Rabu, 23 Februari 2028

S. Polikarpus

Peringatan Wajib

Bacaan Misa

Bacaan Pertama Yakobus 4:13-17

Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.

Mazmur Tanggapan Mazmur 49:2-3,6-11

(49-3) baik yang hina maupun yang mulia, baik yang kaya maupun yang miskin bersama-sama!
(49-4) Mulutku akan mengucapkan hikmat, dan yang direnungkan hatiku ialah pengertian.
(49-7) mereka yang percaya akan harta bendanya, dan memegahkan diri dengan banyaknya kekayaan mereka?
(49-8) Tidak seorangpun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya,
(49-9) karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya--
(49-10) supaya ia tetap hidup untuk seterusnya, dan tidak melihat lobang kubur.
(49-11) Sungguh, akan dilihatnya: orang-orang yang mempunyai hikmat mati, orang-orang bodoh dan dungupun binasa bersama-sama dan meninggalkan harta benda mereka untuk orang lain.
(49-12) Kubur mereka ialah rumah mereka untuk selama-lamanya, tempat kediaman mereka turun-temurun; mereka menganggap ladang-ladang milik mereka.

Bacaan Injil Markus 9:38-40

Kata Yohanes kepada Yesus: "Guru, kami lihat seorang yang bukan pengikut kita mengusir setan demi nama-Mu, lalu kami cegah orang itu, karena ia bukan pengikut kita." Tetapi kata Yesus: "Jangan kamu cegah dia! Sebab tidak seorangpun yang telah mengadakan mujizat demi nama-Ku, dapat seketika itu juga mengumpat Aku. Barangsiapa tidak melawan kita, ia ada di pihak kita.

Renungan

Rencana dan Uap

Awal tahun kita rajin menyusun rencana: target usaha, cicilan yang harus lunas, kota yang ingin dikunjungi. Menyusun rencana itu baik. Yang disentil Yakobus adalah nadanya: hari ini atau besok kami berangkat, berdagang, dan mendapat untung. Semua serba pasti, seolah-olah kitalah pemilik waktu.

Padahal, kata Yakobus, hidupmu itu sama seperti uap: sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Maka sebutlah selalu: jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu. Ini bukan mantra pemanis kalimat, melainkan sikap batin: tangan tetap bekerja keras, hati tidak menggenggam apa-apa.

Santo Polikarpus, yang kita kenang hari ini, tahu betul hidupnya uap. Ketika dipaksa menyangkal Kristus pada usia tuanya, uskup Smirna itu menjawab tenang: delapan puluh enam tahun aku mengabdi Dia dan Ia tidak pernah berbuat salah kepadaku; bagaimana mungkin aku menghujat Rajaku? Ia mati dibakar. Uap hidupnya singkat, tetapi naik sebagai persembahan yang harum sampai hari ini.

Hidup yang singkat bukan alasan untuk cemas, melainkan alasan untuk setia: sebab yang singkat ini pun seluruhnya milik Tuhan.

Tuhan, hidupku uap di tangan-Mu. Jadikanlah ia persembahan yang harum, selama masih tampak. Amin.

Invitatorium

RABU III PAGI

Pembukaan

Ant. Marilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.

MAZMUR 94 (95)

Marilah kita bernyanyi bagi Tuhan,
bersorak-sorai bagi penyelamat kita.
Menghadap wajahNya dengan lagu syukur,
menghormatiNya dengan pujian.

Tuhanlah Allah yang agung,
merajai segala dewa.
Dasar bumi terletak di tanganNya,
puncak gunungpun milikNya.
MilikNyalah laut, Dia membuatnya,
daratanpun buatan tanganNya.

Mari bersujud dan menyembah,
berlutut di hadapan Tuhan, pencipta kita.
Dialah Allah kita, kita umatNya,
Dialah gembala kita, kita kawananNya.

Hari ini dengarkanlah suaraNya:
"Jangan bertegar hati seperti di Meriba,
seperti di Masa, di padang gurun;
ketika leluhurmu mencobai Aku,
walau menyaksikan karya Ku yang agung.

Empat puluh tahun Aku muak akan mereka itu;
maka Aku berkata: Umat ini tersesat hatinya,
mereka tidak mengerti maksud bimbinganKu.
Sebab itu Aku bersumpah dalam murkaKu:
Mereka takkan beristirahat bersama Aku".

Kemuliaan kepada Bapa...
Seperti pada...

Ant. Marilah menyembah Tuhan, Pencipta kita.

Ibadat Bacaan

Ibadat Bacaan untuk Hari Rabu dalam Pekan Biasa

Ya Allah, datanglah menolong aku.

Tuhan, bersegeralah menolong aku.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin. Alleluya.

MADAH

Terang kemuliaan Bapa,

Yang memancar dari cahaya abadi,

Sumber cahaya yang dilahirkan oleh cahaya,

Siang yang menerangi setiap hari.
Dalam cahaya-Mu yang abadi,

Bersinarlah atas kami, Kristus, matahari sejati,

Membawa kehidupan bagi akal budi dan tubuh

Melalui kuasa Roh Kudus.
Bapa kemuliaan abadi,

Kaya akan rahmat dan Kuat untuk menyelamatkan,

Dengarkanlah doa kami dan datanglah menyelamatkan kami,

Jauhkanlah kami dari jalan-jalan dosa.
Fajar semakin mendekat,

Fajar yang membawa semua yang kami cari,

Putra yang berdiam dalam Bapa,

Bapa yang mengucapkan satu Sabda.
Kemuliaan bagi Allah Bapa,

Kemuliaan bagi Putra Tunggal-Nya,

Kemuliaan sekarang dan sepanjang segala abad

Bagi Roh Penghibur.

MAZMUR

Ant. 1 Di mana pun Engkau berada, Tuhan, di sana ada belas kasihan, di sana ada kebenaran.

Mazmur 89

Kemurahan Allah kepada keluarga Daud

Sesuai dengan janji-Nya, Tuhan telah membangkitkan Yesus, seorang Juruselamat, dari keluarga Daud (Kis. 13:22, 23).

I
Aku akan menyanyikan kasih-Mu selama-lamanya, ya Tuhan;

sepanjang segala abad mulutku akan mewartakan kebenaran-Mu.

Aku yakin akan hal ini, bahwa kasih-Mu kekal abadi,

bahwa kebenaran-Mu teguh di surga.
“Dengan orang pilihan-Ku, Aku telah membuat perjanjian;

Aku telah bersumpah kepada Daud hamba-Ku:

Aku akan menegakkan dinastimu selama-lamanya

dan mendirikan takhtamu sepanjang segala abad.”
Langit mewartakan keajaiban-Mu, ya Tuhan;

jemaat orang-orang kudus-Mu mewartakan kebenaran-Mu.

Sebab siapa di langit yang dapat dibandingkan dengan Tuhan

atau siapa yang seperti Tuhan di antara anak-anak Allah?
Allah yang ditakuti dalam dewan orang-orang kudus,

agung dan dahsyat bagi semua di sekeliling-Nya.

Ya Tuhan Allah semesta alam, siapa yang setara dengan-Mu?

Engkau perkasa, ya Tuhan, dan kebenaran adalah pakaian-Mu.
Engkaulah yang menguasai laut dalam keangkuhannya;

Engkaulah yang menenangkan gelombang-gelombangnya yang bergelora.

Engkau menghancurkan monster Rahab dan membunuhnya,

menyebarkan musuh-musuh-Mu dengan lengan-Mu yang perkasa.
Langit adalah milik-Mu, dunia adalah milik-Mu.

Engkaulah yang mendirikan bumi dan segala isinya;

Engkaulah yang menciptakan Utara dan Selatan.

Tabor dan Hermon bersorak gembira atas nama-Mu.
Lengan-Mu perkasa, ya Tuhan;

tangan-Mu kuat, tangan kanan-Mu siap sedia.

Keadilan dan kebenaran adalah tiang-tiang takhta-Mu,

kasih dan kebenaran berjalan di hadapan-Mu.
Berbahagialah bangsa yang mengelu-elukan raja seperti itu,

yang berjalan, ya Tuhan, dalam terang wajah-Mu,

yang menemukan sukacita mereka setiap hari dalam nama-Mu,

yang menjadikan keadilan-Mu sumber kebahagiaan mereka.
Sebab Engkau, ya Tuhan, adalah kemuliaan kekuatan mereka;

oleh kemurahan-Mu kekuatan kami ditinggikan:

sebab penguasa kami ada dalam pemeliharaan Tuhan;

raja kami dalam pemeliharaan Yang Kudus dari Israel.
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Di mana pun Engkau berada, Tuhan, di sana ada belas kasihan, di sana ada kebenaran.

Ant. 2 Ketika Putra Allah datang ke dunia ini, Ia dilahirkan dari keturunan Daud.

II
Dahulu kala Engkau berbicara dalam suatu penglihatan.

Kepada sahabat-sahabat-Mu para nabi Engkau berkata:

“Aku telah menaruh mahkota pada seorang pahlawan,

Aku telah meninggikan seorang yang terpilih dari antara umat.
Aku telah menemukan Daud hamba-Ku

dan dengan minyak kudus-Ku mengurapinya.

Tangan-Ku akan selalu menyertainya

dan lengan-Ku akan membuatnya kuat.
Musuh tidak akan pernah mengalahkannya

pun orang jahat tidak akan menindasnya.

Aku akan mengalahkan musuh-musuhnya di hadapannya

dan memukul orang-orang yang membencinya.
Kebenaran-Ku dan kasih-Ku akan menyertainya;

oleh nama-Ku kekuatannya akan ditinggikan.

Aku akan membentangkan tangannya ke Laut

dan tangan kanannya sejauh Sungai.
Ia akan berkata kepada-Ku: ‘Engkau adalah Bapa-ku,

Allah-ku, batu karang yang menyelamatkan aku.’

Dan Aku akan menjadikannya anak sulung-Ku,

yang tertinggi di antara raja-raja bumi.
Aku akan menjaga kasih-Ku baginya selalu;

baginya perjanjian-Ku akan kekal.

Aku akan menegakkan dinastinya selama-lamanya,

menjadikan takhtanya bertahan seperti langit.”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Ant. Ketika Putra Allah datang ke dunia ini, Ia dilahirkan dari keturunan Daud.

Ant. 3 Sekali untuk selamanya Aku bersumpah kepada hamba-Ku Daud: dinastinya tidak akan pernah gagal.

III
“Jika anak-anaknya meninggalkan hukum-Ku

dan menolak untuk berjalan sesuai ketetapan-Ku

dan jika mereka melanggar ketetapan-ketetapan-Ku,

menolak untuk menaati perintah-perintah-Ku;
maka Aku akan menghukum pelanggaran-pelanggaran mereka dengan tongkat,

maka Aku akan mencambuk mereka karena kesalahan mereka.

Tetapi Aku tidak akan pernah menarik kembali kasih-Ku:

kebenaran-Ku tidak akan pernah gagal.
Aku tidak akan pernah melanggar perjanjian-Ku

pun tidak akan menarik kembali perkataan yang telah Kuucapkan.

Sekali untuk selamanya, Aku telah bersumpah demi kekudusan-Ku.

‘Aku tidak akan pernah berbohong kepada Daud.
Dinastinya akan kekal abadi.

Di mata-Ku takhtanya seperti matahari;

seperti bulan, ia akan bertahan selama-lamanya,

saksi yang setia di langit.’”
Kemuliaan kepada Bapa, dan kepada Putra, dan kepada Roh Kudus:

seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.
Doa Mazmur
Ya Allah, Engkau mengurapi hamba-Mu Yesus dengan minyak kudus dan mengangkat-Nya lebih tinggi dari semua raja di bumi. Dalam hal ini Engkau memenuhi janji yang dibuat kepada keturunan Daud dan menegakkan perjanjian yang kekal melalui Putra sulung-Mu. Janganlah melupakan perjanjian-Mu yang kudus, agar kami yang ditandai dengan darah Putra-Mu melalui sakramen-sakramen iman yang baru dapat menyanyikan belas kasihan-Mu selama-lamanya.

Ant. Sekali untuk selamanya Aku bersumpah kepada hamba-Ku Daud: dinastinya tidak akan pernah gagal.

Hening Suci (ditandai dengan lonceng)

Sesaat untuk merenung dan menerima dalam hati kita resonansi penuh suara Roh Kudus dan untuk menyatukan doa pribadi kita lebih erat dengan sabda Allah dan suara publik Gereja.
Ketika kami mendengarkan sabda-Mu, pikiran kami dipenuhi cahaya.

Hati yang rendah hati yang mengerti.

BACAAN

Bacaan Pertama

Dari Kitab Pengkhotbah

5:9-6:8

Kesia-siaan kekayaan
Orang yang tamak tidak pernah puas dengan uang, dan pencinta kekayaan tidak memetik buah darinya; jadi ini pun kesia-siaan. Di mana ada kekayaan besar, di sana juga banyak yang melahapnya. Apa gunanya bagi pemiliknya kecuali untuk memanjakan matanya? Tidur itu manis bagi orang yang bekerja, entah ia makan sedikit atau banyak, tetapi kelimpahan orang kaya tidak membiarkannya tidur.
Ini adalah kejahatan yang menyedihkan yang telah kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya untuk merugikannya. Jika kekayaan itu hilang karena suatu kemalangan, ia mungkin memiliki seorang putra ketika ia tanpa sarana. Seperti ia keluar dari rahim ibunya, demikian pula ia akan pergi lagi, telanjang seperti ia datang, tidak membawa apa-apa dari hasil jerih payahnya yang dapat ia bawa di tangannya. Ini pun kejahatan yang menyedihkan, bahwa ia pergi begitu saja seperti ia datang. Lalu apa gunanya ia bersusah payah untuk angin? Sepanjang hari-hari hidupnya dihabiskan dalam kesuraman dan kesedihan, di bawah kesusahan besar, penyakit dan kemarahan.
Inilah yang kuakui sebagai baik: baiklah bagi seorang pria untuk makan dan minum dan menikmati semua hasil jerih payahnya di bawah matahari selama hari-hari terbatas hidup yang Allah berikan kepadanya; karena inilah bagiannya. Setiap orang yang kepadanya Allah memberikan kekayaan dan harta benda, dan memberikan kuasa untuk menikmatinya, sehingga ia menerima bagiannya dan menemukan sukacita dalam hasil jerih payahnya, memiliki karunia dari Allah. Sebab ia hampir tidak akan memikirkan singkatnya hidupnya, karena Allah membiarkannya menyibukkan diri dengan sukacita hatinya.
Ada kejahatan lain yang telah kulihat di bawah matahari, dan itu sangat membebani manusia: ada orang yang kepadanya Allah memberikan kekayaan dan harta benda dan kehormatan, sehingga ia tidak kekurangan apa pun dari semua hal yang ia dambakan; namun Allah tidak memberinya kuasa untuk menikmatinya, tetapi orang asing melahapnya. Ini adalah kesia-siaan dan wabah yang mengerikan.
Jika seorang pria memiliki seratus anak dan hidup bertahun-tahun, tidak peduli berapa pun usia yang sangat tua, namun jika ia tidak mendapatkan manfaat penuh dari barang-barangnya, atau jika ia kehilangan penguburan, tentang orang ini aku menyatakan bahwa anak yang lahir mati lebih beruntung darinya. Meskipun ia datang dengan sia-sia dan pergi ke dalam kegelapan dan namanya diselimuti kegelapan; meskipun ia belum melihat atau mengenal matahari, namun anak yang mati beristirahat daripada orang seperti itu. Jika ia hidup dua ribu tahun dan tidak menikmati barang-barangnya, bukankah keduanya pergi ke tempat yang sama?
Semua jerih payah manusia adalah untuk mulutnya, namun keinginannya tidak terpenuhi. Sebab apa keuntungan orang bijak atas orang bodoh, atau apa keuntungan orang miskin dalam mengetahui bagaimana berperilaku dalam hidup?

RESPONSORIUM Amsal 30:8; Mazmur 31:15-16

Jauhkanlah dariku kepalsuan dan dusta, ya Tuhan.

Janganlah berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan, berikanlah kepadaku hanya makanan yang kubutuhkan.
Aku telah menaruh kepercayaanku pada-Mu, ya Tuhan;

nasibku ada di tangan-Mu.

Janganlah berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan, berikanlah kepadaku hanya makanan yang kubutuhkan.
Bacaan Kedua

Dari Komentari tentang Pengkhotbah oleh Santo Hieronimus, imam

Carilah hal-hal yang di atas
Setiap orang yang kepadanya Allah telah memberikan kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, dan untuk menerima bagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya—orang itu telah menerima karunia dari Allah. Sebab ia tidak akan memperhatikan hari-hari hidupnya saat berlalu karena Allah telah memenuhi hatinya dengan sukacita. Bandingkan dia dengan orang yang cemas akan kekayaannya dan penuh kesusahan saat ia menimbun harta benda yang binasa. Teks kita mengatakan bahwa lebih baik bersukacita dalam apa yang kamu miliki. Orang pertama setidaknya memiliki sedikit kesenangan dalam apa yang ia miliki, sementara yang kedua menderita kecemasan yang berlebihan. Dan alasannya adalah bahwa kemampuan untuk menikmati kekayaan adalah karunia dari Allah; ia tidak menghitung hari-hari hidupnya, karena Allah membiarkannya menikmati hidup; tanpa kesedihan atau kecemasan, ia dipenuhi dengan sukacita saat itu. Namun, lebih baik memahami teks ini dengan Rasul sebagai mengacu pada karunia Allah berupa makanan dan minuman rohani; manusia harus merenungkan kebaikan dalam pekerjaannya, karena dibutuhkan kerja keras dan studi yang besar bagi kita untuk merenungkan kebaikan sejati. Dan inilah bagian kita: untuk bersukacita dalam studi dan pekerjaan. Ini adalah tujuan yang baik, tetapi tidak sepenuhnya baik sampai Kristus dinyatakan dalam hidup kita.
Semua pekerjaan seorang pria adalah untuk memuaskan mulutnya, namun rohnya akan lapar. Sebab apa yang dimiliki orang bijak lebih dari orang bodoh, kecuali pengetahuan tentang bagaimana hidup? Semua yang dikerjakan manusia di dunia ini dikonsumsi oleh mulut mereka, dikunyah oleh gigi mereka, dan masuk ke perut untuk dicerna. Dan bahkan ketika sesuatu menyenangkan selera, kesenangan itu hanya berlangsung selama ia bisa merasakannya.
Tetapi setelah semua ini, pikiran si pemakan tidak mendapatkan kepuasan, karena ia akan ingin makan lagi, dan baik orang bijak maupun orang bodoh tidak dapat hidup tanpa makanan, dan bahkan orang miskin tidak mencari apa pun selain menjaga tubuhnya tetap hidup dan tidak mati kelaparan. Atau lagi, mungkin karena roh tidak mendapatkan apa pun yang berguna dari memberi makan tubuh. Makanan adalah umum bagi orang bijak dan orang bodoh, dan bagi orang miskin makanan adalah kekayaan.
Namun, lebih baik memahami teks ini sebagai mengacu pada orang dalam Pengkhotbah, yang terpelajar dalam Kitab Suci, dan tahu bahwa baik mulut maupun roh tidak puas selama ia masih menginginkan pembelajaran. Dalam hal ini orang bijak memiliki keuntungan atas orang bodoh. Sebab jika ia tahu dirinya miskin (dan orang miskin disebut diberkati dalam Injil), ia berusaha memahami hal-hal penting dalam hidup, dan ia berjalan di jalan yang lurus dan sempit yang menuju kehidupan. Ia miskin dalam kejahatan, dan ia tahu di mana Kristus, yang adalah hidup kita, dapat ditemukan.

RESPONSORIUM Lihat Sirakh 23:4-6,1,3

Tuhan, Bapa dan Allah hidupku,

janganlah biarkan aku pada pikiran-pikiran jahatku;

janganlah pernah biarkan aku memandang rendah orang lain dengan sombong;

lindungilah aku dari nafsu birahi daging;

dan peliharalah jiwaku dari keinginan yang tidak berguna dan memalukan.
Janganlah tinggalkan aku, ya Tuhan,

jangan sampai kegagalanku bertambah dan dosa-dosaku berlipat ganda.

Dan peliharalah jiwaku dari keinginan yang tidak berguna dan memalukan.

DOA PENUTUP

Berikanlah,

kami mohon, ya Allah yang mahakuasa,

agar, senantiasa merenungkan hal-hal rohani,

kami dapat melaksanakan baik dalam perkataan

maupun perbuatan apa yang berkenan kepada-Mu.

Demi Tuhan kami Yesus Kristus, Putra-Mu,

yang hidup dan berkuasa bersama Engkau dalam persatuan Roh Kudus,

Allah, sepanjang segala abad.

Amin.
Aklamasi (setidaknya dalam perayaan komunal)
Marilah kita memuji Tuhan.

Dan bersyukur kepada-Nya.

Ibadat Pagi

Madah

Mari kita putra terang
Tampil maju dan berjuang
Diresapi s'mangat Kristus
Jadi abdi dengan tulus.

Jangan lupa mohon Tuhan
Agar kita diarahkan
Pada tujuan sejati
Setia sepanjang hari.

Allah cahaya sejati
Sinarilah hati kami
Agar mampu memantulkan
Kristus terang kehidupan.

Terpujilah Allah Bapa
Terpujilah Allah Putra
Bersama Roh Kudus pula
Sekarang dan selamanya. Amin.

Ant.1: Gembirakanlah hati hambaMu, sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Mazmur 85 (86)

Dengarkanlah doaku, ya Tuhan, jawablah aku,*
sebab aku miskin dan bersengsara.

Perliharalah aku, karena aku mengasihi Engkau,*
selamatkanlah hambaMu yang percaya kepadaMu.

Engkaulah Allahku, kasihanilah aku, ya Tuhanku,*
kepadaMulah aku berseru sepanjang hari.

Gembirakanlah hati hambaMu,*
sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Sebab Engkau baik hati dan suka mengampuni, ya Tuhanku,*
Engkau penuh kasih setia bagi semua orang yang berseru kepadaMu.

Ya Tuhan, dengarkanlah doaku,*
perhatikanlah suara permohonanku.

Pada hari kesesakan aku berseru kepadaMu,*
sebab Engkau pasti menjawab aku.

Tidak ada dewata yang menyamai Engkau, ya Tuhanku,*
tak ada karya yang setara dengan karyaMu.

Segala bangsa akan datang menyembah Engkau,*
dan akan memuliakan namaMu, ya Tuhanku.

Sungguh agung Engkau dan megah karyaMu,*
Engkaulah Allah, dan tiada lain.

Ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan,*
agar aku hidup setia dan takwa dengan sebulat hati.

Aku bersyukur kepadaMu dengan segenap hatiku, ya Allah, Tukanku,*
dan memuliakan namaMu untuk selama-lamanya.

Sebab kasih setiaMu berlimpah terhadapku,*
Engkau melepaskan daku dari alam maut.

Ya Allah, orang yang angkuh telah bangkit menyerang aku,+
segerombolan orang sombong ingin mencabut nyawaku,*
mereka tidak mengindahkan Dikau.

Tetapi Engkaulah Allah, penyayang dan pengasih,+
Tuhan yang sabar, penuh kasih dan setia,*
perhatikan dan kasihanilah aku!

Curahkanlah kekuatanMu kepada hambaMu,*
dan selamatkanlah putera sahayaMu.

Nyatakanlah suatu tanda kebaikan bagiku,+
supaya musuhku melihatnya dan menjadi malu,*
semoga Engkau menolong dan menghibur aku, ya Tuhan.

Ant.1: Gembirakanlah hati hambaMu, sebab kepadaMulah kuarahkan hatiku, ya Tuhan.

Ant.2: Berbahagialah orang yang hidup jujur dan bicara benar.

Yes 33,13-16

"Hai kamu yang jauh, dengarkanlah warta tentang karyaKu,*
hai kamu yang dekat, saksikanlah keperkasaanKu".

Orang berdosa di Sion terkejut,*
orang jahat diliputi kegentaran.

"Siapa di antara kita dapat bertahan dekat api yang membasmi,*
siapa di antara kita dapat tinggal dekat nyala api abadi?"

Yang hidup jujur dan berbicara benar,*
yang tidak memeras dan tidak mau disuap.

Yang tidak suka mendengar rencana pembunuhan,*
yang menutup mata agar tidak melihat kejatahan.

Orang itu akan hidup aman sentosa,+
kediamannya dalam benteng yang kuat,*
makanan tersedia, minuman terjamin.

Ant.2: Berbahagialah orang yang hidup jujur dan bicara benar.

Ant.3: Bersoraklah di hadapan Tuhan, rajamu.

Mazmur 97 (98)

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan,*
sebab Ia telah melakukan karya agung.

TanganNya mengerjakan keselamatan,*
dan lenganNya merebut kemenangan.

Tuhan telah memaklumkan penyelamatanNya,*
dan menyatakan keadilanNya di hadapan para bangsa.

Tuhan mengingat kasih dan kesetiaanNya,*
terhadap umat Israel.

Segala penjuru bumi telah menyaksikan,*
penyelamatan Allah kita.

Bersoraklah bagi Tuhan, hai seluruh bumi,*
bersorak gembira dan bernyanyilah.

Bernyanyilah bagi Tuhan dengan memetik kecapi,*
dengan kecapi dan lagu merdu;

dengan meniup nafiri dan sangkakala,*
bersoraklah di hadapan Tuhan, rajamu.

Bergemuruhlah hendaknya laut seisinya,*
bumi dan semua penghuninya.

Hendaklah segala sungai bertepuk tangan,*
dan gunung-gemunung bersorak gembira di hadapan Tuhan.

Sebab Tuhan datang menguasai dunia,+
Ia menguasai dunia dengan adil,*
dan para bangsa dengan jujur.

Ant.3: Bersoraklah di hadapan Tuhan, rajamu.

Bacaan Singkat (Ayb 1,21; 2,10b)

Dengan telanjang aku telah ke luar dari pangkuan ibuku, dan dengan telanjang pula aku akan kembali ke pangkuan ibu pertiwi. Tuhan telah memberi, Tuhan telah mengambil, seturut kehendak Tuhan semuanya itu terjadi, terpujilah nama Tuhan. Kalau kita menerima kemujuran dari tangan Tuhan, apa sebabnya kita mau menolak kemalangan?

Lagu Singkat

P: Arahkanlah hatiku, ya Allah,* Kepada ketetapanMu. U: Arahkanlah. P: Hidupkanlah hambaMu dan bimbinglah aku. U: Kepada ketetapanMu. U: Kemuliaan. U: Arahkanlah.

Ant.Kidung: Tunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.

KIDUNG ZAKARIA (Luk 1,68-79)

Terpujilah Tuhan, Allah Israel,*
sebab Ia mengunjungi dan membebaskan umatNya.

Ia mengangkat bagi kita seorang penyelamat yang gagah perkasa,*
putera Daud, hambaNya.

Seperti dijanjikanNya dari sediakala,*
dengan perantaraan para nabiNya yang kudus.

Untuk menyelamatkan kita dari musuh-musuh kita,*
dan dari tangan semua lawan yang membenci kita.

Untuk menunjukkan rahmatNya kepada leluhur kita,*
dan mengindahkan perjanjianNya yang kudus.

Sebab Ia telah bersumpah kepada Abraham, bapa kita,*
akan membebaskan kita dari tangan musuh.

Agar kita dapat mengabdi kepadaNya tanpa takut,*
dan berlaku kudus dan jujur di hadapanNya seumur hidup.

Dan engkau, anakku, akan disebut nabi Allah yang mahatinggi,*
sebab engkau akan mendahului Tuhan untuk menyiapkan jalanNya.

Untuk menanamkan pengertian akan keselamatan dalam umatNya,*
berkat pengampunan dosa mereka.

Sebab Allah kita penuh rahmat dan belaskasihan,*
Ia mengunjungi kita laksana fajar cemerlang.

Untuk menyinari orang yang meringkuk dalam kegelapan maut,*
dan membimbing kita ke jalan damai sejahtera.

Ant.Kidung: Tunjukkanlah rahmatMu kepada kami, ya Tuhan dan indahkanlah perjanjianMu yang kudus.

Doa Permohonan

Kristus memelihara dan mengasuh Gereja, dan Ia telah menyerahkan diri baginya. Maka marilah kita berkata:
U: Perhatikanlah GerejaMu, ya Tuhan.
P: Terpujilah Engkau, ya gembala umat, karena Engkau telah memberi kami terang dan kehidupan pada hari ini,* semoga kami tahu berterima kasih atas kurniaMu yang menyenangkan hati.
P: Pandanglah dengan murah hati kawananMu yang telah Kaukumpulkan dalam namaMu,* supaya dari antara mereka yang dipercayakan Bapa kepadaMu, seorangpun jangan binasa.
P: Bimbinglah GerejaMu pada jalan perintahMu,* dan semoga Roh kudus membuat umatMu setia kepadaMu.
P: Teguhkanlah iman Gereja dengan santapan sabda dan roti,* agar ia sanggup mengikuti Engkau berkat kekuatan rezeki itu.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, semoga cahayaMu yang suci memenuhi hati kami, supaya kami tetap mengabdi Engkau dalam tingkah laku kami. Sebab Engkau telah menciptakan kami dengan bijaksana dan tetap membimbing serta memelihara kami. Demi Yesus Kristus, PuteraMu dan pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Sebelum Tengah Hari

RABU PEKAN III — IBADAT SEBELUM TENGAH HARI (Tertia)

Pembukaan

Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Madah

Ya Roh Kudus, datanglah kini,
satu dengan Bapa dan Putra;
sudilah Engkau bersegera,
mencurah penuh ke hati kami.

Mulut, lidah, budi, dan rasa,
serta tenaga wartakan iman;
berkobarlah kasih bagai api,
nyalanya menjangkau sesama.

Kenalkanlah kami pada Bapa,
dan pada Putra melalui-Mu;
Engkau Roh dari keduanya,
kami imani sepanjang masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Mazmur 120 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Dalam kesesakanku aku berseru kepada TUHAN dan Ia menjawab aku:
2 "Ya TUHAN, lepaskanlah aku dari pada bibir dusta, dari pada lidah penipu."
3 Apakah yang diberikan kepadamu dan apakah yang ditambahkan kepadamu, hai lidah penipu?
4 Panah-panah yang tajam dari pahlawan dan bara kayu arar.
5 Celakalah aku, karena harus tinggal sebagai orang asing di Mesekh, karena harus diam di antara kemah-kemah Kedar!
6 Cukup lama aku tinggal bersama-sama dengan orang-orang yang membenci perdamaian.
7 Aku ini suka perdamaian, tetapi apabila aku berbicara, maka mereka menghendaki perang.

Mazmur 121 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Aku melayangkan mataku ke gunung-gunung; dari manakah akan datang pertolonganku?
2 Pertolonganku ialah dari TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi.
3 Ia takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.
4 Sesungguhnya tidak terlelap dan tidak tertidur Penjaga Israel.
5 Tuhanlah Penjagamu, Tuhanlah naunganmu di sebelah tangan kananmu.
6 Matahari tidak menyakiti engkau pada waktu siang, atau bulan pada waktu malam.
7 TUHAN akan menjaga engkau terhadap segala kecelakaan; Ia akan menjaga nyawamu.
8 TUHAN akan menjaga keluar masukmu, dari sekarang sampai selama-lamanya.

Mazmur 122 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah Daud. Aku bersukacita, ketika dikatakan orang kepadaku: "Mari kita pergi ke rumah TUHAN."
2 Sekarang kaki kami berdiri di pintu gerbangmu, hai Yerusalem.
3 Hai Yerusalem, yang telah didirikan sebagai kota yang bersambung rapat,
4 ke mana suku-suku berziarah, yakni suku-suku TUHAN, untuk bersyukur kepada nama TUHAN sesuai dengan peraturan bagi Israel.
5 Sebab di sanalah ditaruh kursi-kursi pengadilan, kursi-kursi milik keluarga raja Daud.
6 Berdoalah untuk kesejahteraan Yerusalem: "Biarlah orang-orang yang mencintaimu mendapat sentosa.
7 Biarlah kesejahteraan ada di lingkungan tembokmu, dan sentosa di dalam purimu!"
8 Oleh karena saudara-saudaraku dan teman-temanku aku hendak mengucapkan: "Semoga kesejahteraan ada di dalammu!"
9 Oleh karena rumah TUHAN, Allah kita, aku hendak mencari kebaikan bagimu.

Bacaan Singkat (1 Cor 13, 4-7)
4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. 5 Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. 6 Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. 7 Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

Ayat Singkat
P. Biarlah bergembira dan bersukacita karena Engkau semua orang yang mencari Engkau, ya Tuhan.
U. Dan biarlah mereka selalu berkata: Besarlah Allah.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, pada jam ketiga Engkau dihantar ke hukuman salib demi keselamatan dunia; dengan rendah hati kami mohon kepada-Mu, agar atas kejahatan masa lampau kami senantiasa memperoleh ampun pada-Mu, dan terhadap masa depan kami tetap Kaulindungi. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Tengah Hari

Didaraskan pada Ibadat Siang I, II, maupun III.

RABU III SIANG

Madah

Marilah kita bernyanyi
Bagi penebus ilahi
Dengan iman dan harapan
Penuh cinta yang bertahan.

Sambil mohon dibebaskan
Dari tipu daya lawan
Agar selalu setia
Dalam mengabdi sesama.

Terpujilah Allah Bapa
Bersama Putra tercinta
Yang memperoleh Roh suci
Pembaharu muka bumi. Amin.

Ant.1: Barang siapa mengikuti Aku, tidak berjalan dalam kegelapan, tetapi mempunyai cahaya kehidupan, sabda Tuhan.

Mazmur 118 (119),105-112

FirmanMu adalah pelita bagi langkahku,*
dan cahaya bagi jalanku.

Aku telah bersumpah dan akan bertekun,*
untuk memelihara ketetapanMu yang adil

Aku sangat tertindas, ya Tuhan,*
hidupkan daku sesuai dengan firmanMu.

Berkenanlah menerima pujian, persembahan mulutku,*
ajarkanlah ketetapanMu kepadaku, ya Tuhan.

Hidupku selalu terancam bahaya,*
tetapi aku tidak lupa akan hukumMu.

Orang berdosa memasang jerat terhadapku,*
tetapi aku tidak menyimpang dari titahMu.

KesaksianMu menjadi milik pusakaku selama-lamanya,*
dan merupakan kegirangan hatiku.

Hatiku bersedia melaksanakan kehendakMu,*
sekarang dan selama-lamanya.

Ant.1: Barang siapa mengikuti Aku, tidak berjalan dalam kegelapan, tetapi mempunyai cahaya kehidupan, sabda Tuhan.

Ant.2: Kami ini miskin dan malang, ya Allah, tolonglah kami.

Mazmur 69 (70)

Ya Allah, bebaskan daku,*
Tuhan, bergegaslah menolong aku.

Biarlah mendapat malu dan tersipu-sipu,*
orang yang ingin mencabut nyawaku.

Biarlah mundur dan kehilangan muka,*
orang yang mengharapkan kemalanganku.

Biarlah berbalik dengan rasa sesal,*
orang yang mengatakan: "Nah, rasakan!"

Hendaklah bergembira dan bersukaria karena Engkau,*
orang yang mencari Engkau.

Orang yang mencintai keselamatanMu,*
hendaknya selalu berkata: "Agunglah Allah!"

Tetapi aku ini miskin dan malang,*
ya Allah, datanglah segera!

Engkaulah yang menolong dan membebaskan daku,*
ya Tuhan, janganlah berlambat!

Ant.2: Kami ini miskin dan malang, ya Allah, tolonglah kami.

Ant.3: Allah memutuskan perkara bukan menurut apa yang kelihatan, melainkan menurut keadilan.

Mazmur 74 (75)

Kami bersyukur kepadaMu, ya Allah, kami memuji namaMu,*
dengan memaklumkan karyaMu yang agung.

"Sungguh, Aku akan menghimpun umat,*
Aku akan menghakimi dengan adil.

Bila bumi goncang dengan semua penduduknya,*
Akulah yang akan meneguhkan tiang-tiangnya".

Aku berkata: "Hai orang angkuh, jangan angkuh,*
hai orang jahat, jangan menyombongkan diri.

Jangan menyombongkan diri melawan Tuhan yang mahaluhur,*
jangan bermulut besar menentang Pelindung Israel".

Sebab Dialah pemenang dari timur sampai ke barat,*
Dialah pemenang dari pegunungan sampai ke padang gurun.

Sebab Tuhanlah penguasa,*
Dialah yang merendahkan, Dialah yang meninggikan.

Sebab Tuhan memegang piala angkara,*
dan menuangkan anggur kemurkaan ke bumi.

Anggur itu akan diminum sampai tetes terakhir,*
oleh orang-orang jahat di atas bumi.

Tetapi aku akan meluhurkan Allah yang kekal,*
dan bermazmur bagi Allah Yakub.

Aku akan menghancurkan kekuasan orang berdosa,*
dan akan meninggikan kekuasan orang jujur.

Ant.3: Allah memutuskan perkara bukan menurut apa yang kelihatan, melainkan menurut keadilan.

Bacaan singkat (1Kor 13,4-7)

Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu, ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu.

P: Tunjukkanlah kiranya kasih setiaMu, ya Tuhan.
U: Sebab padaMulah kami berharap.

Doa Penutup

Allah yang mahakuasa dan mahamurah, Engkau memberi kami kesempatan untuk sebenar menarik nafas di tengah hari ini, Pandanglah kiranya pekerjaan yang sudah kami mulai, dan perbaikilah kekurangan dalam usaha kami. Semoga seluruh pekerjaan dapat kami selesaikan seturut kesukaan hatiMu. Demi Kristus, pengantara kami. Amin.

Ibadat Sesudah Tengah Hari

RABU PEKAN III — IBADAT SESUDAH TENGAH HARI (Nona)

Pembukaan

Ya Allah, bersegeralah menolong aku.
Tuhan, perhatikanlah hambaMu.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus. Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin.

Madah

Ya Allah, kekuatan yang teguh,
tak tergoyahkan tinggal dalam-Mu;
Engkau menata waktu terang siang
dalam pergantian yang berurutan.

Karuniakanlah senja yang cerah,
agar hidup tak pernah pudar,
melainkan pahala kematian kudus:
kemuliaan kekal menyongsong kami.

Kabulkanlah, ya Bapa mahakasih,
dan Putra Tunggal setara Bapa,
bersama Roh Kudus Penghibur,
yang meraja sepanjang segala masa. Amin.

Pendarasan Mazmur (Mazmur Pelengkap)

Mazmur 126 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi.
2 Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: "TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!"
3 TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita.
4 Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb!
5 Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.
6 Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Mazmur 127 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.
2 Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah--sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur.
3 Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah.
4 Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda.
5 Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

Mazmur 128 (Nyanyian Ziarah)
1 Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya!
2 Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu!
3 Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu!
4 Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN.
5 Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu,
6 dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!

Bacaan Singkat (Col 3, 14-15)
14 Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. 15 Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah.

Ayat Singkat
P. Orang yang lemah lembut akan mewarisi negeri.
U. Dan bergembira karena kesejahteraan yang berlimpah.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, Engkau menghantar penjahat yang bertobat dari kayu salib masuk ke dalam kerajaan-Mu; sambil mengakui dosa-dosa kami, dengan penuh kepercayaan kami mohon kepada-Mu, agar sesudah kematian Engkau membuat kami masuk dengan sukacita melalui pintu firdaus. Sebab Engkau hidup dan berkuasa sepanjang segala masa. Amin.

Ibadat Sore

RABU III SORE

Madah

Pada waktu senja ini
Malam mulai mendekat
Kami menyerahkan diri
Penuh pasrah dan hormat
KepadaMu Bapa kami
Sumber segala rahmat.

Kami bersyukur padaMu
Atas kurnia hari
Yang kini akan berlalu
Dan atas kasih suci
Yang Kaucurahkan selalu
Ke dalam hati kami.

Semoga kami semua
Yang khidmat menghadapMu
Siap menanggapi cinta
Dengan tiada ragu
Membaktikan jiwa raga
Demi kerajaanMu.

Terpujilah Allah Bapa
Tuhan mahakuasa
Terpujilah Yesus Kristus
Yang menjadi penebus
Terpujilah Roh ilahi
Penghibur yang sejati. Amin.

Ant.1: Yang menabur dengan bercucuran air mata akan menuai dengan sorak-sorai.

Mazmur 125 (126)

Ketika Tuhan memulangkan tawanan Sion,*
kita seperti orang yang bermimpi.

Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa,*
dan lidah kita dengan sorak-sorai.

Bahkan bangsa-bangsa kafir mengakui,*
"Agunglah karya Tuhan bagi mereka".

Sungguh agung karya Tuhan bagi kita,*
sebab itu kita bersukacita.

Tuhan telah memulihkan nasib kita,*
seperti sungai kering berair lagi di musim hujan.

Yang menabur dengan bercucuran air mata,*
akan menuai dengan bersorak-sorai.

Ia pergi dengan menangis sambil membawa kantong benihnya,*
ia pulang sambil bernyanyi membawa berkas panenannya.

Ant.1: Yang menabur dengan bercucuran air mata akan menuai dengan sorak-sorai.

Ant.2: Semoga Tuhanlah yang membangun rumah kita dan menjaga kita.

Mazmur 126 (127)

Jikalau bukan Tuhan yang membangun rumah,*
sia-sialah para pembangun bekerja.

Jikalau bukan Tuhan yang menjaga kota,*
sia-sialah para pengawal berjaga.

Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi,+
pergi tidur larut malam,*
dan mencari nafkah dengan susah payah.

Tetapi Tuhan menganugerahkan kesejahteraan,*
kepada orang yang dicintaiNya.

Putera-putera sungguh anugerah Tuhan,*
dan buah kandungan sungguh ganjaranNya.

Seperti anak panah di tangan pahlawan,*
demikianlah putera yang diperanakkan pada masa muda.

Berbahagialah orang yang mengisi,*
tabung panahnya sampai penuh.

Ia tidak akan dipermalukan oleh musuh,*
tetapi akan menghalau mereka dari pintu gerbang.

Ant.2: Semoga Tuhanlah yang membangun rumah kita dan menjaga kita.

Ant.3: Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dalam segala sesuatu.

Kol 1,12-20

Marilah kita dengan sukacita mengucap syukur kepada Bapa,+
yang membuat kita layak mendapat bagian,*
dalam warisan gemilang para kudus.

Ia telah merebut kita dari kuasa kegelapan,*
dan memindahkan kita ke dalam kerajaan PuteraNya yang terkasih.

Dalam Kristus, kita mendapat penebusan,*
yaitu pengampunan dosa.

Kristuslah gambar Allah, Ia menampakkan yang tak kelihatan,*
Dialah yang pertama dari segala ciptaan.

Sebab dalam Kristus telah diciptakan segala sesuatu,*
baik di angkasa maupun di bumi;

Baik yang kelihatan maupun yang tak kelihatan,*
singgasana, kerajaan, pemerintah dan penguasa.

Segala sesuatu diciptakan dengan perantaraanNya dan untuk Dia,+
Ia mendahului segala sesuatu,*
dan segala sesuatu ada dalam Dia.

Kristuslah kepala tubuh, yaitu Gereja,+
Ia yang awal, yang pertama bangkit dari alam maut,*
supaya Ia lebih utama dalam segala sesuatu.

Sebab Allah berkenan bahwa seluruh kepenuhanNya diam dalam Kristus,+
dan dengan perantaraan Kristus,*
Allah memperdamaikan segala sesuatu dengan diriNya.

Baik yang di bumi maupun di angkasa,*
segala sesuatu diperdamaikan dalam darah Kristus yang tersalib.

Ant.3: Kristuslah yang pertama dari segala ciptaan, Ia utama dari segala sesuatu.

Bacaan Singkat (Ef 2,20-21)

Allah sanggup melakukan jauh lebih banyak dari pada yang dapat kita doakan atau pikirkan, seperti ternyata dari kuasa yang bekerja dalam diri kita. Bagi Dialah kemuliaan di dalam Gereja dan di dalam Kristus Yesus turun-temurun sampai selama-lamanya.

Lagu Singkat

P: Bebaskanlah aku, ya Tuhan,* Dan kasihanilah aku. U: Bebaskanlah. P: Jauhkanlah aku dari orang jahat. U: Dan kasihanilah aku. P: Kemuliaan. U: Bebaskanlah.

Ant.Kidung: Perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa: kuduslah namaNya.

KIDUNG MARIA (Luk 1,46-5)

Aku mengagungkan Tuhan,*
hatiku bersukaria karena Allah, penyelamatku.

Sebab Ia memperhatikan daku,*
hambaNya yang hina ini.

Mulai sekarang aku disebut: yang bahagia,*
oleh sekalian bangsa.

Sebab perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa,*
kuduslah namaNya.

Kasih sayangNya turun-temurun,*
kepada orang yang takwa.

Perkasalah perbuatan tanganNya,*
dicerai-beraikanNya orang yang angkuh hatinya

Orang yang berkuasa diturunkanNya dari takhta,*
yang hina-dina diangkatnya.

Orang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan,*
orang kaya diusirNya pergi dengan tangan kosong

Menurut janjiNya kepada leluhur kita,*
Allah telah menolong Israel, hambaNya.

Demi kasih sayangNya kepada Abraham serta keturunannya,*
untuk selama-lamanya.

Ant.Kidung: Perbuatan besar dikerjakan bagiku oleh Yang mahakuasa: kuduslah namaNya.

Doa Permohonan

Allah mengutus PuteraNya menjadi penebus dan teladan umatNya. Marilah kita dengan rendah hati memanjatkan doa kepadaNya dan berkata:
U: Semoga Engkau dimuliakan dalam umatMu, ya Tuhan.
P: Kami mengucap syukur kepadaMu, sebab dari semula Engkau telah memilih kami untuk diselamatkan,* dan untuk memperoleh kemuliaan Tuhan kami Yesus Kristus.
P: Doronglah semua orang yang mengakui namaMu yang kudus, supaya mereka sehati menerima sabdaMu,* dan tetap berkobar dalam cinta kasih.
P: Pencipta alam semesta, PuteraMu sudi bekerja dengan tanganNya di tengah-tengah manusia,* ingatlah para pekerja yang mencari nafkah dengan memeras keringat.
P: Perhatikanlah juga semua oang yang membaktikan diri kepada kepentingan sesama manusia,* supaya mereka tekun dan tabah meskipun mengalami kegagalan.
P: Berikanlah rahmatMu kepada saudara-saudara kami yang berpulang,* dan janganlah serahkan mereka kepada kekuasaan setan.

Bapa Kami

Doa Penutup

Tuhan yang mahamurah, semoga doa permohonan umatMu sampai ke telingaMu. Ampunilah kiranya dosa kami, supaya umatMu ini berkat doronganMu tetap berbakti kepadaMu, dan berkat lindunganMu hidup dengan aman sentosa. Demi Yesus Kristus, pengantara kami, yang hidup...

Ibadat Penutup

IBADAT PENUTUP - RABU

Doa Tobat

U: Saya mengaku kepada Allah yang mahakuasa
dan kepada saudara sekalian,
bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan,
dengan perbuatan dan kelalaian.
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa.
Oleh sebab itu saya mohon kepada santa perawan Maria,
kepada para malaikat dan orang kudus
dan kepada saudara sekalian,
supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
P: Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan mengantar kita ke hidup yang kekal.
U: Amin.

Madah

Ya Tuhan dan penyelamat
Sebelum beristirahat
Kami bersyukur padaMu
Atas hari yang berlalu.

Kami mohon Kauampuni
Karna sungguh menyadari
Pikiran dan perbuatan
Yang sangat kami sesalkan.

Kabulkanlah permohonan
Yang kini kami panjatkan
Ya Yesus yang berkuasa
Bersama Bapa dan RohNya. Amin.

Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Mazmur 30 (31),1-6

KepadaMu, ya Tuhan, aku berlindung,*
jangan sampai aku dikecewakan!

Demi kesetiaanMu selamatkanlah aku,+
condongkanlah telingaMu kepadaku,*
dan bebaskanlah aku segera!

Sudilah Engkau menjadi gunung pengsungsianku,*
dan benteng pertahananku yang kuat.

Sebab Engkaulah pelindung dan penyelamatku,*
dan demi namaMu Engkau akan membimbing dan menuntun daku.

Engkau akan melepaskan daku dari jaring,+
yang dipasang untuk menjerat aku,*
sebab Engkaulah pelindungku.

Ke dalam tanganMu kuserahkan hidupku,*
tebuslah aku, ya Tuhan Allah.

Ant 1: Sudilah Engkau menjadi gunung pengungsian dan benteng pertahananku yang kuat.

Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Mazmur 129 (130)

Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan,*
Tuhanku, dengarkanlah seruanku.

Hendaklah telingaMu menaruh perhatian,*
kepada jeritan doaku.

Jika Engkau menghitung-hitung kesalahan, ya Tuhan,*
siapakah dapat bertahan?

Tetapi syukurlah Engkau suka mengampuni,*
sehingga orang mengabdi kepadaMu dengan takwa.

Aku berharap akan Tuhan,*
hatiku mengharapkan firmanNya.

Hatiku menantikan Tuhanku,*
lebih dari penjaga menantikan fajar.

Lebih dari penjaga menantikan fajar,*
Israel menantikan Tuhan.

Sebab pada Tuhanlah kasih setia,*
dan penebusan yang berlimpah-limpah.

Tuhanlah yang akan membebaskan Israel,*
dari segala kesalahannya.

Ant.2: Dari jurang yang dalam aku berseru kepadaMu, ya Tuhan.

Bacaan singkat (Ef 4,26-27)

Jangan berdosa. Janganlah matahari terbenam sebelum padam amarahmu, dan janganlah memberi kesempatan kepada setan.

Lagu singkat

P: Ke dalam tanganMu kuserahkan diriku,* Ya Tuhan, penyelamatku. U: Ke dalam. P: Engkaulah penebusku, ya Allah yang benar. U: Ya Tuhan, penyelamatku. P: Kemuliaan. U: Ke dalam.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Kidung Simeon:

Sekarang, Tuhan, perkenankanlah hambaMu berpulang,*
dalam damai sejahtera, menurut sabdaMu.

Sebab aku telah melihat keselamatanMu,*
yang Kausediakan di hadapan segala bangsa.

Cahaya untuk menerangi para bangsa,*
dan kemuliaan bagi umatMu Israel.

Ant.Kidung: Berkatilah kami, ya Tuhan, bila kami berjaga, lindungilah kami, bila kami tidur. Semoga kami berjaga bersama Kristus dan beristirahat dalam damai.

Doa Penutup

Tuhan Yesus Kristus, enaklah pikulan yang Kauletakkan atas bahu para pengikutMu, dan ringanlah beban yang Kauberikan kepada orang yang lemah lembut dan rendah hati. Terimalah kiranya usaha dan niat kami pada hari ini dan berilah kami istirahat, supaya kami dapat mengabdi Engkau dengan lebih giat. Sebab Engkaulah pengantara kami sepanjang segala masa. Amin.

Penutup

P: Semoga Allah yang mahakuasa menganugerahkan istirahat dalam naungan belaskasihanNya. U: Amin.

Salam kepada Bunda Maria

Bunda yang berbelaskasih,
engkau melahirkan penyelamat.
Pelindung kami, kami mohon restu,
agar slamat senantiasa
berkat doamu di hadapan Yesus,
puteramu yang tercinta.
Kuatkanlah kami yang lemah
dengan iman, harapan dan kasih sejati,
ya Maria, bunda kami.

Santo-Santa

S. Polikarpus

Uskup dan Martir · ± 69-155

Polikarpus lahir sekitar tahun 69 dari orang tua Kristen. Ia belajar iman langsung dari para rasul dan menjadi murid Santo Yohanes Penginjil. Menurut kesaksian Ireneus dan Eusebius, para rasul sendirilah yang mengutusnya menjadi Uskup Smirna di Asia Kecil. Ia juga sahabat Santo Ignatius dari Antiokhia dan termasuk salah satu Bapa Apostolik, jembatan hidup antara zaman para rasul dan Gereja perdana.

Selama masa panjang menggembalakan umatnya, Polikarpus tekun menjaga ajaran para rasul, mewartakan Injil kepada orang kafir, dan melawan ajaran sesat. Satu-satunya karyanya yang masih ada adalah Surat kepada Jemaat Filipi.

Ketika penganiayaan berkobar pada masa Kaisar Antoninus Pius, Polikarpus ditangkap dan dibawa ke hadapan gubernur. Ia dibujuk agar menyangkal Kristus, namun ia menjawab, Delapan puluh enam tahun aku mengabdi kepada-Nya, dan Ia tidak pernah berbuat jahat kepadaku. Bagaimana mungkin aku menghujat Rajaku yang menyelamatkan aku? Ia lalu dibakar di atas tumpukan kayu, tetapi ketika api tidak juga menghanguskannya, ia ditikam dengan pedang. Ia wafat sebagai martir pada tahun 155. Kisah kematiannya, Martyrium Polycarpi, dipandang sebagai salah satu catatan kemartiran tertua dan paling autentik.

Pelindung: dimohonkan perlindungan terhadap sakit telinga dan penyakit kulit.

Santo Polikarpus

Uskup Smirna dan Martir · ± 69–155

Polikarpus adalah salah satu jembatan hidup antara para Rasul dan Gereja perdana: menurut kesaksian muridnya, ia diajar langsung oleh Rasul Yohanes. Ia menjadi Uskup Smirna (kini Izmir, Turki) dan dihormati sebagai gembala yang bijaksana, penjaga ajaran para rasul di tengah penganiayaan Romawi. Suratnya kepada jemaat Filipi masih terpelihara.

Kemartirannya, dicatat dalam salah satu kisah martir tertua yang bertahan, sangat menyentuh. Saat hendak ditangkap di usia lanjut, ia justru menjamu para prajurit dan minta waktu untuk berdoa. Di hadapan gubernur yang memintanya mengutuk Kristus demi selamat, ia menjawab: Delapan puluh enam tahun aku melayani Dia, dan Ia tak pernah berbuat jahat kepadaku. Bagaimana aku bisa menghujat Rajaku yang telah menyelamatkanku? Ia dibakar di tiang; ketika api tak menyentuhnya, ia ditikam. Ia wafat sekitar tahun 155.

Pelindung: melawan sakit telinga dan disentri.

Santo Polykarpus

Uskup dan Martir

Polykarpus adalah seorang Uskup Gereja perdana di Smyrna (Turki). Murid Santo Yohanes penginjil ini memimpin Gereja di Smyrna sampai meletusnya kekacauan yang didalangi oleh para musuh gereja pada tahun 155. Ia sendiri pun ditangkap oleh orang-orang itu.

Ketika di tangkap, ia tidak memberikan perlawanan apapun, bahkan ia tersenyum dan menjamu para penangkapnya dengan makanan yang lezat. Kepada mereka, Ia berkata: Jadilah kehendak Tuhan atas diriku. Ia memohon agar kepadanya diberikan waktu sedikit untuk berdoa. Setelah itu, ia dibelenggu dan diarak ke tengah tengah orang banyak menuju kediaman prokonsul untuk diadili.

Sewaktu diadili, prokonsul dengan keras memaksanya untuk menhujat Yesus dan mempersembahkan kurban kepada dewa dewi Romawi. Ia dengan tegas berkata: Sudah delapan puluh enam tahun saya mengabdi Kristus, dan tidak pernah saya alami Kristus berbuat salah kepadaku. Bagaimana mungkin saya menghujat Raja dan Penyelamatku? Tuhanku Yesus Kristus tidak hanya berkata: Bertahanlah dan teguhlah dalam imanmu; cintailah sesamamu; berbelaskasihanlah kepada sesamamudan bersatulah di dalam kebenaran, melainkan Dirinya sendiri dijadikan contoh yang mencolok mata tentang semuanya itu.

Mendengar kata kata Polykarpus, prokonsul berang dan segera menjatuhkan hukuman bakar atas diri Polykarpus. Hukuman ini tidak sedikitpun menggetarkan hati Polykarpus, karena ia tahu bahwa kebenaran ada dipihaknya. Ia bahkan mensyukuri peristiwa tragis ini.

Berita pembunuhan terhadap diri Polykarpus ini tersebar ke seleruh umat Smyrna. Seluruh umat memang menyesalkan tindakan prokonsul itu, tetapi mereka tidak patah semangat untuk tetap mengimani Kristus. Mereka saling meneguhkan dengan mengedarkan selebaran berikut: Kristus kita sembah karena Dia Putera Allah. Para Martir kita sayangi sebagai murid Kristus karena imannya yang tak terperikan kepada Kristus, Raja dan Tuhan, hingga titik darah penghabisan. Semoga kitapun menjadi kawan dan rekan mereka dalam menanggung semua penderitaan yang ditimpakan kepada kita.

Di atas kubur Polykarpus, mereka menulis: Dirimu kami cintai melebihi berlian, kami sayangi melebihi emas permata, dan kami baringkan tubuhmu yang suci di tempat yang layak bagimu. Di tempat ini ingin kami berkumpul dengan gembira untuk merayakan ulang tahun wafatmu sebagai martir Kristus yang Jaya.

Santo Willigis

Pengaku Iman

Willigis adalah seorang anak dari orang kebanyakan; namun ia berhasil menjadi kanselir tiga orang Kaisar Jerman. Negarawan bijaksana ini berhasil menjaga keamanan seluruh negeri. Sebagai Uskup Mainz dan wakil Paus, ia mengangkat Uskup Uskup yang baik, mendirikan gereja gereja dan membangun banyak jembatan. Ia membangun sekolah sekolah untuk memajukan ilmu. Willigis menegakkan tata tertib dan memajukan kegiatan penghormatan pada Tuhan.