‹ Semua renungan

Rabu, 23 Februari 2028

Rencana dan Uap

Awal tahun kita rajin menyusun rencana: target usaha, cicilan yang harus lunas, kota yang ingin dikunjungi. Menyusun rencana itu baik. Yang disentil Yakobus adalah nadanya: hari ini atau besok kami berangkat, berdagang, dan mendapat untung. Semua serba pasti, seolah-olah kitalah pemilik waktu.

Padahal, kata Yakobus, hidupmu itu sama seperti uap: sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Maka sebutlah selalu: jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu. Ini bukan mantra pemanis kalimat, melainkan sikap batin: tangan tetap bekerja keras, hati tidak menggenggam apa-apa.

Santo Polikarpus, yang kita kenang hari ini, tahu betul hidupnya uap. Ketika dipaksa menyangkal Kristus pada usia tuanya, uskup Smirna itu menjawab tenang: delapan puluh enam tahun aku mengabdi Dia dan Ia tidak pernah berbuat salah kepadaku; bagaimana mungkin aku menghujat Rajaku? Ia mati dibakar. Uap hidupnya singkat, tetapi naik sebagai persembahan yang harum sampai hari ini.

Hidup yang singkat bukan alasan untuk cemas, melainkan alasan untuk setia: sebab yang singkat ini pun seluruhnya milik Tuhan.

Tuhan, hidupku uap di tangan-Mu. Jadikanlah ia persembahan yang harum, selama masih tampak. Amin.

Buka Doa Hari Ini lengkap →