‹ Semua renungan

Minggu, 16 April 2028

Pagi yang Penuh Lari

Yang menarik dari kisah Paskah menurut Yohanes adalah betapa banyak orang berlari di dalamnya. Pagi itu masih gelap ketika Maria Magdalena datang ke kubur dan mendapati batu sudah terguling. Ia tidak berjalan pulang; ia berlari mendapatkan Petrus. Mendengar kabarnya, Petrus dan murid yang lain pun berlari, bahkan berlomba, ke kubur. Hari pertama Paskah adalah pagi yang penuh dengan orang berlari.

Bandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Sesudah Yesus wafat, para murid mengunci diri, duduk diam, tenggelam dalam takut dan duka. Langkah mereka berat, dunia terasa berhenti. Tetapi begitu ada tanda bahwa kubur kosong, kaki-kaki yang tadinya lumpuh oleh sedih tiba-tiba berlari. Kebangkitan mengembalikan gerak pada orang-orang yang tadinya membeku.

Injil hari ini berhenti pada satu kalimat sederhana tentang murid yang sampai lebih dulu, "ia melihat dan percaya." Ia belum berjumpa dengan Yesus yang bangkit. Ia baru melihat kubur yang kosong. Tetapi bagi hati yang mengasihi, tanda kecil sudah cukup untuk mulai percaya. Cinta memang selalu lebih cepat menangkap daripada logika. Ia berlari lebih dulu, dan ia percaya lebih dulu.

Yohanes menambahkan catatan jujur, "Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci." Percaya lebih dulu, mengerti belakangan. Iman kerap bekerja begitu. Kita tidak selalu memahami segalanya lebih dahulu baru melangkah. Sering kita melangkah dulu karena percaya, dan pengertian menyusul di jalan.

Barangkali itu menghibur bagi kita yang merasa imannya penuh pertanyaan. Kita tidak perlu menunggu sampai segalanya terang benderang untuk mulai bergerak. Cukup ada cinta yang membuat kita berlari, dan pengertian akan menyusul selangkah demi selangkah.

Bacaan pertama memperlihatkan ke mana pada akhirnya lari pagi itu bermuara. Petrus, yang subuh itu berlari ketakutan ke kubur, kini berdiri di rumah Kornelius dan berkata dengan mantap, "Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan kami adalah saksi." Lari yang dimulai dengan bingung dan takut berakhir menjadi pemberitaan yang berani. Dan bacaan kedua memberi arah bagi kaki kita sendiri, "Carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada." Paskah bukan ajakan untuk duduk merayakan, melainkan untuk bangkit dan bergerak.

Kristus sudah bangkit. Pertanyaannya, ke mana kaki kita berlari pagi ini? Masih terkunci dalam ruang ketakutan lama, atau sudah mulai bergerak keluar membawa kabar bahwa kubur telah kosong?

Tuhan yang bangkit, kembalikan gerak pada langkahku yang beku oleh takut dan duka. Buat aku berlari seperti Maria dan Petrus, membawa kabar bahwa Engkau hidup. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →