalam urusan-urusan yang sebenarnya menjadi urusan intern Gereja. Sering terjadi praktek pelantikan Imam dan Uskup dilakukan oleh raja atau kaisar, hanya karena dipandang dapat memberikan keuntungan kepada kerajaan atau kekaisaran. Jabatan Imam dan Uskup bahkan Paus dapat dibeli dengan uang. Soal kelayakan pribadi tidak diperhitungkan sama sekali. Kecuali itu, imam-imam pun tidak menghayati imamatnya dengan baik. Karya pembaharuan Gereja digalakkan untuk melenyapkan berbagai praktek itu.

Keberhasilan awal dari usaha Hildebrand diperolehnya di biara Santo Paulus di Roma. Dengan pengaruhnya yang besar ia berhasil mengembalikan citra kehidupan imamat di antara kaum imam-imam yang hidup di dalam biara itu. Umat di Roma mulai bangkit lagi dengan semangat baru untuk menghayati imannya secara sungguh-sungguh. Oleh karena itu, ketika Leo IX meninggal dunia, orang-orang Roma dengan suara bulat memilihnya menjadi pengganti Leo IX. Tetapi Hildebrand yang ketika itu sedang bertugas di Prancis segera meminta agar umat memilih saja orang lain. Ia sendiri pun berjuang untuk mengangkat Gebhard, Uskup kota Eichstadt sebagai pengganti Leo IX. Pada tahun 1055, Gebhard menjadi Paus dengan nama Viktor II (1055-1057). Sepeninggal Viktor II (1057), Frederick dari Monte Casino diangkat menjadi Paus dengan nama Stefanus IX (1057-1058). Setahun kemudian ia meninggal dunia dan diganti oleh Uskup Gerhard dari Florence dengan nama Nikolas II (1059-1061).

Pada masa kepemimpinan Paus Nikolas II terjadi dua peristiwa penting. Pertama, terbitnya dekrit pembaharuan aturan pemilihan Paus baru. Pemilihan ini sepenuhnya berada dalam tangan para Kardinal, tanpa campur tangan kaisar. Kedua, penandatanganan naskah perjanjian dengan bangsa Normandia yang menguasai Italia Selatan. Kedua peristiwa ini terjadi atas prakarsa Hildebrand, yang menjabat sebagai Diakon Agung. Peraturan baru mengenai pemilihan Paus mulai di terapkan Hildebrand ada waktu pemilihan Paus Aleksander II (1061-1073).

Sepeninggal Aleksander II, peraturan baru itu seolah tidak berlaku. Umat secara spontan dan suara bulat memilih Hildebrand sebagai Paus, mengingat kesalehan hidupnya dan berbagai prestasinya dalam menangani urusan-urusan Gereja. Karena berpegang teguh pada aturan pemilihan yang baru, Hildebrand bersikeras menolak keinginan umat itu. Namun akhirnya ia menerimanya juga karena ketulusan hati umat. Ia menduduki Tahkta Santo Petrus dengan nama Gregorius VII (1073-1085).

Semenjak ia merestui keinginan umat untuk menjadi Paus, berbagai tugas yang berat yang menuntut penyelesaian segera bermunculan secara beruntun. Program yang telah dijalankannya selama 25 tahun terus dijalankan. Ia berjuang keras memberantas berbagai praktek buruk di kalangan awam (kaisar dan raja-raja) dan kalangan pejabat Gereja. Praktek memperjual belikan jabatan imam dan Uskup juga diberantasnya. Ia mengadakan sinode-sinode untuk membicarakan masalah-masalah itu sekaligus untuk mencarikan jalan keluarnya. Ia menegaskan kepada para Uskup agar tidak lagi membiarkan Gereja Kristus dipermainkan oleh orang awam yang tidak bertanggungjawab. Ketegasannya dan pelbagai usaha pembaharuannya mendapat perlawanan keras dari kaum awam, terutama kaisar. Di Spanyol, Prancis, terutama di Jerman di bawah kaisar Hendrik IV, para imam dan kaum awam dengan keras menentang kebijaksanaan Paus Gregorius VII. Meskipun demikian Gregorius tak tergoncangkan pendiriannya. Sebaliknya ia mengutus pembantu-pembantunya ke seluruh Eropa dengan kuasa penuh untuk memecat semua imam yang hidup tidak sesuai dengan imamatnya. Demikian juga semua orang yang menjadi imam dengan cara ‘simonia’.

Ia menerbitkan sebuah dekrit yang dengan keras melarang kaum awam, termasuk raja-raja dan kaisar untuk terlibat dalam hal pengangkatan pejabat-pejabatan Gereja. Ia mengekskomunikasikan semua imam yang menduduki jabatan suci dengan cara yang tidak benar dan sah menurut aturan Gereja. Bahkan ia memecat beberapa Uskup Saxon dan menggantinya dengan orang-orang pilihannya sendiri. Sebagai reaksi, kaisar Hendrik IV menabhiskan diakon Teolbaldo sebagai Uskup Agung Milan, Italia Utara. Gregorius menentangnya dengan tindakan ekskomunikasi.

Pada misa Natal 1075, Gregorius ditangkap dan dipenjarakan. Tetapi ia segera dibebaskan oleh umat Roma yang mencintainya. Hendrik segera mengadakan pertemuan dengan uskup-uskup Jerman di Worms pada tahun 1076. Mereka menuduh Gregorius melakukan berbagai tindakan kriminal dan dengan tegas menyatakan bahwa pengangkatannya sebagai Paus adalah tidak sah. Lebih lanjut mereka mendesak agar Gregorius segera turun Tahkta Santo Petrus.

Melihat bahwa Hendrik IV telah diekskomunikasikan oleh Gregorius, sejumlah besar Pangeran Jerman membelot dan bangkit melawan Hendrik. Mereka berkumpul di Tribur dan memberhentikan Hendrik sebagai kaisar Jerman. Menyaksikan peristiwa kacau ini, Hendrik segera mengambil tindakan berani yakni meminta pengampunan Paus. Dengan sejumlah kecil pengikutnya, ia berangkat menuju istana Kanossa, tampat peristirahatan Gregorius. Selama tiga hari, Hendrik berdiri di halaman istana Kanossa, sebagai seorang peniten yang mau bertobat. Mengingat kedudukannya sebagai seorang gembala umat yang berkewajiban mengampuni setiap umatnya yang bertobat, Gregorius akhirnya rela mengampuni Hendrik dan menarik kembali keputusan ekskomunikasinya setelah Hendrik berjanji untuk menaati aturan-aturan yang ditetapkan Paus dan Hukum Gereja.

Pengampunan ini membebaskan dia dari dosanya sekaligus ancaman para pangeran. Ia kembali ke Jerman untuk memulihkan kembali kedudukannya sebagai kaisar. Meski demikian, para pangeran tidak mengakuinya lagi. Mereka mengangkat Rudolf, seorang pangeran dari Swadia untuk menduduki tahkta kekaisaran. Perang segera berkobar. Rudolf terbunuh dalam perang itu. Dengan demikian Hendrik kembali berkuasa.

Ia lalu kembali kepada perbuatannya, yakni mengangkat kaum awam untuk menduduki jabatan-jabatan Gereja. Ia mengancam Gregorius dengan mengangkat Guibertus, Uskup Agung Ravenna yang telah diekskomunikasikan Gregorius sebagai Paus tandingan, dengan nama Klemens III (1080-1100). Dan oleh Klemens III, Hendrik di nobatkan sebagai kaisar di Basilik Santo Petrus pada tanggal 31 Maret 1084.

Situasi ini tidak berakhir. Pangeran Robertus Guiscard, seorang sahabat Gregorius dari suku Normandia di Italia Selatan, berangkat ke Roma dengan kekuatan besar untuk memaksa Hendrik turun dari tahktanya. Dia berhasil mengalahkan Hendrik. Takhta KePausan kembali dipulihkan. Tetapi karena orang-orang Roma tidak suka kepada orang-orang Normandia, maka berkobarlah pertempuran hebat. Menghadapi kekacauan ini, Gregorius mengasingkan diri ke Salerno, Italia Selatan. Disana ia mengampuni kembali orang-orang yang telah diekskomunikasikannya, kecuali Hendirk IV dan Guibertus. Disana pula ia menghembuskan nafasnya yang terakhir pada tanggal 25 Mei 1085.

Gregorius VII, seorang Paus yang besar dan terkenal. Perjuangannya untuk menegakkan martabat Gereja dilanjutkan oleh Paus-Paus yang menggantikannya.