Minggu, 16 April 2028
Paskah Kebangkitan Tuhan
Hari RayaBacaan Misa
Hari ini didaraskan Kemuliaan dan Aku Percaya.
Bacaan Pertama Kisah Para Rasul 10:34a,37-43
Lalu mulailah Petrus berbicara, katanya: "Sesungguhnya aku telah mengerti, bahwa Allah tidak membedakan orang. Kamu tahu tentang segala sesuatu yang terjadi di seluruh tanah Yudea, mulai dari Galilea, sesudah baptisan yang diberitakan oleh Yohanes, yaitu tentang Yesus dari Nazaret: bagaimana Allah mengurapi Dia dengan Roh Kudus dan kuat kuasa, Dia, yang berjalan berkeliling sambil berbuat baik dan menyembuhkan semua orang yang dikuasai Iblis, sebab Allah menyertai Dia. Dan kami adalah saksi dari segala sesuatu yang diperbuat-Nya di tanah Yudea maupun di Yerusalem; dan mereka telah membunuh Dia dan menggantung Dia pada kayu salib. Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan Allah berkenan, bahwa Ia menampakkan diri, bukan kepada seluruh bangsa, tetapi kepada saksi-saksi, yang sebelumnya telah ditunjuk oleh Allah, yaitu kepada kami yang telah makan dan minum bersama-sama dengan Dia, setelah Ia bangkit dari antara orang mati. Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati. Tentang Dialah semua nabi bersaksi, bahwa barangsiapa percaya kepada-Nya, ia akan mendapat pengampunan dosa oleh karena nama-Nya."
Mazmur Tanggapan Mazmur 118:1-2,16-17,22-23
Bacaan Kedua Kolose 3:1-4
Karena itu, kalau kamu dibangkitkan bersama dengan Kristus, carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada, duduk di sebelah kanan Allah. Pikirkanlah perkara yang di atas, bukan yang di bumi. Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah. Apabila Kristus, yang adalah hidup kita, menyatakan diri kelak, kamupun akan menyatakan diri bersama dengan Dia dalam kemuliaan.
Bacaan Injil Yohanes 20:1-9
Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersama-sama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Maka masuklah juga murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati.
Renungan
Pagi yang Penuh Lari
Yang menarik dari kisah Paskah menurut Yohanes adalah betapa banyak orang berlari di dalamnya. Pagi itu masih gelap ketika Maria Magdalena datang ke kubur dan mendapati batu sudah terguling. Ia tidak berjalan pulang; ia berlari mendapatkan Petrus. Mendengar kabarnya, Petrus dan murid yang lain pun berlari, bahkan berlomba, ke kubur. Hari pertama Paskah adalah pagi yang penuh dengan orang berlari.
Bandingkan dengan hari-hari sebelumnya. Sesudah Yesus wafat, para murid mengunci diri, duduk diam, tenggelam dalam takut dan duka. Langkah mereka berat, dunia terasa berhenti. Tetapi begitu ada tanda bahwa kubur kosong, kaki-kaki yang tadinya lumpuh oleh sedih tiba-tiba berlari. Kebangkitan mengembalikan gerak pada orang-orang yang tadinya membeku.
Injil hari ini berhenti pada satu kalimat sederhana tentang murid yang sampai lebih dulu, "ia melihat dan percaya." Ia belum berjumpa dengan Yesus yang bangkit. Ia baru melihat kubur yang kosong. Tetapi bagi hati yang mengasihi, tanda kecil sudah cukup untuk mulai percaya. Cinta memang selalu lebih cepat menangkap daripada logika. Ia berlari lebih dulu, dan ia percaya lebih dulu.
Yohanes menambahkan catatan jujur, "Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci." Percaya lebih dulu, mengerti belakangan. Iman kerap bekerja begitu. Kita tidak selalu memahami segalanya lebih dahulu baru melangkah. Sering kita melangkah dulu karena percaya, dan pengertian menyusul di jalan.
Barangkali itu menghibur bagi kita yang merasa imannya penuh pertanyaan. Kita tidak perlu menunggu sampai segalanya terang benderang untuk mulai bergerak. Cukup ada cinta yang membuat kita berlari, dan pengertian akan menyusul selangkah demi selangkah.
Bacaan pertama memperlihatkan ke mana pada akhirnya lari pagi itu bermuara. Petrus, yang subuh itu berlari ketakutan ke kubur, kini berdiri di rumah Kornelius dan berkata dengan mantap, "Yesus itu telah dibangkitkan Allah pada hari yang ketiga, dan kami adalah saksi." Lari yang dimulai dengan bingung dan takut berakhir menjadi pemberitaan yang berani. Dan bacaan kedua memberi arah bagi kaki kita sendiri, "Carilah perkara yang di atas, di mana Kristus ada." Paskah bukan ajakan untuk duduk merayakan, melainkan untuk bangkit dan bergerak.
Kristus sudah bangkit. Pertanyaannya, ke mana kaki kita berlari pagi ini? Masih terkunci dalam ruang ketakutan lama, atau sudah mulai bergerak keluar membawa kabar bahwa kubur telah kosong?
Tuhan yang bangkit, kembalikan gerak pada langkahku yang beku oleh takut dan duka. Buat aku berlari seperti Maria dan Petrus, membawa kabar bahwa Engkau hidup. Amin.
Invitatorium
HARI RAYA PASKA PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
MAZMUR 94 (95)
Ant. Tuhan sungguh bangkit, alleluya.
Ibadat Bacaan
MINGGU PASKAH
BACAAN PERTAMA
Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan; Ia telah menyelimuti Diri-Nya dengan kemuliaan.
Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan; Ia telah menyelimuti Diri-Nya dengan kemuliaan.
Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan; Ia telah menyelimuti Diri-Nya dengan kemuliaan.
Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan; Ia telah menyelimuti Diri-Nya dengan kemuliaan.
Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan; Ia telah menyelimuti Diri-Nya dengan kemuliaan.
Ant. Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan; Ia telah menyelimuti Diri-Nya dengan kemuliaan.
BACAAN KEDUA
Ant. Seperti rusa yang merindukan aliran air, jiwaku merindukan Dikau, ya Allahku.
Ant. Seperti rusa yang merindukan aliran air, jiwaku merindukan Dikau, ya Allahku.
Ant. Seperti rusa yang merindukan aliran air, jiwaku merindukan Dikau, ya Allahku.
Ant. Seperti rusa yang merindukan aliran air, jiwaku merindukan Dikau, ya Allahku.
Ant. Seperti rusa yang merindukan aliran air, jiwaku merindukan Dikau, ya Allahku.
Ant. Seperti rusa yang merindukan aliran air, jiwaku merindukan Dikau, ya Allahku.
Ant. Seperti rusa yang merindukan aliran air, jiwaku merindukan Dikau, ya Allahku.
BACAAN KETIGA
Ant. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ant. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ant. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ant. Alleluya, alleluya, alleluya.
Ant. Alleluya, alleluya, alleluya.
BACAAN KEEMPAT
TE DEUM
AKLAMASI (setidaknya dalam perayaan komunal)
Ibadat Pagi
HARI RAYA PASKA PAGI
Pembukaan
Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.
Mazmur 94 (95)
Marilah kami bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kami.
Ant. Tuhan sungguh bangkit, Alleluya.
Madah
Ant.1: Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darah-Nya, Alleluya.
Mazmur 62
Ya Allah, Engkaulah Allahku,*
aku mencari Engkau.
Ant.1: Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darah-Nya, Alleluya.
Ant.2: Penebus kami sudah bangkit dari kubur, marilah kami menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kami, Alleluya.
Ant.2: Penebus kami sudah bangkit dari kubur, marilah kami menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kami, Alleluya.
Ant.3: Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakan-Nya kepadamu, Alleluya.
Mazmur 149
Nyanyikanlah bagi Tuhan lagu baru,*
pujilah Dia dalam himpunan umat-Nya.
Ant.3: Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakan-Nya kepadamu, Alleluya.
Bacaan singkat (Kis 10:40-43)
Ant. Pada hari inilah Tuhan bertindak, mari kami rayakan dengan gembira, Alleluya.
Ant.Kidung: Pagi-pagi benar, pada hari pertama dalam pekan, ketika matahari sudah terbit, mereka pergi ke makam, Alleluya.
Kidung Zakaria (Luk 1 : 68-79)
Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umat-Nya.
Ant.Kidung: Pagi-pagi benar, pada hari pertama dalam pekan, ketika matahari sudah terbit, mereka pergi ke makam, Alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Sebelum Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Tengah Hari
Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.
HARI RAYA PASKA SIANG
Madah
Ant.1: Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darahNya, alleluya.
Mazmur 117 (118)
Ant.1: Kristus sudah bangkit dan menerangi umat yang ditebus dengan darahNya, alleluya.
Ant.2: Penebus kami sudah bangkit dari kubur, marilah kami menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kami, alleluya.
Ant.2: Penebus kami sudah bangkit dari kubur, marilah kami menyanyikan madah bagi Tuhan Allah kami, alleluya.
Ant.3: Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakanNya kepadamu, alleluya.
Ant.3: Alleluya, Tuhan bangkit seperti sudah dikatakanNya kepadamu, alleluya.
Bacaan singkat: (1 Kor 15,3b-5)
Doa Penutup
Ibadat Sesudah Tengah Hari
Pembukaan
Madah
Doa Penutup
Ibadat Sore
HARI RAYA PASKA SORE II
Madah
Ant.1: Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, Alleluya.
Mazmur 109:1-5,7
Tuhan berfirman kepada baginda: “Duduklah di sisi kanan-Ku,*
sampai musuh musuhmu Kujadikan tumpuan kakimu.”
Ant.1: Maria dari Magdala dan Maria yang lain pergi mengunjungi kubur Yesus, Alleluya.
Ant.2: Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, Alleluya.
Mazmur 113
Ketika Israel keluar dari Mesir,*
keluarga Yakub dari bangsa asing,
Ant.2: Marilah dan lihatlah tempat Tuhan dibaringkan, Alleluya.
Ant.3: Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, Alleluya.
Ant.3: Yesus bersabda: Jangan takut! Pergilah dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya berangkat ke Galilea; di sana mereka akan melihat Aku, Alleluya.
Bacaan singkat (Ibr 10:12-14)
Ant. Pada hari inilah Tuhan bertindak, mari kami rayakan dengan gembira, Alleluya.
Ant.Kidung: Pada hari Minggu Paska, tatkala hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus berkumpul di sebuah rumah, dan pintu-pintu dikunci. Sekonyong-konyong datanglah Yesus berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: Salam bagimu, Alleluya.
Kidung Maria (Luk 1 : 46-55)
Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.
Ant.Kidung: Pada hari Minggu Paska, tatkala hari sudah mulai malam, murid-murid Yesus berkumpul di sebuah rumah, dan pintu-pintu dikunci. Sekonyong-konyong datanglah Yesus berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: Salam bagimu, Alleluya.
Doa Permohonan
Bapa Kami
Doa Penutup
Ibadat Penutup
IBADAT PENUTUP - MINGGU II
Doa Tobat
Madah
Ant: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Mazmur 90 (91)
Ant.: Tuhan akan menudungi engkau dengan kepakNya, engkau tak usah takut akan bahaya di waktu malam.
Bacaan singkat (Why 22,4-5)
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Kidung Simeon:
Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.
Doa Penutup
Penutup
Salam kepada Bunda Maria
Santo-Santa
Santa Bernadetha Soubirous
Pengaku Iman
Marie Bernadetha Soubirius lahir di Lourdes pada tahun 1884. Ia adalah anak sulung dari keluarga Francoius Soubirous, seorang pengusaha gilingan gandum yang jatuh miskin. Semasa remajanya, ketika berumur 14 tahun, ia sering sakit-sakitan sehingga tubuhnya tampak lemah dan gerakannya lamban. Meski demikian ia tetap bersikap ramah kepada semua orang.
Ketika Bernadette (= Bernarde kecil) bersama kedua orang adiknya, Marie dan Yeanne, mencari kayu bakar di dekat gua Massabielle, ia mengalami peristiwa ajaib: ia melihat wanita muda yang sangat cantik berdiri dalam lingkaran cahaya ajaib di mulut gua itu. Wanita muda itu berpakaian putih cermelang; ikat pinggangnya berwarna biru langit, kerudungnya panjang hingga menyentuh kakinya; kedua telapak tangannya saling mengatup di depan dadanya, sementara sebuah rosario yang berkilau-kilauan tergantung pada lengannya. Peristiwa ajaib ini terjadi pada tanggal 11 Februari 1858.
Sekembalinya di rumah, Bernadeth menceritakan peristiwa ajaib itu kepada orangtuanya. Ia dimarahi dan diejek oleh orangtuanya dan orang-orang lain. Namun ia terus datang ke gua Massabielle sesuai pesan wanita muda cantik itu. Setiap kali datang, wanita muda itu selalu menampakkan dirinya. Hal ini terjadi sebanyak delapan belas kali,mulai dari tanggal 18 Februari sampai 16 Juli 1858. Mula-mula wanita cantik itu tidak menyatakan siapa dirinya. Barulah kemudian wanita itu mengaku: "Akulah yang dikandung tanpa cela", sambil meminta agar orang berdoa dan bertobat, serta meminta agar tempat penampakannya itu dibangun sebuah gereja. Peristiwa ini sempat meresahkan masyarakat, pejabat negara dan gereja. Polisi setempat melarang keras semua orang datang ke gua Massabielle. Meski demikian, makin banyak orang datang bersama Bernadeth ke gua Massabielle, walaupun mereka tidak melihat wanita muda itu. Mereka hanya menyaksikan perubahan wajah Bernadeth dan sikapnya yang terpesona memandang Bunda Maria yang tampak padanya.
Pastor paroki, Sempet dan Uskup setempat sangat berhati-hati dalam menanggapi peristiwa penampakan itu. Beberapa tahun lamanya Bernadeth banyak menderita, baik karena kecurigaan orang-orang yang tidak mau percaya, maupun oleh semangat serta perhatian yang berlebih-lebihan dari orang-orang yang percaya. Namun ia menanggung semuanya dengan tabah dan sabar sambil tetap percaya kepada Bunda Maria yang menjanjikan kepadanya kebahagiaan surgawi.
Pada tahun 1866 ia masuk biara suster Karitas di Nevers. Disini ia terlindung dari gangguan orang banyak, meskipun tetap saja menderita karena sikap tak ramah dari beberapa suster pemimpin biara. Dalam situasi ini, penyakit asma yang sudah dideritanya sejak lama kambuh lagi dan semakin parah. Akibatnya pada tahun 1879, Bernadeth meninggal dunia pada usia 35 tahun. Jenazahnya tetap disimpan dalam biara itu di dalam sebuah peti kaca. Jenazahnya itu tetap berada dalam keadaan utuh dan segar sampai sekarang.
Peristiwa penampakan Bunda Maria di Lourdes pada tahun 1858 itu dan banyaknya mukjizat penyembuhan yang terjadi disana sampai dewasa ini, menjadikan Lourdes tempat ziarah teramai dalam sejarah Kristen. Bernadeth, saksi langsung peristiwa itu, tidak mengambil bagian dalam perkembangan itu.
Santo Paternus
Pengaku Iman
Paternus mendirikan biara di tempat sepi, Prancis dan menjadi rasul rakyat pedalaman. Ia dihormati sebagai santo pelindung orang-orang yang digigit ular berbisa dan orang sakit lumpuh.