‹ Semua renungan

Sabtu, 15 April 2028

Mencari di Tempat yang Salah

Malam ini adalah malam menunggu. Yesus terbaring di kubur, batu sudah ditutup, dan dunia seakan menahan napas. Sabtu Suci adalah hari paling sunyi dalam kalender Gereja. Tidak ada Misa di siang hari, tidak ada apa-apa, hanya penantian. Kadang iman memang berupa penantian di depan pintu yang masih tertutup.

Lalu, pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, beberapa perempuan datang ke kubur membawa rempah-rempah. Perhatikan apa yang mereka bawa: rempah untuk mengurapi mayat. Mereka datang dengan asumsi yang wajar, asumsi setiap orang yang pernah kehilangan. Yang mati tetap mati. Yang tinggal hanyalah merawat jenazahnya dengan hormat. Mereka datang untuk berkabung, bukan untuk berjumpa.

Tetapi kubur itu terbuka dan kosong. Dua orang berpakaian berkilau bertanya kepada mereka dengan kalimat yang menggetarkan, "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?" Sebuah teguran yang lembut. Kalian mencari di tempat yang salah. Kubur bukan lagi alamat-Nya.

Betapa sering kita pun mencari yang hidup di antara yang mati. Kita mencari kebahagiaan pada barang-barang yang lekas usang. Kita mencari rasa aman pada hal-hal yang tidak sanggup memberi hidup. Kita datang kepada Tuhan dengan rempah-rempah perkabungan, mengira segalanya sudah berakhir, padahal Ia sudah bangkit mendahului kita.

Kalimat malaikat berikutnya adalah kunci, "Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea." Dan Lukas mencatat, "Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu." Iman mereka bangkit bukan lewat penjelasan baru, melainkan lewat mengingat kembali apa yang sudah pernah mereka dengar. Yesus sudah mengatakannya jauh hari, tetapi baru pagi itu perkataan itu terbuka artinya.

Malam Vigili ini kita mendengar kembali kisah penciptaan, ketika Allah berfirman jadilah terang atas dunia yang gelap dan kosong. Malam ini pula kita mendengar Paulus mengatakan bahwa dalam baptisan kita telah dikuburkan bersama Kristus supaya kita hidup dalam hidup yang baru. Rangkaian itu satu garis: Allah yang dahulu menciptakan terang adalah Allah yang membangkitkan hidup dari kubur. Dari kegelapan yang kosong lahir terang; dari kubur yang tertutup lahir hidup. Pola yang sama itu berlaku juga atas malam-malam kita sendiri.

Maka pada malam yang paling sunyi ini, kita diajak berhenti mencari di tempat yang salah, dan mulai mengingat apa yang sudah dijanjikan.

Tuhan yang bangkit, jangan biarkan aku mencari-Mu di antara yang mati. Bukalah ingatanku pada janji-janji-Mu, dan terangi malam penantianku dengan cahaya kebangkitan-Mu. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →