Sabtu, 15 April 2028
Sabtu Suci - Vigili Paskah
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Kejadian 1:1-2:2
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga. Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian. Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi, dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala." Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak." Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima. Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian. Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu.
Mazmur Tanggapan Mazmur 104:1-2,5-6,10,12-14,24,35
Bacaan Kedua Roma 6:3-11
Atau tidak tahukah kamu, bahwa kita semua yang telah dibaptis dalam Kristus, telah dibaptis dalam kematian-Nya? Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru. Sebab jika kita telah menjadi satu dengan apa yang sama dengan kematian-Nya, kita juga akan menjadi satu dengan apa yang sama dengan kebangkitan-Nya. Karena kita tahu, bahwa manusia lama kita telah turut disalibkan, supaya tubuh dosa kita hilang kuasanya, agar jangan kita menghambakan diri lagi kepada dosa. Sebab siapa yang telah mati, ia telah bebas dari dosa. Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus.
Bacaan Injil Lukas 24:1-12
tetapi pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa rempah-rempah yang telah disediakan mereka. Mereka mendapati batu sudah terguling dari kubur itu, dan setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus. Sementara mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan. Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga." Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu. Dan setelah mereka kembali dari kubur, mereka menceriterakan semuanya itu kepada kesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain. Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul. Tetapi bagi mereka perkataan-perkataan itu seakan-akan omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu. Sungguhpun demikian Petrus bangun, lalu cepat-cepat pergi ke kubur itu. Ketika ia menjenguk ke dalam, ia melihat hanya kain kapan saja. Lalu ia pergi, dan ia bertanya dalam hatinya apa yang kiranya telah terjadi.
Renungan
Mencari di Tempat yang Salah
Malam ini adalah malam menunggu. Yesus terbaring di kubur, batu sudah ditutup, dan dunia seakan menahan napas. Sabtu Suci adalah hari paling sunyi dalam kalender Gereja. Tidak ada Misa di siang hari, tidak ada apa-apa, hanya penantian. Kadang iman memang berupa penantian di depan pintu yang masih tertutup.
Lalu, pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu, beberapa perempuan datang ke kubur membawa rempah-rempah. Perhatikan apa yang mereka bawa: rempah untuk mengurapi mayat. Mereka datang dengan asumsi yang wajar, asumsi setiap orang yang pernah kehilangan. Yang mati tetap mati. Yang tinggal hanyalah merawat jenazahnya dengan hormat. Mereka datang untuk berkabung, bukan untuk berjumpa.
Tetapi kubur itu terbuka dan kosong. Dua orang berpakaian berkilau bertanya kepada mereka dengan kalimat yang menggetarkan, "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?" Sebuah teguran yang lembut. Kalian mencari di tempat yang salah. Kubur bukan lagi alamat-Nya.
Betapa sering kita pun mencari yang hidup di antara yang mati. Kita mencari kebahagiaan pada barang-barang yang lekas usang. Kita mencari rasa aman pada hal-hal yang tidak sanggup memberi hidup. Kita datang kepada Tuhan dengan rempah-rempah perkabungan, mengira segalanya sudah berakhir, padahal Ia sudah bangkit mendahului kita.
Kalimat malaikat berikutnya adalah kunci, "Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea." Dan Lukas mencatat, "Maka teringatlah mereka akan perkataan Yesus itu." Iman mereka bangkit bukan lewat penjelasan baru, melainkan lewat mengingat kembali apa yang sudah pernah mereka dengar. Yesus sudah mengatakannya jauh hari, tetapi baru pagi itu perkataan itu terbuka artinya.
Malam Vigili ini kita mendengar kembali kisah penciptaan, ketika Allah berfirman jadilah terang atas dunia yang gelap dan kosong. Malam ini pula kita mendengar Paulus mengatakan bahwa dalam baptisan kita telah dikuburkan bersama Kristus supaya kita hidup dalam hidup yang baru. Rangkaian itu satu garis: Allah yang dahulu menciptakan terang adalah Allah yang membangkitkan hidup dari kubur. Dari kegelapan yang kosong lahir terang; dari kubur yang tertutup lahir hidup. Pola yang sama itu berlaku juga atas malam-malam kita sendiri.
Maka pada malam yang paling sunyi ini, kita diajak berhenti mencari di tempat yang salah, dan mulai mengingat apa yang sudah dijanjikan.
Tuhan yang bangkit, jangan biarkan aku mencari-Mu di antara yang mati. Bukalah ingatanku pada janji-janji-Mu, dan terangi malam penantianku dengan cahaya kebangkitan-Mu. Amin.
Invitatorium
SABTU SUCI PAGI
Pembukaan
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang wafat di dimakamkan untuk kita.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Marilah kita menyembah Kristus Tuhan, yang wafat di dimakamkan untuk kita.
Ibadat Bacaan
Ibadat Bacaan untuk Sabtu Suci
MADAH
Ant. 1 Dalam damai, aku akan berbaring dan tidur.
Mazmur 4
Syukur
dari kesesakan Engkau melepaskan aku, kasihanilah aku dan dengarkanlah aku!
Ant. Dalam damai, aku akan berbaring dan tidur.
Ant. 2 Tubuhku akan beristirahat dalam harapan.
Mazmur 16
Allah adalah bagianku, warisanku
Bapa membangkitkan Yesus dari antara orang mati dan memutuskan ikatan kematian (Kisah Para Rasul 2:24).
Ant. Tubuhku akan beristirahat dalam harapan.
Ant. 3 Angkatlah tinggi gerbang-gerbang kuno. Raja kemuliaan masuk.
Mazmur 24
Masuknya Tuhan ke dalam bait-Nya
dunia dan semua penduduknya.
Ant. Angkatlah tinggi gerbang-gerbang kuno. Raja kemuliaan masuk.
BACAAN
RESPONSORIUM Lihat Matius 27:66, 60, 62
RESPONSORIUM
TE DEUM
DOA PENUTUP
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
MADAH
Ant.1: Mereka menangisi Tuhan seperti meratapi anak tunggal, sebab Tuhan dibunuh tak bersalah.
Mazmur 63 (64)
Ant.1: Mereka menangisi Tuhan seperti meratapi anak tunggal, sebab Tuhan dibunuh tak bersalah.
Ant.2: Dari alam maut lepaskanlah aku, ya Tuhan.
Yes 38,10-14.17-20
Ant.2: Dari alam maut lepaskanlah aku, ya Tuhan.
Ant.3: Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup selama-lamanya, dan Aku memegang kunci kerajaan maut.
Mazmur 150
Ant.3: Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup selama-lamanya, dan Aku memegang kunci kerajaan maut.
Bacaan Singkat: (Hos 6,1-3a)
Ant. Kristus taat untuk kita sampai wafat, sampai wafat di salib. Dari sebab itulah Alah mengagungkan Yesus. Nama yang paling luhur dianugerahkan kepadaNya.
Ant.Kidung: Penyelamat dunia, selamatkanlah kami. Engkau telah menebus kami dengan salib dan darahMu. Tolonglah kami, ya Allah kami.
KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)
Ant.Kidung: Penyelamat dunia, selamatkanlah kami. Engkau telah menebus kami dengan salib dan darahMu. Tolonglah kami, ya Allah kami.
Doa Permohonan:
Bapa Kami
Doa Penutup:
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
SABTU SUCI SIANG
Antifon dan Mazmur diambil dari Sabtu II, hlm. 598
Madah
Ant.1: Tuhan bersabda: Langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabdaKu takkan lenyap.
Mazmur 118 (119), 81-88
Ant.1: Tuhan bersabda: Langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabdaKu takkan lenyap.
Ant.2: Tuhan, Engkaulah harapanku, jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.
Mazmur 60 (61)
Ant.2: Tuhan, Engkaulah harapanku, jadilah pelindungku dan bentengku terhadap musuh.
Ant.3: Jagalah hidupku terhadap musuh, ya Tuhan.
Mazmur 63 (64)
Ant.3: Jagalah hidupku terhadap musuh, ya Tuhan.
Bacaan Singkat: (1 Yoh 2,1b-2)
Doa Penutup:
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
SABTU SUCI SORE
Madah
Ant.1: Hai maut, engkau akan kubunuh. Hai pratala, engkau akan kuhancurkan.
Ant.1: Hai maut, engkau akan kubunuh. Hai pratala, engkau akan kuhancurkan.
Ant.2: Seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam lamanya, demikian juga Putera manusia akan tinggal di dalam rahim bumi.
Mazmur 142 (143),1-11
Ant.2: Seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam lamanya, demikian juga Putera manusia akan tinggal di dalam rahim bumi.
Ant.3: Rombaklah bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali. Yang dimaksudkan Tuhan ialah tubuhNya sendiri.
Flp 2,6-11
Ant.3: Rombaklah bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali. Yang dimaksudkan Tuhan ialah tubuhNya sendiri.
Bacaan Singkat: (1Ptr 1,18-21)
Ant. Kristus taat untuk kita sampai wafat, sampai wafat di salib. Dari sebab itulah Allah mengagungkan Yesus. Nama yang paling luhur dianugerahkan kepadaNya.
Ant.Kidung Maria: Sekarang Putera manusia dimuliakan dan Allah dimuliakan dalam Dia. Allah akan segera memuliakan Dia.
Doa Penutup:
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU I
Doa Tobat
Madah
Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Mazmur 4
Ant 1: Kasihanilah aku, ya Tuhan, dan dengarkanlah doaku.
Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.
Mazmur 133 (134)
Ant 2: Pujilah Tuhan di waktu malam.
Bacaan singkat (Ul 6,4-7)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Beato Damian de Veuster
Imam
Pater Damian adalah seorang misionaris Belgia di pulau Molokai, Hawai. Ia dihormati sebagai "rasul para penderita kusta". Ia lahir pada tanggal 3 Januari 1840 di Tremeloo, Belgia dan diberinama Yosef de Veuster. Sebagai anak seorang pedagang kaya raya, Yosef dididik untuk menjadi pedagang seperti ayahnya. Setelah menyelesaikan pendidikannya di Wechter dan pendidikan praktis di perkebunan keluarga di Ninde, ia dikirim ke sebuah Kolose di Braine-le –Comte, Belgia, untuk memahirkan ketrampilannya di bidang perdagangan.
Meski demikian, selama berada disana pada tahun 1858, ia memutuskan untuk menjadi imam. Orang tuanya mengabulkan permohonannya untuk memasuki Kongregasi Imam-imam Hati Kudus Yesus dan Maria, kongregasi saudara kandungnya August. Pada bulan Januari 1859, Yosef masuk novisiat dari serikat itu di Louvain, Belgia. Ia mengucapkan kaulnya pada tanggal 7 Oktober 1860 di rumah induk biara di Paris dan menerima nama biara: Damian. Semula ia hanya akan diterima sebagai bruder saja. Tetapi atas dorongan kakaknya August, yang sudah menjadi imam dalam serikat itu, Damian terus belajar bahasa latin dan yunani serta tekun belajar ilmu-ilmu lainnya. Ketekunannya meyakinkan atasan, sehingga ia diijinkan belajar filsafat di Paris dan kemudian kembali ke Louvain untuk belajar teologi.
Sementara Damian belajar, kakaknya yang segera berangkat ke kepulauan Hawai terserang penyakit tipus. Lalu Damian meminta untuk menggantikannya walaupun ia belum di tabhiskan menjadi imam. Pemimpin tertinggi serikat itu mengabulkan permohonannya dan pada tanggal 29 Oktober 1863, ia berangkat ke Hawai. Ia tiba disana pada bulan Maret 1864 dan pada tanggal 21 Mei 1864 ia ditabhiskan menjadi imam di gereja Katedral Bunda Perdamaian di Honolulu, Hawai. Sebagai imam baru, Damian ditugaskan untuk melayani umat di stasi Puna, Kohala dan Hamakua selama beberapa tahun. Selama bertugas disana, perhatiannya lebih diarahkan kepada kondisi para penderita kusta yang ditempatkan di perkampungan Kalaupapa di pulau Molokai. Di daerah koloni itu tidak ada seorang dokter dan imam yang tinggal menetap untuk melayani para penderita kusta itu. Karena itu, pater Damian mengajukan permohonan kepada Uskup untuk menjadi misionaris untuk para penderita Kusta di Molokai itu. Untuk itu, ia mempersiapkan diri secukupnya dalam hal ketrampilan merawat orang sakit, mulai dari membalut luka sampai memotong anggota badan yang membusuk.
Pater Damian tiba di perkampungan kusta itu pada tanggal 10 Mei 1873. Disana ia giat mewartakan Injil dan mengajar agama, menghibur dan merawat orang-orang kusta bahkan mengubur mereka. Ia merintis pembangunan jalan raya, pipa air, rumah yatim piatu dan gereja-gereja. Ia berkarya disana dengan bantuan dua orang awam, juga satu kelompok suster-suster Fransiskan dari Syracuse, New York. Meski menyala-nyala semangat pengabdiannya, namun penyakit kusta itu mulai perlahan-lahan menjangkitinya pada tahun 1888, hingga merenggut nyawanya sendiri pada tanggal 15 April 1889. Kurang lebih satu abad kemudian, yaitu pada tahun 1936, jenazah Pater Damian dipindahkan dari kuburnya di Molokai ke tanah airnya Belgia dan disemayankan di pekuburan nasional St. Yosef di Louvain. Untuk menghormatinya maka didirikanlah sebuah monumen di pulau Molokai, dan sebuah institut untuk mempelajari penyakit kusta.
Beato Pedro Gonzalez
Pengaku Iman
Pedro lahir di desa Astorga, Spanyol pada tahun 1190. Sejak masa studinya, Pedro ternyata cerdas dan pandai. Kehidupan rohaninya tidak menunjukkan suatu keistimewaan. Terpengaruh oleh kehidupan pamannya sebagai uskup, Pedro tertarik juga untuk menjalani kehidupan bakti kepada Tuhan.
Tak lama kemudian ia ditabhiskan menjadi imam. Oleh uskupnya, ia diangkat menjadi koordinator imam-imam diosesan. Pelantikannya dirayakan secara meriah dan besar-besaran. Tetapi Tuhan menunjukkan campur tangan-Nya pada hari itu. Arakan besar dan meriah menuju Katedral mulai bergerak. Pedro dengan gagah menunggang seekor kuda diiringi oleh imam-imam dan pembesar-pembesar negara dan umat. Tiba-tiba kuda yang ditungganginya berontak dan Pedro yang gagah itu jatuh. Sorak-sorai yang gemuruh itu berubah menjadi gelak tawa dan olok-olokan, Pedro menyadari hal ini merupakan tanda peringatan bahwa betapa tidak berartinya kemuliaan duniawi.
Setelah peristiwa ini, Pedro masuk Ordo Santo Dominikus. Mula-mula ia ditugaskan sebagai pastor tentara. Dalam tugas ini, Pedro menunjukkan contoh hidup yang sangat mnyenangkan bagi pasukannya dan semua orang di istana. Pada waktu kota Kordova direbut oleh raja Spanyol dari tangan suku Moor, Pedro berusaha menyelamatkan para tawanan dan wanita-wanita dari tindakan sewenang-wenang para tentara.
Setelah berhenti dari dinas ketentaraan, Pedro menjadi pastor untuk para petani dan nelayan. Ia mencurahkan sisa-sisa hidupnya untuk menemani para petani dan pelaut. Ia mengajari mereka bagaimana menghayati iman sebagai sebagai seorang petani dan pelaut. Soal-soal agama yang sulit, diterangkannya dengan sederhana sehingga dapat dimengerti oleh para petani dan pelaut yang sederhana itu. Cara hidupnya yang saleh, kerendahan hatinya serta pergaulannya yang baik dengan semua orang, membuat dia sangat disegani dan dihormati oleh semua petani dan pelaut itu. Ia meninggal pada tahun 1246.