Selasa, 22 Februari 2028
Kursi
Di negeri kita, kata kursi jarang berarti tempat duduk. Rebutan kursi, mengamankan kursi, turun dari kursi: semuanya bicara tentang kekuasaan.
Hari ini Gereja merayakan pesta yang sepintas terdengar aneh: Takhta Santo Petrus, cathedra Petri. Dari kata Latin cathedra, kursi pengajar, lahirlah kata katedral: gereja tempat kursi uskup berada. Yang dirayakan tentu bukan perabotnya, melainkan pelayanan yang dilambangkannya: tugas Petrus dan para penggantinya mengajar serta menjaga kesatuan iman Gereja.
Injil menunjukkan bagaimana kursi itu diperoleh. Bukan lewat kampanye, melainkan lewat pengakuan iman: Engkau adalah Mesias, Anak Allah yang hidup. Dan Yesus menegaskan bahwa pengakuan itu pun bukan prestasi Petrus: bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di surga. Sementara Petrus sendiri, dalam suratnya, berpesan kepada para gembala: gembalakanlah kawanan domba Allah, jangan dengan paksa, jangan mencari keuntungan, jadilah teladan.
Kursi dunia diperebutkan untuk dilayani orang. Kursi dalam Gereja diberikan untuk melayani orang. Baiklah hari ini kita mendoakan Bapa Suci dan para uskup yang mendudukinya.
Tuhan, teguhkanlah para gembala Gereja-Mu di atas batu karang iman, dan jadikanlah mereka teladan bagi kawanan-Mu. Amin.