‹ Semua renungan

Senin, 8 Mei 2028

Pintu, Bukan Tembok

Ada dua cara orang masuk ke sebuah rumah. Lewat pintu, atau lewat tembok. Yang lewat pintu menyapa penjaga, dikenal, ditunggu. Yang memanjat tembok pasti punya niat yang tidak beres. Cara masuk selalu membuka maksud hati.

Yesus memakai gambar sederhana ini. "Siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah pencuri." Lalu Ia berkata sesuatu yang mengejutkan tentang diri-Nya: "Akulah pintu." Bukan sekadar gembala, tetapi pintunya. Lewat Dia domba masuk untuk berlindung dan keluar untuk mencari padang. Ia jalan masuk yang aman, sekaligus jalan keluar yang leluasa.

Perhatikan bedanya niat. "Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan." Sebaliknya kata Yesus, "Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan." Ada banyak suara di sekitar kita yang menjanjikan hidup penuh, tetapi diam-diam mengambil: waktu kita, damai kita, keluarga kita. Mereka masuk lewat tembok.

Sang Pintu tidak pernah memaksa dobrak. Ia terbuka, dan menunggu didatangi. Lewat siapa kita membiarkan diri masuk dan keluar setiap hari? Lewat Pintu yang memberi hidup, atau lewat tembok yang menguras?

Yesus, Engkaulah pintu. Biarlah aku masuk dan keluar melalui Engkau, dan menemukan hidup yang berkelimpahan. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →